Minggu, 04 Maret 2012

Inovasi Pembelajaran: Kenali Fenomena Otak Siswa

Sebelum berinovasi dalam pembelajaran, guru perlu tahu dan paham tentang fenomena otak yang bisa jadi dimiliki oleh siswanya. Dengan begitu, guru tidak dengan serta merta menganggap perbuatan yang dilakukan siswa termasuk mistis. Bukan. Hal itu bukan mistis melainkan fenomena otak. Berikut ini sejumlah fenomena otak tersebut.

1.Deja Vu

Deja Vu adalah perasaan ketika kita yakin pernah mengalami atau menyaksikan suatu kejadian sebelumnya, kamu merasa peristiwa itu sudah pernah terjadi dan berulang lagi. Hal ini diikuti dengan perasaan familiar yang kuat, takut dan merasa aneh. Kadang “kejadian sebelumnya” itu dikaitkan dengan mimpi, tapi kadang juga timbul perasaan yang mantap kalau kejadian tersebut benar-benar terjadi di masa lalu.

2. Deja Vecu

Deja Vecu adalah perasaan yang lebih kuat dari Deja Vu. kalau Deja Vu kita merasa sudah pernah melihat kejadian sebelumnya, tapi dalam Deja Vecu kita akan mengetahui peristiwa tersebut jauh lebih detail, seperti mengingat bau dan suara-suara pada kejadian tersebut.

3. Deja Visite

Deja Visite adalah perasaan yang tidak biasa saat kita merasa mengenali suatu tempat padahal sebelumnya kita tidak pernah mengunjugi tempat tersebut. Kalau Deja vu berhubungan dengan peristiwa, sedangkan Déjà Visité berkaitan dengan tempat atau geografi. Nathaniel Hawthorne dalam bukunya yang berjudul “Our Old Home” bercerita saat dia mengunjungi reruntuhan sebuah kastil, tiba-tiba merasa kalau dia sudah sangat mengenal layout dari kastil yang baru pertama kali dia datangi itu. Belakangan dia sadar kalau bertahun-tahun sebelumnya dia pernah membaca puisi karangan Alexander Pope yang menggambarkan dengan detail kastil tersebut.

4. Déjà Senti

Déjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Kejadiannya contohnya seperti ini : “Kamu merasa pernah mengatakan sesuatu, dipikiran kamu mengatakan, “Oh iya aku ngerti!” atau “Oh iya aku ingat!” tapi 1 atau 2 menit kemudian kamu akan sadar kalau kamu sebenarnya tidak pernah mengatakan apa-apa”.

5. Jamais Vu

Jamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà vu. Jadi kamu tidak mengenal sebuah situasi padahal kamu yakin sekali kalau sebelumnya kamu pernah ada di situ. Bingung? Begini gampangnya: kamu mendadak tidak mengenal orang, kata-kata, atau tempat yang sebelumnya kamu tahu. Pada percobaan yang dilakukan Chris Moulin pada 92 orang yang disuruh menulis kata “pintu” 30 kali dalam waktu 60 detik ternyata 68 orang mengalami gejala Jamais Vu, yaitu merasa kalau “pintu” itu bahkan bukan merupakan sebuah kata. Ya Jamais Vu didiagnosis karena “kelelahan otak”.

6. Presque Vu

Presque Vu adalah perasaan yang kuat kalau kamu akan mengalami epiphany. Epiphany sangat jarang terjadi. Presque Vu artinya “hampir melihat” dan sensasinya bisa sangat membingungkan dan aneh.

7. L’esprit de l’Escalier

L’esprit de l’Escalier adalah saat kita merasa bisa melakukan sesuatu yang lebih baik pada sebuah situasi setelah peristiwa itu terjadi. Contohnya begini: Kamu seorang pemain sepak bola, saat tendangan penalti kamu menendang bola ke samping kiri dan ternyata berhasil diblok kiper. Tiba-tiba pikiran kamu mengatakan, “Ahh, aku sebenernya tadi sudah yakin kalau nendang ke kanan pasti gol!” Jadi L’esprit de l’Escalier adalah rasa penyesalan tidak melakukan tindakan yang berlawanan dari suatu peristiwa sebelumnya.

8. Capgras Delusion

Capgras Delusion adalah fenomena dimana kita merasa yakin kalau keluarga atau teman dekat kita sebenernya adalah orang lain yang wujudnya sama persis. Seperti cerita-cerita di film Alien dimana tubuh manusia diambil alih oleh makhluk luar angkasa agar bisa hidup berdampingan dengan manusia biasa. Khayalan ini biasa terjadi pada penderita schizophrenia atau kelainan mental lain.

9. Fregoli Delusion

Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang sangat jarang terjadi. Orang yang mengalami Fregoli Delusion sangat percaya kalau beberapa orang yang dia kenal sebenarnya adalah satu orang yang melakukan berbagai penyamaran. Fregoli berasal dari nama aktor Italia “Leopoldo Fregoli” yang bisa melakukan merubah penampilan dengan cepat dalam pertunjukannya.

10. Prosopagnosia

Prosopagnosia adalah fenomena dimana seseorang kehilangan kemampuan untuk mengenal wajah orang atau benda lain yang seharusnya mereka kenal. Orang yang mengalami ini biasanya menggunakan indera lain untuk mengingat orang tersebut, seperti bau parfum, gaya bicara atau cara berjalan orang itu. Contoh yang paling terkenal dari kasus ini dipublikasikan oleh Michael Nyman dalam bukunya yang berjudul “The man who mistook his wife for a hat”. (Sumber: Iniada.net)

Raimuna Nasional 2012: Inilah Tema Besar Rainas

Inilah tema besar Raimuna Nasional 2012 di Bumi Perkemabahan Cenrawasih, Waena, Kabupaten Jayapura,  “Pramuka Indonesia bersama masyarakat membangun tanah Papua”. Kegiatan Raimuna Nasional 2012 merupakan Pertemuan besar Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega (usia 16 – 25 tahun) se-Indonesia yang akan digelar  tanggal 25 Juni – 1 Juli 2012. 

Tema besar itu sangat pas untuk kondisi saat ini. Bagaimanapun, pramuka harus bekerjasama dengan masyarakat. Bentuk kerja sama itu kali ini difokuskan untuk masyarakat Papua. Hanya saja, jangan sampai tema besar itu kosong aksi akibat keterlenaan panitia yang menguabh bentuk kegiatan menjadi hura-hura. Kalau bisa, kegiatan berada di tengah masyarakat, termasuk pentas seni.

Selama sepekan para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dari seluruh Indonesia akan membangun tenda untuk berkumpul, berbagi, dan membangun bangsa. Berbagai kegiatan yang direncanakan antara lain kegiatan pengetahuan, ketrampilan, subcamp, kegiatan seni budaya yang mengangkat kearifan local serta berbagai kegiatan alam terbuka yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masa kini.

Sabtu, 03 Maret 2012

IAIN Sunan Ampel Punya Hotel Megah

Tidak mau kalah dengan perguruan tinggi lain yang mempunyai hotel kampus,  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur, memiliki hotel Green-SA Inn di kawasan Jalan Raya Juanda Surabaya yang dibangun dengan dana APBN senilai Rp70 miliar.

"IAIN Surabaya memiliki gedung semegah ini rasanya seperti mimpi, tapi akhirnya menjadi kenyataan berkat kebersamaan," kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof Dr H Nur Syam MSi saat meresmikan gedung itu, Jumat (2/3). Profesor Nur Syam yang juga mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya itu mengaku dari 52 PTAI (perguruan tinggi agama Islam) di Indonesia, hanya 4 PTAI yang memiliki pusat pelatihan.

"Yang sudah memiliki adalah UIN Jakarta, IAIN Yogyakarta, UIN Makassar, dan IAIN Surabaya. Saya kira gedung megah itu merupakan bagian penting dari peningkatan sumber daya manusia," katanya.
(Sumber: Antaranews.com)

Pendidikan Antikorupsi: Buruk Muka Cermin Jangan Dibelah

Semakin marak aksi korupsi di Indonesia, yang ditandai oleh pemberitaan korupsi tiada henti, membuat para petinggi di DPR RI tambah kebingungan. Lalu, kebingungan itu langsung saja ditimpakan ke sekolah dengan menyarankan Pendidikan Antikorupsi masuk ke kurikulum sekolah. 

Betapa, isu korupsi di Indonesia dikandangkan di sekolah. Guru menjadi orang yang bertanggung jawab atas pendidikan antikorupsi. Seolah-olah, korupsi berpangkal dari sekolah lalu merebak ke masyarakat. Oleh karena itu, sekolah mempunyai tanggung jawab mendidik siswanya untuk tidak korupsi.

Padahal, tindak korupsi tidak bersumber dari sekolah semata. Tindak korupsi berasal dari pengaruh budaya yang merasuk di tubuh warga Indonesia dengan kuatnya. Budaya yang mempengaruhi itu adalah budaya instan, seolah-olah, konatif yang berlebihan, standar hidup mewah, dan kongkalkong. Siapakah yang menyebarluaskan budaya itu? Para petinggi yang berada di posisi di celah korupsi. Lalu, celah itu dimanfaatkan karena dorongan budaya tadi. 

Dengan begitu, permaalahan korupsi tidak akan selesai jika dikandangkan ke sekolah. Korupsi di Indonesia sudah menjadi budaya populer. Siapa yang tidak ikut budaya itu akan merasakan tertinggal. Dia saja korupsi, mengapa saya tidak. Permasalahan korupsi menjadi permasalahan besar yang harus dipecahkan dengan pemikiran besar pula. Harus ada revolusi perubahan budaya penyebab korupsi. 

Tentu, tidak hanya sekolah saja yang dibebani untuk pendidikan antikorupsi. Pada ujungnya, jika ada korupsi, tinggal gampang, salahkan saja pendidikan di sekolah. Padahal, pendidikan itu bersentra di keluarga, sekolah, dan masyarakat.  Korupsi dengan begitu menjadi tanggung jawab keluarga, sekolah, dan masyarakat. 


Hidup anak yang paling banyak waktunya di keluarga dan masyarakat. Jadi, perlu formulasi pendidikan antikorupsi di masyarakat. Caranya, para pejabat memberikan contoh kidup sederhana tanpa korupsi, perbanyak siaran berbudi baik tanpa korupsi, perbanyak buku antikorupsi, perbanyak lagu yang berisikan antikorupsi, dan perketat hukum bagi penyandang korupsi.

Jumat, 02 Maret 2012

UPI: Jabatan Guru Besar Gagal Diraih Gara-Gara Plagiat

Jabatan Guru Besar melayang gara-gara plagiat yang dilakukan calon Gubes. Tempo.co melaporkan bahwa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung membenarkan ada tiga dosen kepergok mencontek naskah untuk promosi menjadi guru besar. Meski begitu UPI tidak memecat ketiga dosen itu. Mereka hanya mendapat sanksi. "Pangkat dan jabatan diturunkan, juga menggugurkan kenaikan promosi guru besar mereka," kata Ketua Senat Akademik UPI, Syihabuddin, Jumat, 2 Maret 2012.
Dari segi keilmuan, plagiat tidak boleh terjadi. Namun masih ada dosen yang berusaha mengganti nama pembuat naskah ilmiah yang sudah dipublikasikan, atau mengambil tesis yang tidak dipublikasikan. Bisa juga, terjadi otoplagiat, yaitu penulis menerbitkan lagi tulisan ilmiahnya di tempat lain. Ada pula yang mengganti naskah dengan seolah-olah jurnal itu memuat makalah yang bersangkutan, padahal yang beredar tidak ada naskahnya satu pun.

Prodi Ilmu Komputer UGM Juarai Lomba Mobile Games Developer War 2

Tim kreatif Prodi Ilmu Komputer UGM meraih juara pertama dalam kompetisi Mobile Games Developer War 2 yang diselenggarakan oleh Agate Studio dan Nokia Indonesia dengan mengusung game berjudul Virtual Pet. Vivanews.com melaporkan bahwa Rifauddin Tsalitsy dan Fauzan Sandy mewakili Prodi Ilmu Komputer UGM mengembangkan game yang dapat digunakan untuk handphone berbasis apliksi Java.

Para peserta diberi durasi waktu selama 30 hari untuk mempublikasikan game buatannya ke pasaran. Selanjutnya, pemenang dipilih berdasarkan game yang paling banyak diunduh oleh pengguna setelah dirilis di Nokia Store.

“Kami tak pernah menyangka Virtual Pet ini terpilih jadi juara dengan berhasil mencapai nilai unduhan tertinggi. Pada minggu-minggu awal di publikasikan, setiap harinya game ini bisa diunduh sampai 6-8 ribu pengguna,” kata Rifauddin, 27 Februari 2012

Tim Creacle berhasil menjadi juara pertama karena Virtual Pet mereka telah diunduh oleh 153.840 pengguna dari berbagai belahan dunia. Sementara posisi kedua diraih developer Elventales Games, Surabaya yang mengusung aplikasi Sky Express dengan jumlah pengunduh 100.526 pengguna. Berikutnya tempat ketiga diraih developer game Own Games, Bandung yang mengembangkan aplikasi games Beyond the Well yang telah diunduh oleh 75.933 kali.

Rifauddin menyampaikan, game Virtual Pet yang mereka buat memang belum begitu banyak dikembangkan di pasar game. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor yang menarik minat gamers untuk mengunduh game ini. Disamping itu, jenis game yang mereka kembangkan juga bersifat universal bisa dimainkan oleh semua usia dan jenis kelamin.

Dalam Virtual Pet, pengguna diminta untuk memelihara kucing dengan baik. Sejumlah perlakuan harus dilakukan sesuai dengan waktu yang ditentukan seperti memberi makan, tidur , maupun kegiatan lainnya. Apabila hal itu tidak dijalankan dengan benar maka kucing tersebut akan sakit bahkan mati. “Virtual Pet ini sebenarnya mirip dengan permainan Tamagotchi, tapi dalam bentuk virtual,” paparnya. (Sumber: VIVAnews)

NTT Terapkan Gong Belajar untuk Dongkrak Ketertinggalan

Untuk mengejar ketertinggalan prestasi pendidikan Provinsi NTT dari provinsi lainnya, diterapkan Gong Belajar di seluruh masyarakat. Menurut Tempo,co, sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Nusa Tenggara Timur Johannes Mau mengatakan bahwa NTT bakal menerapkan sistem belajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa.

"Program ini namanya 'Gong Belajar'," kata Johannes pada konferensi pers di acara Rembuk Nasional, Depok, Selasa, 28 Februari 2012. Menurut Johannes, program ini punya tiga langkah. Langkah pertama adalah pengendalian jam belajar anak. Gubernur NTT akan mengingatkan siswa untuk pergi ke sekolah melalui seluruh radio pada pukul 06.15 hingga pukul 07.00. Sorenya, Gubernur kembali mengingatkan lewat radio agar anak-anak belajar dari pukul 17.00 hingga 19.00. "Gubernur juga akan mengingatkan untuk tidak menyalakan televisi pada waktu tersebut," kata Johannes.

Langkah kedua adalah dengan mengajak para siswa, khususnya siswa yang akan menghadapi ujian nasional, untuk membuat kegiatan belajar bersama. Langkah terakhir adalah memberikan penghargaan kepada guru yang dinilai istimewa. Penilaian didasarkan pada jumlah siswa yang mendapat nilai bagus. Johannes berharap, dengan program tersebut, tingkat pendidikan NTT akan meningkat.

Program ini dibuat karena kualitas pendidikan NTT yang tergolong rendah. Tahun lalu, menurut Johannes, peringkat kualitas pendidikan NTT adalah ke-33.

Kamis, 01 Maret 2012

Raimuna Nasional 2012: Nikmati Sensasi Pantai Tablanusu

Pantai indah dan memesona ini terletak dekat kantor Gubernur Papua. Dari Buper Waena cukup dengan naik mikrolet dengan bayar Rp3000,00. Sungguh, pantai ini sangat sensasional di banding pantai yang pernah Anda lihat.

Pantai dengan hamparan kerikil halus  sangat memuaskan bagi yang menyukai wisata alam, Depapre menawarkan alam yang masih hijau dengan perbukitan berumput luas. Mendekati Kampung Wisata Tablanusu, wisatawan disambut jalan yang membelah perbukitan di pinggir pantai. Dari ketinggian bukit tersebut, terlihat pemandangan Teluk Tanah Merah yang biru dan tenang serta gundukan-gundukan pulau kecil.

Pantai di Kampung Tablanusu tergolong unik. Berbeda dari pantai-pantai lain yang biasanya berpasir, pantai di Tablanusu tertutup kerikil-kerikil halus dengan diameter 1-4 sentimeter. Bentuknya mirip dengan batu kali yang licin.

Menyusuri pantai tersebut memberikan sensasi tersendiri. Ketika diinjak, kerikil-kerikil itu bergesekan yang memunculkan bunyi-bunyian unik. Dengan kaki telanjang, perjalanan itu bisa diibaratkan pijat refleksi. Uniknya lagi, tebaran kerikil tersebut tidak saja ditemukan di kawasan pantai, namun juga sampai ke halaman, bahkan di dalam, rumah penduduk.

Di pantai tersebut juga ditemukan kubangan-kubangan besar yang menjadi kolam alami. Yang juga unik, kolam-kolam alami itu memiliki dasar yang berisi kerikil-kerikil halus tadi.

Sebagai lokasi wisata percontohan, berbagai fasilitas pun sudah dibangun di Tablanusu. Tersedia hotel kelas melati. Atau, yang ingin alami bisa menikmati tinggal di pondok yang tersusun dari batang pohon kelapa.

Tidak hanya wisata pantai, Tablanusu juga menawarkan wisata petualangan dengan menyusuri perbukitan di belakang kampung tersebut. Jika beruntung, tersaji juga wisata budaya dengan penampilan tari-tarian khas masyarakat setempat.

Raimuna Nasional 2012: Kepulauan Riau Kirim 110 Peserta

Kwarda Kepri akan mengirimkan  110 Anggota Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengikuti  kegiatan Raimuna Nasional (Rainas) ke-X Tahun 2012 di Papua mendatang.  Ketua Kwarda Kepri, Kak Suhajar Diantoro menyebutkan bahwa keikutsertaan itu merupakan kewajiban. "Keamanan jangan dijadikan alasan tidak memberangkatkan karena kalau pemerintah sudah sepakat tempat di Papua tentu akan ada pengamanan", ujarnya. menurut pramuka.or.id pernyataan itu disampaiakn saat ditemui di kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Jalan Merdeka Timur No. 6 Jakarta.
 
Kalau adik-adik yang sudah biasa keluar masuk hutan, semakin jauh tempatnya semakin akan menambah pengalaman bagi mereka,” ungkap Kak Hajar yang sejak Siaga aktif berlatih pramuka.
Kak Hajar berharap sekembalinya dari kegiatan Rainas ke-X 2012, Pramuka di Kepri makin kreatif dan inovatif, apalagi yang ikut serta dalam kegiatan ini adalah Anggota Gerakan Pramuka yang sudah dikategorikan mampu menjadi teladan rekan-rekannya. “Jadi kami tinggal menyalurkan saja keinginan adik-adik. Apalagi kegiatan Raimuna ini kan untuk Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang secara usia sudah dewasa. Jadi kami sangat mendukung,”

“Soal biaya, kami Kwarda Gerakan Pramuka Kepri sudah sepakat kalau ada kegiatan nasional, ada biaya yang ditanggung oleh Kwarda dan selebihnya ditanggung Kwarcab pengirim. Itu semua sudah kami masukkan dalam Program Kwarda Gerakan Pramuka tahun 2012 yang penyusunannya pun di hadiri pengurus Kwarcab se-Kepukauan Riau. Jadi bebannya tidak terlalu berat karena tersebar di seluruh Kwarcab, meski ada juga yang tetap menjadi tanggungjawab Kwarda,” ungkap Kak Hajar yang sedikit mengeluarkan “resep”-nya memimpin Kwarda Kepri. (sumber: pramuka.or.id)

Tantangan Pembelajaran Berbasis Karakter

Betapa sangat berat guru dalam menanamkan karakter karena dampak informasi dan komunikasi yang bebas di seputar kehidupan siswa. Ketika guru mengajak siswa untuk jujur, di berita muncul keteladanan ketidakjujuran. Siswa menjadi gundah untuk mempercayai guru atau berita. Begitu pula, ketika siswa diajak berdisiplin oleh guru, siswa lebih banyak melihat dan mendengarkan ketidakdisiplinan para tokoh setiap detik di rumah maupun di sekolah. Sungguh, pembelajaran berbasis karakter penuh tantangan.

Guru yang tidak kuat daya lekat dalam diri siswa tentu akan menemukan kesulitan. Siswa lebih percaya informasi dari luar dibandingan dari diri guru. Oleh karena itu, mau tidak mau, guru harus menggunakan jutaan kiat dalam menanamkan karakter. Guru diharapkan menggunakan metode yang menurutnya paling pas dan sesuai dengan karakteristik siswanya.

Guru yang tidak menjiwai keguruan yang diembannya tentu saja tidak akan mampu mengajarkan karakter dengan maksimal. Itu yang menjadi problem saat ini. Guru setengah-setengah sebaiknya tidak mencoba-coba menerapkan pendidikan karakter karena akan diterima setengah juga oleh siswa.