Minggu, 14 Agustus 2011

Pramuka Rindu Atraksi Kepramukaan, Suasana Upacara Pramuka pada 50 Tahun Gerakan Pramuka di Grahadi

Oleh Suyatno

Seusai upacara peringatan 50 Tahun Gerakan Pramuka, peserta tidak begitu saja bubar menuju kendaraan masing-masing. Mereka malah berkelompok di lapangan depan Grahadi, tempat upacara, berjoget ala senam komando dengan mengikuti lagu-lagu yang dibawakan tim paduan suara. Terlihat ada 5 kelompok joget. Suasana cukup riuh dan menyenangkan. Melihat suasana yang meriah itu, tim paduan suara menambahkan beberapa lagu dengan diringi elekton.

Bahkan, para pembina pramuka turut bergabung dalam joget komando itu. "Ini luar biasa, mereka tanda ada yang mengomando melakukan joget sendiri", ujar Kak Tety, wakil sekretaris Kwarda Jatim. Spontanitas joget itu mengindikasikan bahwa mereka rindu atraksi kepramukaan yang biasanya disajikan seusai upacara seperti tahun-tahun yang lalu. "Pramuka yang berjoget itu tampaknya rindu atraksi kepramukaan dan tidak puas hanya mengikuti upacara yang sangat singkat itu", kata salah satu undangan upacara saat ditemui garduguru.

Panitia menyadari akan kosongnya atraksi karena memang Hari Pramuka kali ini bertepatan dengan bulan puasa. Buktinya, saat upacara berlangsung, beberapa peserta terlihat pingsan karena tidak kuat dengan sengatan matahari. Namun, di antara mereka banyak pula yang bergerombol melaksanakan kegiatan sendiri dengan berjoget komando. Ada pula seorang pembina yang bernyanyi berirama rancak yang mengundang peserta untuk berjoget. Tampak masyarakat yang melewati Grahadi berhenti dari sepeda motornya hanya untuk melihat pramuka berjoget. "Andai tadi setelah upacara selesai lalu panitia mengajak sejenak untuk semua turun ke lapangan untuk berjoget komando, mungkin akan meriah. "Kalau seperti ini, tadi, ada komando untuk joget bersama malah asyik", ujar Kak Arif andalan Kwarda Jatim.

Selain berjoget, pramuka lainnya memanfaatkan momen untuk berfoto. Gus Iful selaku Kakwarda Jatim tampak berkali-kali melayani foto para pramuka. Tiba-tiba Gus Iful masuk ke Grahadi. Pramuka berfoto sendiri. Setelah terlihat Gus Iful keluar dari ruangan, peserta memburu lagi untuk mengajak berfoto. "Lihat, tustel saya ada 415 jepretan untuk upacara ini", kata Kak Imam, juru foto Pemprov Jatim.

Upacara 50 tahun Gerakan Pramuka ini cukup khidmat karena didukung oleh petugas upacara yang terlihat sangat terlatih. Sukarwo, Gubernur Jatim selaku Kamabida menjadi pembina upacara yang diikuti 1000 pramuka.

1 komentar:

CATATAN SEORANG SANTIAJI mengatakan...

PUASA SESUNGGUHNYA JANGAN DIJADIKAN MOMOK UNTUK BERKARYA, YANG MELIBATKAN FISIK, JUSTRU TANTANGAN BAGAIMANA PEMEGANG KOMANDO DI LEVEL KWARDA MERENCANAKAN DENGAN MATANG. KAN BISA DIHITUNG KALORI YANG KELUAR DENGAN KEBUTUHAN ENERGI. ATAU MELIBATKAN PANDU YANG NON MUSLIM.
SAYA TERMASUK ORANG YANG KUCIWA,