Minggu, 01 Mei 2011

Hari Pendidikan dengan Cuci Otak

Pada saat Hari Pendidikan 2011 dirayakan, tepatnya 2 Mei 2011, oleh warga bangsa Indonesia, tamparan terhadap warna pendidikan sangat memerah dan memuakkan. Betapa tidak. Saat anak-anak Indonesia menikmati UN dan kenangan manis Ki Hajar Dewantara melalui Hari Pendidikan, tiba-tiba dengan tidak berdaya, para mahasiswa dan pelajar Indonesia dengan begitu mudahnya dicuci otaknya oleh sekelompok orang yang ingin menangguk untung.


Para mahasiswan itu begitu mudahnya ditipu daya dengan omongan, rayuan, dan pernyataan yang dibuat untuk masuk akal. Padahal, para maahasiswa itu sebelumnya, tentu, sudah mempunyai pertahanan pikiran dan mental sendiri yang justru lebih kuat. Pikiran dan mental itu telah diisikan oleh orang tua dan guru serta masyarakat. Namun, pikiran dan mental itu terkalahkan oleh rayuan gombal gerombolan NII. Betapa ringkihnya pikiran dan mental para mahasiswa.

Kondisi itu memberikan pertanda bahwa cuci otak orang tua dan guru tidak dapat berdaya tahan lama di memori mahasiswa. Bahkan, model pembelajran guru sebagai juga bentuk cuci otak hanya bersifat sesaat yang mudah lekang oleh waktu. Untuk itu, perlu kekuatan cuci otak (artikan dengan pembelajaran) dengan metode yang pas. Dengan demikian, mahasiswa tidak begitu mudah diombang-ambingkan pikirannya.

Tidak ada komentar: