Selasa, 26 Januari 2010

Jika Guru Tertekan, Siswa juga Tertekan

Siswa yang melihat gurunya saat mengajar dalam kondisi tertekan dan marah akan membuat siswa ikut tertekan. Guru yang selalu terlihat lunglai dan capek akan membuat siswa kehilangan minat belajar.

Tanpa disadari, guru yang memaksakan dirinya untuk tetap masuk kelas dalam kondisi marah dapat membahayakan sikap muridnya. Hal itu terjadi karena guru terkadang suka membawa tekanan di luar sekolah saat mengajar di sekolah.

Sebuah studi menunjukkan bahwa guru yang tertekan ada kemungkinan membawa rasa kecewa dan kelelahannya ke sekolah. Akibatnya, siswa menjadi lebih mudah khawatir, sinis terhadap nilai pelajaran dan ujian bahkan sulit untuk berkonsentrasi dan mudah lelah.

Studi yang dilakukan oleh Academy of Finland's educational menanyai lebih dari 500 remaja mengenai gejala seperti mudah lelah, perasaan tidak mampu sebagai siswa dan sinisme terhadap nilai sekolah.

Guru yang lelah secara fisik dan emosional lebih cenderung memiliki siswa yang bernasib sama dengannya saat di sekolah. Hal ini dapat membuat siswa tidak berminat untuk belajar dan sekolah. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam European Journal of Developmental Psychology. Para ahli di Inggris mengungkapkan hal ini disebabkan siswa menyerap kekhawatiran gurunya serta ada kemungkinan siswa kurang mendapatkan perhatian dari guru.

3 komentar:

Komite Sekolah SDN Polisi 4 Bogor mengatakan...

Guru adalah garda terdepan dalam layanan pendidikan , semua pihak mesti concern dan mengupayakan iklim yang nyaman bagi guru mengajar

komunitas arek japan mengatakan...

Hal itu yang sampai saat ini sulit untuk ditengarai. Terkadang seorang guru ada permasalahan di rumah dan dibawa ke sekolah, akibatnya suasana belajar tidak lagi kondusif. Seharusnya bapak memberi cara untuk menanggulangi hal itu, bukan hanya sebuah wacana tentang hal itu saja. Terima kasih

Salam

komunitas arek japan mengatakan...

Pak tolong dicek, maaf saya menulis di kolom komentar ini sebab saya tidak menemukan alamat email bapak di halaman awal. saya Akhmad Fatoni, mahasiswa 2006 dengan nim 062144009. nilai saya sastra anak masih E.
Kronologinya seperti ini pak: saya memprogram mata kuliah sastra anak semester 5, ikut anak PR 06. Dan saat itu saya juga sempat bertanya kepada bapak karena nilai saya tidak keluar, kemudian bapak meminta arsip tugas saya dan saya serahkan di ruang kajur. tapi akhir semester nilai saya tetap belum keluar, kemudian saya cek ulang ternyata kode saya tidak bisa masuk di online karena belum masuk di database, dan ternyata kode sastra menggunakan kode anak pendidikan (untuk semester ini, pada kelas saya) dahulu saya sudah mengonfirmasi ke TU tapi disuruh ke BAAK dan saya datang ke sana kemudian saya diminta meletakkan fotokopi khs dan saya diminta untuk menunggu satu minggu setelah itu nilai juga tidak keluar. Saya sudah lelah, sehingga membiarkan masalah ini, lalu pada semester 7 ini saya memprogram ulang dan baru bisa masuk di online, setelah itu saya konfirmasi ke bapak. Tolong pak nilai saya di cek ulang, jika arsip tugas dan nilai saya hilang, saya akan mengirim kembali arsip tugas-tugas saya dan tolong nilai saya dibuatkan, saya merasa tidak melakukan kesalahan jadi saya berhak menuntut kewajiban saya karena saya sudah melakukan kewajiban sebagai mahasiswa (membayar dan mengikuti kuliah). Terima kasih, mohon segera dicek.


Salam
Akhmad Fatoni