Kamis, 20 Maret 2008

Guru dengan Ilmu Jet Li


Technorati Profile

Oleh Suyatno

Lihatlah Jet Le, dia pandai memainkan jurus kapan pun dan di mana pun dengan aneka jurus berdasarkan konteksnya sehingga memenangkan pertandingan demi kebaikan dan nilai kepahlawanan. Jika musuhnya menggunakan jurus ular, Jet Li mengimbangi jurus tersebut dengan jurus elang. Jika musuhnya menggunakan jurus sengatan lebah, Jet Li menggunakan jurus asap. Begitulah, seterusnya Jet Li memberikan tingkat penyesuaian yang tinggi.
Begitu pula, guru inovatif hendaknya selalu mampu memainkan berbagai jurus metodenya untuk mencapai tujuan belajar siswa. Guru tidak hanya berkutat pada empat jurus saja, yakni ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penugasan melainkan dia harus mempunyai stok jurus metode yang sangat banyak. Dengan demikian, dalam kondisi apapun, guru dapat memainkan pembelajaran secara menarik dan menyenangkan bagi pembelajar. Guru yang beraneka jurus yang demikian itu layak disebut sang master.
Kenalilah karakter siswa kemudian kenalilah arah pembelajaran. Setelah itu, tentukan jurus apa yang akan digunakan setelah melihat konteks belajarnya. Andai jurus yang digunakan ternyata terhalang oleh hujan, sang guru dapat memilih jurus lain asalkan siswa dapat mencapai tujuannya. Oleh karena itu, guru tidak perlu terpaku dan terlena hanya di jurus tertentu saja.
Guru bukanlah pengikut aliran sehingga tidak perlu fanatik terhadap sebuah jurus. Guru itu pengguna jurus. Sebagai pengguna jurus, guru bebas untuk memilih dan menggunakan jurus apa saja yang penting pembelajaran dapat mencapai tujuan dengan cara menarik dan menantang bagi siswa. Bagaimana komentar Anda?

1 komentar:

Yuliati mengatakan...

Ass. wr. wb
Hallo..bapak berkumis yang selalu terdepan dan inovatif dalam setiap pembelajaran. Saya sangat tertarik dengan tulisan bapak tentang seorang guru dengan ilmu Jet Li, memang benar sekali bahwa seorang guru haruslah mempunyai ilmu seperti Jet Li yang selalu menggunakan dan mengimbangi jurus lawannya dalam bertarung. Menjadi seorang guru haruslah menerapkan metode-metode pembelajaran yang inovatif dan terdepan agar anak didik tidak merasa bosan dengan pembelajaran yang kita ajarkan, dan mereka juga enjoy dan senang dengan materi yang kita sampaikan.
Berdasarkan pengalaman saya waktu PPL saya berkesimpulan bahwa metode sangat penting diterapkan dalam pembelajaran, dan terbukti anak-anak sangat antusias dengan pembelajaran yang disampaikan. Jujur saja pak semula saya merasa agak keberatan dengan tugas yang diberikan oleh Bapak selama ini, akan tetapi setelah saya jalani dan dikerjakan,saya dapat menarik kesimpulan bahwa menjadi seorang guru bukan hanya bisa menerangkan dan menjelaskan dipapan tulis saja, menjadi guru harus pula mempunyai wawasan dalam teknologi, agar guru juga tidak kalah dengan murid-murid yang saya kira sekarang canggih. Tapi Pak. yang menjadi ganjalan dihati saya, apakah para guru di desa-desa terpencil menerapkan juga pembelajaran yang inovatif dan kreatif yang seperti Bapak lakukan selama ini? Karena mereka cenderung mempertahankan metode lama yaitu dengan ceramah,yang sepertinya sulit sekali ditinggalkan.Mohon maaf ya pak kalau tulisannya terlalu panjang. Wassalam

Yuliati/042074243
Jurusan Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2004