Senin, 31 Maret 2008

Guru Stres, Murid Harus Berbuat Apa?


oleh suyatno

Siswa stres dalam belajar kemudian ditangani oleh guru sehingga dapat kembali normal adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana jika guru stres? Apa yang harus dilakuan siswa terhadap guru stres tersebut? Siswa, bisa jadi menjadi obatnya.
Belakangan ini, banyak guru berbuat di pusaran stres. Ada guru gantung diri, menempelengi siswa, menghajar siswa, mengamuk ke kepala sekolah, menghujat istri, dan bahkan berteriak-teriak tanpa henti. Guru sendiri tentunya tidak dapat menyembuhkan stres tersebut.
Cobaalah berinisiatif agar siswalah yang menjadi obat stres guru. Siswa perlu secara sadar mengetahui bahwa guru bukanlah insan yang mahatahu, mahapintar, dan mahabisa. Untuk itu, siswa perlu berinisiatif untuk menjadi "guru" bagi guru yang sekarang dilanda kegamangan hidup ini.
Berbagai cara dapat dilakukan, seperti membuat pertemuan yang diinisiasi siswa, melakukan dialog yang mengundang guru, mengadakan pesta ulang tahun dengan mengundang guru tetapi yang menyambut hanya siswa saja, dan sebagainya. Tersenyumlah kepada guru yang stres sebab berkat senyum siswa yang alamiah dapat memberikan obat yang luar biasa. Dekatlah ke guru meskipun guru tidak mendekat ke siswa. Ajak semua siswa untuk dekat ke guru dengan menebar pesona. Buktikaqnlah bahwa siswa mampu menunjukkan perilaku yang diminta guru.
Siswa berprestasi pasti tanggap akan kondisi guru saat ini yang mengalami guncangan akibat tidak dapat mengendalikan diri pribadi. Memang banyak guru yang kuat dan tahan bahkan ada guru yang mampu lolos dari guncangan perubahan sehingga menjadi berprestasi. Sebaliknya, ada guru yang selalu diam, ragu-ragu, merusak kiprah guru lain, apa adanya, dan ogah-ogahan dalam mengajar. Guru yang diam itulah yang patut dicurigai, janagan-jangan guru itu masuk ke pintu stres.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Salam keguruan,

Terima kasih kerana melawati blog saya. Harapannya kita dapat bertukar pandangan secara positif dan aktif. Sampai jumpa di arena siber.

Dr. Ghazali Lateh,
Banting,
Selangor. Malaysia.

khodijah.daramadura.blogspot.com mengatakan...

salam,

Guru stres??yah,benar sekali pandangan bapak. Kenapa saya berani berkata seperti ini, alasannya dari pengalaman yang saya dapatkan selama PPL.Sungguh menjadi guru itu membosankan,kerjanya hanya itu-itu saja membuat otak jadi jenuh tidak heran guru-guru kalau disekolah kerja ngerumpi saja males masuk kelas apalagi jika pergantian jam(maaf).Sampai-sampai saya sebagai mahasiswa Unesa jurusan Keguruan enggan menjadi guru.menurut pandangan saya selama ini bekal yang kami dapat dari kuliah sebagai guru bertolak belakang dengan dilapangan.Apakah ilmu yang kita dapatkan dari mata kuliah hanya teori saja?
Ironis bukan??mungkinkah kami bisa menjadi guru yang profesional dengan mengedepankan pembaruan dalam dunia pendidikan??
persoalannya jika suatu pekerjaan yang kita geluti membuat kita senang,maka kita pun punya motivasi atas apa yang kita kerjakan.mungkinkah murid bisa memahami delema para guru??

Siti Khodijah
Mahasiswa Unesa jurs Pend Bahasa Indonesia 2004

wasila_naruto mengatakan...

kalau ada guru yang stres itu wajar. guru juga manusia yang mempunyai berjuta persoalan. sebagai seorang mahasiswa, saya sangat setuju jika murid bisa menjadi obat stres untuk guru.
dengan metode belajar di luar sekolah/kampus bisa lebih mendekatkan hubungan antara murid dan guru. kuliah di Mall misalnya, pada salah satu mata kuliah pak wawan ada satu hari khusus untuk kuliah di mall. disini kita bisa lebih santai dalam belajar dan hubungan antara dosen dan mahasiswa bisa lebih dekat. suasana yang nyaman bisa jadi obat strea untuk keduanya.