Kamis, 31 Juli 2008

Cara Praktis Membuat Buku Ajar bagi Guru

Oleh Suyatno

Membakar buku sebuah kejahatan,
tetapi ada yang lebih jahat
dibanding membakar buku,
yakni tidak membaca buku
(Joseph Brodsky)


Buku ajar seharusnya dibuat oleh guru untuk kepentingan pembelajaran di kelas. Namun, banyak guru yang tidak membuat buku ajar untuk muridnya. Buku ajar yang digunakan di kelasnya merupakan buku yang dibuat oleh orang lain, di tempat lain, dan tidak disesuaikan dengan konteks siswa yang ada. Akibatnya, banyak siswa yang belajar mengonsumsi bahan ajar terasa di awan, susah memahami, dan sangat bergantung isi teks. Bagaimana tidak. Siswa yang di daerahnya tidak ada kereta api, justru buku ajar yang ada mengupas kereta api bukan kapal laut yang digunakan siswa sehari-hari. Meskipun kereta api perlu diketahui siswa, pengalaman dan pengetahuan pertamanya tentang transportasi yang bagus tentunya berkaitan dengan kapal laut.

Buku ajar merupakan barang wajib yang harus dibuat guru. Buku itu harus menarik(eye catching) dan digemari siswanya sehingga mampu mendongkrak motivasi belajar siswa. Buku ajar tidak boleh kaku karena akan ditinggalkan siswa. Perwajahan buku memberikan inspirasi bagi siswa. Buku ajar perlu direkayasa sehingga bagus, menarik, dan penuh daya selera bagi pembacanya. Dengan begitu, buku ajar dapat mempermudah proses belajar-mengajar guru pada siswa.

Menurut Prof Yohanes Surya, Ph D, buku pelajaran yang mencerdaskan ialah buku yang dapat membuat anak-anak belajar jadi asyik, mudah, dan menyenangkan. Sehingga belajar tidak lagi menjadi sangat sulit. Contoh saja fisika, ketika orang mengatakan fisika,yang terbayang di kepala mereka adalah rumus. Hal itu yang seharusnya diubah. Diperlukan cara penyusunan buku-buku fisika agar tak melulu memuat rumus. Ia menitik pentingkan ulasan ilmu fisika bukan bergantung pada rumus, melainkan konsep. Karena itu, peran rumus dapat diganti dengan logika. Surya mencontohkan: “misal ada suatu benda dengan kecepatan lima meter per detik. Berapa jaraknya dalam lima detik. Untuk menjawab ini, cukup dengan logika. Lima meter per detik berarti dalam satu detik benda tersebut bergerak sejauh lima meter. Kalau lima detik, tinggal dikali saja dengan lima. Tidak perlu rumus apapun.”

Berikut cara praktis menulis buku ajar yang disukai siswa.

Sederhanakan
Isi buku ajar sebaiknya disederhanakan konsepnya sehingga mudah dipahami siswa. Rumus lebih sulit dipahami daripada logika rumus itu. Kata tertentu lebih susah dipahami di bandingkan kata lain yang akrab dengan anak. Gunakan bahasa yang sederhana dan lugas yang sesuai dengan bahasa siswa.

Gunakan Bahasa Baku
Penulis buku ajar haruslah menguasai tata bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga memberikan makna tunggal untuk pengungkapan konsep. Kata baku lebih mengacu kepada konsepnya dan berlogika. Penguasaan bahasa merupakan syarat pertama setelah penguasaan bidang ilmu yang akan ditulis sehingga mampu mengungkapkan pikiran dengan jelas, cermat dan mudah dipahami.

Mulailah dari Dekat
Yang dimaksud dari dekat adalah aspek yang ada dalam lingkungan siswa. Umpamanya, guru akan menulis unsur tanah, materi buku ajar dimulai dari tanah yang pernah dilihat siswa. Jika kita dapat memulai buku dari yang dikenal siswa, konsep yang akan diberikan akan mudah dikenali dan dipahami siswa.

Buatlah Peta Pikiran
Untuk mempermudah menjaring cakupan materi buku ajar yang akan ditulis, peta pikiran dapat membantunya. Tulislah topik utama di tengah kemudian buatlah topik-topik terkait untuk melingkari topik utama. Peta pikiran sangat membantu penulis untuk membuat kerangka buku ajar.

Bersoleklah di Perwajahan
Perwajahan buku, termasuk pilihan huruf, tabel, ilustrasi, dan warna yang digunakan perlu disolek agar menarik bagi siswa. Perwajahan yang baik akan memberikan motivasi pembaca untuk membaca dan membaca terus. Sebaliknya, buku yang jelek dalam perwajahan akan dijauhi siswa karena membosankan.

1 komentar:

Jusuf AN mengatakan...

kapan ya guru guru Indonesia menjadi guru yang merdeka, kreatif, inovatif, inspiratif, dan kaya.
hehe
mampir ke blogku Mas.
semuaguru.blogspot.com