Selasa, 26 April 2011

Sertifikasi Guru 2011

Bagi yang belum tersertifikasi atau belum mempunyai sertifikat pendidik, bulan-bulan ini amatlah cemas karena menjelang penilaian sertifikasi. lalu, bagaimana sistem tahun ini?

Tahun ini pada hakikatnya sangat sama dengan pola tahun lalu. Hanya saja, tahun ini, kuota untuk portofolio sangat sedikit atau sekitar 1% dari kuota 300.000. Kesempatan untuk portofolio sangat sempit. Apalagi, yang akan portofolio harus benar-benar berprestasi dan mempunyai kesiapan diri. Guru yang akan menempuh portofolio haruslah mengikuti uji tes secara on-line terlebih dahulu. Jika lolos uji tes itu, guru yang bersangkutan barulah menyusun berkas portofolionya. Jika tidak lolos uji tes on-line, guru tersebut langsung mengikuti PLPG.

Berarti sangat enak ikut PLPG saja? Belum tentu. memang PLPG tidak perlu menyusun portofolio lagi. Namun, guru yang ikut PLPG haruslah siap untuk mengikuti proses pendidikan dan pelatihan selama 20 hari dengan waktu yang benar-benar terjadwal. Guru dinilai dari empat aspek, yakni aspek tes, peer teaching, penugasan, dan teman sejawat.

Jika tidak lolos PLPG, guru yang bersangkutan diberi kesempatan untuk ulang uji selala dua kali. Jika masih saja tidak lolos, guru tersebut pembinaannya diserahkan ke dinas pendidikan kabupaten tempat asal guru yang bersangkutan.

Artinya, sertifikasi guru harus diikuti dengan maksimal, serius, dan penuh motivasi agar didapatkan hasil yang maksimal pula. Selamat mengikuti program seritifikasi guru 2011

Job Creation di Negara Lain


Di Indonesia, job creation atau penciptaan lapangan kerja lebih banyak diisi oleh masyarakat sendiri dengan segala kemampuannya. Pemerintah hanya memfasilitasi namun tidak dapat menjangkau ke tingkat yang lebih bawah. Banyak sarjana menganggur karena dalam masa studinya tidak pernah dirambah pola penciptaan lapangan pekerjaan. Seolah-olah, penciptaan lapangan pekerjaan merupakan sesuatu yang sangat sulit. Banyak sarjana maunya menjadi pegawai negeri sedangkan yang bercita-cita menciptakan lapangan kerja sendiri hanya segelintir orang kalau tidak boleh dikatakan tidak ada. 

Lalu, bagaimana dengan negara lain? Berikut ini sedikit kisah dari negara lain.

Kanada

Kanada memiliki banyak program penciptaan lapangan kerja baik di tingkat federal dan provinsi. Pada tingkat federal ditangani oleh bagian dari Pengembangan Sumber daya Manusia Kanada (HRDC). Ada beberapa program penciptaan lapangan kerja bagi banyak kelompok seperti mahasiswa, nelayan, dan kelompok minoritas. Instansi pemerintah mensubsidi organisasi HRDC  yang menawarkan kesempatan kepada peserta yang memenuhi syarat  untuk memelihara atau meningkatkan keterampilan kerja. Para pekerja pemula bisa bertahan hingga satu tahun, serta peserta memperoleh pengalaman kerja baru dan jaringan dengan orang lain. Hal ini meningkatkan kemungkinan peserta dapat mencari pekerjaan jangka panjang.


Cina

Sebagai salah satu penerima FDI terbesar di dunia, Cina tak diragukan lagi memiliki keuntungan dari perusahaan multinasional asing dalam berbagai hal. Namun, salah satu tantangan utama bagi Cina adalah penciptaan pekerjaan, karena pengaruh FDI terhadap penciptaan lapangan kerja dapat dikatakan tidak pasti. Efeknya tergantung pada jumlah pekerjaan yang diciptakan di dalam perusahaan asing serta pengaruh FDI terhadap penciptaan lapangan kerja di perusahaan-perusahaan domestik. Dampak positif dari penciptaan lapangan kerja di perusahaan asing dikaitkan dengan karakteristik perusahaan mereka dan, khususnya, akses mereka ke pasar ekspor. 


Jerman

Meskipun Hitler di awal 1930-an melihat pembangunan sistem kerja dengan nama autobahn sebagai keunggulan militer, pembangunan  sistem kerja autobahn yang disediakan juga untuk massa yang terkena dampak krisis Jerman. Pembangunan Autobahn memiliki manfaat dari sisi penciptaan industri wisata baru.


Selandia Baru

Sejarah penciptaan lapangan kerja di Selandia Baru dimulai pada  awal 1930-an. Selama periode stagnasi ekonomi, solusi yang lebih konstruktif muncul. Contoh adalah TEP (Temporary Employment Program) dan PEP (Proyek Kerja Program) tahun 1970-an. Uang disediakan olehpemerintah daerah untuk menutupi beberapa biaya bahan dan administrasi, untuk proyek-proyek seperti konstruksi trotoar dan jalan setapak. Kalau di Indonesia semacam padat karya.


Amerika Serikat

Skala besar pertama program penciptaan lapangan kerja di Amerika Serikat diperkenalkan sebagai bagian dari New Deal selama resesi . Departemen seperti pekerjaan administrasi sipil, pekerjaan administrasi umum,Korps Konservasi Sipil dan yang paling menonjol dalam kemajuan pekerjaan administrasi  yang dapat menciptakan ribuan pekerjaan bagi para penganggur.

Senin, 25 April 2011

Perbedaan Penelitian Tindakan Kelas dengan Lesson Study

Apa sih perbedaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Lesson Study (LS)? Perbedaan kedua penelitian itu terletak pada proses pelaksanaannya di kelas. PTK sebagai penelitian tindakan untuk memperbaiki kondisi kelas guru yang bersangkutan menitikberatkan pada peningkatan kondisi belajar dari kondisi rendah bergeser ke kondisi tinggi sesuai dengan yang diharapkan guru. Sedangkan LS lebih mengarah pada penerapan perencanaan pembelajaran yang mampu diterapkan di kelas sehingga diperoleh hasil yang maksimal. PTK dilaksanakan oleh guru kelas yang bermasalah sedangkan LS dapat dilaksanakan oleh guru lain yang akan melaksanakan perbaikan.

Kata kunci PTK adalah tindakan guru dalam memperbaiki problematika yang muncul dari kelasnya. Guru yang sering merefleksikan kondisi kelasnya akan dengan cepat menemukan problematika untuk PTK. Namun, sebaliknya, guru yang tidak pernah melihat kembali pembelajaran yang dilakukannya tidak akan pernah mampu memunculkan problematika pembelajaran di kelasnya.

Kata kunci LS adalah problematika pembelajaran yang perlu dikaji melalui plan, do, see. LS perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya yang melibatkan banyak orang untuk memberikan masukan perencanaan itu. Setelah rencana dianggap matang, guru melakukan pembelajaran di kelas dengan diamati oleh beberapa orang yang sebelumnya telah mengikuti perencanaan bersama dengan guru kelas. Kemudian, di ruangan tersendiri, guru bersama para pengamat berdiskusi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kebenaran pelaksanaan LS berdasarkan masukan pada pengamat dan hasil guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Tim Robot UGM, ITB, dan UNIKOM Juara di Negeri Obama


Inilah kebanggan bangsa Indonesia. Ternyata dari generasi mudanya terlahir darah prestasi. Tim robot dari Indonesia berhasil menjuarai kompetisi robot Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest di Hartford, Connecticut, AS, 9-10 April 2011. Tidak tanggung-tanggung, semua robot yang dikirim oleh Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, dan UNIKOM berhasil menggondol gelar juara. "Semua robot perwakilan Indonesia juara semua. Membanggakan," tulis Kusprasapta Mutijarsa, pembimbing tim robot dari ITB, dalam akun Twitter miliknya, @kusprasapta.

Tiga robot buatan mahasiswa UNIKOM, Bandung, yang mewakili Indonesia untuk kategori RoboWaiter menang pada hari pertama. Robot DU99 RWE juara pertama untuk level advancedserta juara pertama dan meraih posisi kedua pada level standar.

RoboWaiter dalam kompetisi ini merupakan kategori robot yang dirancang menjalankan aktivitas simulasi membantu manusia. Dua robot buatan mahasiswa ITB yang mewakili jenis robot berkaki (legged robot) meraih kemenangan pada hari kedua. Kedua robot yang diberi nama Zarqun dan ASA masing-masing juara pertama dan meraih posisi kedua untuk kategori Walking Robot.

Sementara itu, dua robot buatan mahasiswa UGM yang mewakili Indonesia di kategori Senior Wheeled Robot juga meraih juara. Dua robot beroda yang diberi nama Koplax dan Iron masing-masing juara pertama dan meraih posisi kedua. (Sumber: Kompas.com)

Mendiknas, Muhammad Nuh: Ada 500 Ribu Anak Putus Sekolah


Pendidikan di Indonesia mempunyai permasalahan besar karena masih ada anak-anak putus sekolah karena terkait masalah ekonomi. "Faktanya dari 321 juta jumlah siswa SD di tanah air, terdapat 1,7 persen atau sekitar 500 ribu siswa putus sekolah", kata Mendiknas Prof Dr Ir Muhammad Nuh, DEA ketika tampil sebagai keynote speaker pada seminar nasional peringatan satu abad KH Abdul Wahid Hasyim, Sabtu (23/4) di kampus II UMA Jalan Sei Serayu Medan.
Lebih lanjut,Mendiknas mengatakan, banyaknya anak SD putus sekolah dan banyaknya siswa yang tak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena akses perguruan tinggi masih sulit dijangkau. Perguruan tinggi kita, kata M Nuh kalah bersaing dengan perguruan tinggi negara lain karenanya menjadi tugas bersama untuk membenahinya.

Pusdiklatda Kepramukaan Jawa Timur Loloskan 101 Pembina Pramuka

Sebanyak 101 pembina baru diloloskan Pusdiklatda Kepramukaan Jawa Timur setela mereka menempuh KMD (Kursus Mahir Dasar) pada 21--24 April 2011 di  pusdiklat kepramukaan Argasonya Jawa Timur. KMD itu diselenggarakan oleh gugusdepan 413-414 yang berpangkalan Universitas Negeri Surabaya. Para peserta berasal dai berbagai perguruan tinggi di Jawa dan gudep yang berpangkalan di sekolah. Kelas KMD dibagi menjadi tiga, yakni kelas Argasonya 112, 113, dan 114.

Pola kursus dilaksanakan dengan cara baru, yakni pola integratif dan menggunakan metode kepramukaan sebenarnya. Selama ini, KMD biasanya dijalankan dengan pola jam dan pola kelas. Maksudnya, pelatih bergantian memberikan materi di kelas berdasarkan jam yang terjadwal. "KMD kali ini sangat lain karena menggunakan pola integratif", kata Suyatno. Pelatih siaga secara penuh memandu kesiagaan dari awal sampai akhir sehingga peserta dapat dengan maksimal mendalami materi.

Job Creation bagi Pramuka: Pendidikan Karakter Sekaligus Enterpreuner

Sebanyak 50 pamong satuan karya (special troop leader) melakukan pendidikan pamong saka di Koarmatim AL di Kompleks AL Ujung Surabaya pada 22--23 April 2011. Mereka dipandu langsung oleh beberapa pelatih pembina pramuka Kwarda Jawa Timur dan pelatih Kolatarmatim, TNI-AL.

Pramuka yang bergabung dalam satuan karya merupakan sosok yang berintegrasi dengan pendidikan karakter dan sekaligus enterpreuner jika ditangani serius oleh pembinanya. "Pembina atau pamong saka harus dapat membuat peserta didiknya berpeluang untuk kaya. Kaya pikirannya, kaya jiwanya, kaya hatinya, dan kaya hidupnya", kata Dr. Suyatno, M.Pd., selaku pelatih yang memandu para pamong tersebut. Peserta diajak membuat kaya peserta didiknya melalui job creation dengan penciptaan lapangan kerja yang begitu luas dan beragam.

Malamnya, peserta melakukan uji diri agar mempunyai kepercayaan diri berbasis disiplin dengan cara caraka malam. Kegiatan itu dipandu oleh para perwira sebagai pelatih kolatarmatim TNI-AL. Caraka malam berlangsung seru dan mengesankan bagi peserta. Ada peserta yang keluar rute karena kurang cermat dan tidak disiplin diri. Paginya, peserta berkunjung ke kapal Dewa Ruci. Setelah itu, peserta bermain senjata untuk melatih konsentrasi diri.

Kamis, 21 April 2011

Doakan Kartini dengan Khidmat

Tidak ada ruginya, semua bangsa Indonesia yang saat ini masih hidup mendoakan Ibu Pahlawan kita, Kartini dengan khidmat. Soalnya, ibu kita bisa membaca lalu mengajari kita untuk sekolah karena inspirasi Sang Kartini.

Tidak ada ruginya, semua warga Indonesia menuliskan kata terima kasih untuk Ibu Kartini besar-besar di sebuah buku tulis yang memang khusus disiapkan untuk tulisan itu. Agar pikiran kita tidak akan pernah lari dari sebuah sejarah Indonesia.

Tidak ada ruginya, semua insan Indonesia mematikan aliran listrik di rumah saat malam tiba selama sepuluh menit kemudian nyalakanlah lilin di kegelapan itu. Pastilah akan terjadi terang yang memberikan cahaya mata bersinar. Lalu, biar kita dapat memaknai gelap yang ditutup dengan terang.

Tidak ada ruginya, semua manusia Indonesia memberikan cerita ke orang lain tentang kekuatan jiwa Kartini dalam menghadapi zamannya. Kekuatan seorang wanita dalam situasi kungkungan pria dalam zaman penjajahan.

Tdak ada ruginya, kita semua mengajari membaca generasi baru agar kelak dapat memaknai bacaan kehidupan yang sebenarnya. Sang Kartini juga melalui membaca sebagai langkah awal menuju terang.

Pahlawan Ibu Kita Kartini Masih di Kegelapan karena Belum Habis Terang

Memang sebuah harapan yang mencerahkan jika semua berharap habis gelap terbitlah terang. Tidak ada satupun orang yang berharap habis gelap lalu gelap lagi. Nah, isi surat-surat Kartini mengindikasikan cita=cita terang dari sebuah kegelapan. Namun sayangnya, kaum perempuan saat ini lebih berada di kegelapan, yakni gelap akan sinar kebebasan karena lebih terikat dengan mal dan gaya kaum nasistis. 


"Habis Gelap Terbitlah Terang"  layaknya perlu dibaca oleh semua perempuan dan warga laki-laki agar terdapat dunia terang yang tidak akan pernah gelap lagi. Surat Kartini sangat menginspirasi pembaca untuk meyakini bahwa dunia terang sudah dicita-citakan oleh nenek moyang Indonesia. Surat Kartini pertama kali diterbitkan dalam sebuah buku berjudul "Door Duisternis Tot Licht" pada tahun 1911. Buku tersebut disusun oleh JH Abendanon, salah seorang sahabat pena Kartini yang saat itu menjabat sebagai menteri (direktur) kebudayaan, agama, dan kerajinan Hindia Belanda. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini. Dalam bahasa Inggris, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan oleh Agnes L Symmers.

Pada 1922, oleh Empat Saudara, Door Duisternis Tot Licht disajikan dalam bahasa Melayu dengan judul "Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran". Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka. Armijn Pane, salah seorang sastrawan pelopor Pujangga Baru, tercatat sebagai salah seorang penerjemah surat-surat Kartini ke dalam "Habis Gelap Terbitlah Terang". Ia pun juga disebut-sebut sebagai Empat Saudara. Pada 1938, buku "Habis Gelap Terbitlah Terang" diterbitkan kembali dalam format yang berbeda dengan buku-buku terjemahan dari Door Duisternis Tot Licht. Buku terjemahan Armijn Pane ini dicetak sebanyak sebelas kali. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dan Sunda.

Kartini sangat kritis pada zamannya terhadap situasi yang berkembang di lingkungan hidupnya. Daya serap pengamatannya sangat kuat terhadap kondisi rakyat yang sebenarnya.  Pengamatan itu terlihat pada tulisan kartini tentang Dirundung cita- cita, dihambar kasih sayang. Surat-surat Kartini pada bagian ini terutama berisi harapannya untuk memperoleh "pertolongan" dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle "Stella" Zeehandelaar, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu.

Pandangan-pandangan kritis lain yang diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya. Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia ungkapkan juga tentang pandangan: dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. "...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu..." (hlm 45).

Kartini juga mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah dan "tersedia" untuk dimadu pula. Pada bab awal ini, gugatan-gugatan Kartini ditampilkan untuk menggambarkan kekritisannya sebagai perempuan Jawa.

Kartini sangat mencintai sang ayah. Namun ternyata, cinta kasih terhadap sang ayah tersebut juga pada akhirnya menjadi kendala besar dalam mewujudkan cita-cita. Sang ayah, dalam surat, juga diungkapkan begitu mengasihi Kartini. Ia disebutkan akhirnya mengizinkan Kartini untuk belajar menjadi guru di Betawi, meski sebelumnya tak mengizinkan Kartini untuk melanjutkan studi ke Belanda ataupun untuk masuk sekolah kedokteran di Betawi.

Keinginan Kartini untuk melanjutkan studi-terutama ke Eropa-memang diungkap dalam surat-surat. Beberapa sahabat penanya mendukung dan berupaya mewujudkan keinginan Kartini tersebut. Dan ketika akhirnya Kartini membatalkan keinginan yang hampir terwujud tersebut, terungkap adanya kekecewaan dari sahabat-sahabat penanya. Niat dan rencana untuk belajar ke Belanda tersebut akhirnya beralih ke Betawi saja setelah dinasihati oleh Nyonya Abendanon bahwa itulah yang terbaik bagi Kartini dan adiknya Rukmini.

Kemudian, pada pertengahan tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, niatan untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi pun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. "...Singkat dan pendek saja, bahwa saya tiada hendak mempergunakan kesempatan itu lagi, karena saya sudah akan kawin..." (hlm 193). Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi.

Pada saat menjelang pernikahan, terdapat perubahan penilaian Kartini soal adat Jawa. Ia menjadi lebih toleran. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Kartini akhirnya menikah dengan bupati Rembang pada tanggal 12 November 1903. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku.

Kartini wafat pada 13 September 1904 setelah melahirkan seorang anak laki-laki. Pada surat-surat terakhir kepada suami istri Abendanon, Kartini sudah mengetahui perihal ajal yang hampir tiba. Surat terakhir ditujukan pada Nyonya Abendanon, 7 September 1904. Kartini wafat pada usia 25 tahun. Demikian surat-surat Kartini yang dirangkai oleh Armijn Pane dalam "Habis Gelap Terbitlah Terang".


Guru Perlu Tahu Ciri Anak Autis agar Cepat Menanganinya

Autisme adalah salah satu dari kelompok masalah perkembangan yang serius dan disebut autism spectrum disorder (ASD) yang terjadi pada awal masa kanak-kanak –biasanya sebelum umum 3 tahun.  Gejala dan tingkat keparahannya bervariasi, semua autisme mempengaruhi kemampuan anak-anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Tidak ada penyembuh untuk kondisi autisme ini, perawatan dini dan intensif dapat membuat perubahan besar dalam hidup banyak anak dengan gangguan ini.

Anak dengan autisme umumnya memiliki masalah pada tiga area krusial perkembangannya –interaksi social, bahasa dan kebiasaan. Tetapi karena gejala autisme sangat berbeda-beda, dua anak dengan diagnosis yang sama dapat memiliki kebiasaan dan kemampuan yang berbeda. Pada banyak kasus, autisme yang parah ditandai dengan ketidakmampuan secara total untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain.


Beberapa anak menunjukkan gejala autisme pada awal masa pertumbuhannya. Anak lain tumbuh secara normal pada beberapa bulan atau tahun pertama kemudian secara tiba-tiba mengalami kemunduran, menjadi agresif atau hilang kemampuan berbahasa yang telah mereka miliki. Meskipun anak dengan autisme memiliki pola masing-masing yang unik, ada beberapa gejala autisme yang umum, antara lain:

Kemampuan bersosialisasi:
•    Gagal menyebutkan namanya
•    Kontak mata yang sedikit
•    Sering tidak mendengarkan orang yang berbicara kepadanya
•    Tidak mau dipeluk atau digenggam
•    Muncul ketidaksadaran akan perasaan lain
•    Suka bermain sendiri –tenggelam di dalam “dunia”nya

Bahasa
•    Mulai berbicara setelah berusia 2 tahun, dan memiliki penundaan kemampuan dalam 30 bulan
•    Hilang kemampuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk berkata
•    Tidak membuat kontak mata ketika meminta sesuatu
•    Berbicara dengan nada atau ritme yang tidak normal –mungkin menggunakan suara seperti menyanyi atau seperti robot
•    Tidak dapat memulai pembicaraan atau mempertahankan pembicaraan
•    Mungkin mengulang kata atau ucapan, tetapi tidak mengerti bagaimana menggunakannya

Kebiasaan
•    Menunjukkan gerakan yang berulang, seperti berayun, berputar atau bertepuk tangan
•    Menunjukkan ritual atau rutinitas tertentu
•    Bergerak secara konstan
•    Kagum terhadap bagian benda tertentu, seperti roda mobil mainan yang berputar

Anak dengan autisme juga memiliki waktu yang sulit untuk berbagi pengalaman dengan orang lain. Pengembangan kemampuan bersosialisasi di usia dini krusial pada perkembangan berbahasa dan bersosialiasi di kemudian hari.

Setelah dewasa, beberapa anak dengan autisme menjadi lebih akrab dengan orang lain dan menunjukkan sedikit gangguan pada kebiasaannya. Beberapa diantaranya biasanya telah menjadi hidup secara normal atau mendekati normal dengan berakhirnya masalah yang parah saat sebelumnya. Beberapa yang lain memiliki kesulitan pada kemampuan berbahasa atau bersosialisasi, dan usia dewasa dapat berarti memburuknya masalah ini.

Banyak anak dengan autisme lambat untuk meningkatkan kemampuan atau pengalaman baru, dan beberapa memiliki tanda rendahnya kecerdasan. Anak lain dengan autisme normal untuk memiliki kecerdasan tinggi. Anak ini belajar dengan cepat saat memiliki kesulitan berkomunikasi, menerapkan apa yang mereka ketahui dalam hidup setiap hari dan menyesuaikan diri pada situasi sosial.  Sejumlah kecil diantara anak dengan autisme adalah “sarjana autistic” dan memiliki kemampuan luar biasa pada hal tertentu yang spesifik, seperti seni, matematika atau musik.
Penyebab
Autisme adalah masalah yang kompleks. Dua anak dengan autisme tidaklah serupa. Pada banyak kasus penyebab kondisi ini antara lain:
•    Masalah genetik. Beberapa gen menunjukkan keterkaitan dengan autisme. Beberapa mungkin membuat anak lebih rentan terkena gangguan; mempengaruhi perkembangan otak atau cara sel otak berkomunikasi.
•    Faktor lingkungan. Banyak masalah kesehatan terjadi akibat faktor genetik dan lingkungan. Sebagai contoh para ahli menemukan bahwa infeksi virus dan polusi udara memainkan peran terhadap autisme.

Faktor risiko
Autisme mempengaruhi anak-anak dari semua ras dan bangsa, tetapi faktor tertentu meningkatkan risiko. Antara lain:
•    Anak laki-laki tiga atau empat  kali lebih mungkin terkena autisme daripada anak perempuan.
•    Keluarga yang memiliki satu anak dengan autisme mengalami peningkatan risiko memiliki anak lain dengan gangguan ini. 
•    Anak dengan kondisi medis tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami autisme. Kondisi tersebut antara lain fragile X syndrome, faktor keturunan yang menyebabkan masalah kecerdasan, tuberous sclerosis, kondisi dimana tumor jinak terjadi di otak, gangguan neurological Tourette syndrome dan epilepsi yang menyebabkan kejang.
•    Memiliki anak pada usia tua meningkatkan risiko memiliki anak dengan autisme.

Pencegahan
Tidak ada cara untuk mencegah autisme. Autisme dapat dilakukan perawatan dan anak-anak dapat memperbaiki kemampuan berbahasa dan bersosialiasi dengan perawatan tersebut. Jika anak anda didiagnosis dengan autisme, katakan pada dokter anak anda mengenai mengenai membuat strategi perawatan untuk anak anda. Tetap ingat bahwa anda mungkin perlu mencoba beberapa perawatan yang berbeda sebelum menemukan kombinasi terbaik untuk anak anda.  (sumber: Kompas Health.com)