Kamis, 26 Januari 2012

Wawancara Sukses untuk Meraih Pekerjaan

Setelah lulus, mantan mahasiswa mau ke mana? Pasti, mereka langsung menjawab dengan satu kata bekerja. Nah, dalam bekerja itu, syarat yang harus dipenuhi adalah keberhasilan wawancara. Tidak semua calon pekerja dapat lolos akibat rusak di wawancara, yakni gugup, tidak keluar kata, gemetar, ucapan ke sana-kemari, tidak jelas, tidak fokus, dan sebagainya.

Tempo.co melaporkan tentang wawancara sebagai pintu masuk dunia bekerja yang lebih baik. Wawancara didesain untuk melakukan satu hal: mengidentifikasi kandidat terbaik untuk pekerjaan yang diiklankan. Beberapa pertanyaan dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana Anda mengatasi kondisi tertekan, sementara pertanyaan lain ingin mengungkap kepribadian Anda atau untuk melihat bagaimana aspirasi karier Anda.

Jika Anda ingin menghindari bencana wawancara, berikut beberapa pertanyaan sulit yang biasa diajukan dan siasat untuk menjawabnya.

1. Ceritakan tentang diri Anda
Kelihatannya pertanyaan terbuka ini digunakan sebagai pertanyaan pemanasan untuk memberikan kesempatan kepada Anda agar bersinar. Namun tahan godaan untuk bercerita tentang sejarah hidup Anda. Yang diharapkan oleh pewawancara adalah dua atau tiga menit jawaban singkat mengenai siapa Anda dan mengapa Anda adalah kandidat terbaik untuk pekerjaan ini. Jadi berikan respons yang relevan dengan posisi yang Anda lamar.

2. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Anda harus melakukan riset sebelum wawancara mengenai rata-rata gaji untuk posisi yang Anda lamar. Jika mungkin, cobalah balik bertanya kepada pewawancara mengenai gaji yang ditawarkan. Biasanya mereka akan memulai dengan angka lebih rendah dari gaji sebenarnya karena mereka ingin mempertahankan biaya murah. Jadi, jika Anda dipaksa untuk menyebutkan angka, berikan angka dalam bentuk kisaran demi menghindarkan diri Anda dari pertentangan.

3. Mengapa kami harus memilih Anda?
Ini bisa jadi pertanyaan mematikan sekaligus mematahkan peluang Anda mendapatkan pekerjaan tersebut. Cara Anda menjawab bergantung dari penelitian pewawancara, harapan, dan persyaratan mereka. Jadi yang sebenarnya ditanyakan adalah 'Apa yang bisa Anda lakukan untuk perusahaan ini?’ Karena itu, jawaban Anda haruslah merespons keinginan tersebut.

4. Jika Anda adalah sebuah mobil, sebatang pohon, seekor binatang, Anda ingin jadi apa?
Membingungkan memang, tetapi beberapa pewawancara berkukuh bertanya mengenai pertanyaan seperti itu. Tidak ada jawaban benar atau salah. Pewawancara hanya ingin mengetes reaksi Anda saat tertekan untuk melihat apakah Anda bisa mengatasi hal-hal tidak terduga demi melihat sisi lain dari kepribadian Anda. Jangan terpaku pada dampak dari tipe mobil yang Anda katakan, tapi sadarlah bahwa Anda akan diminta untuk menjelaskan pilihan Anda.

5. Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang dulu?
Anda tahu bahwa ini akan diajukan sewaktu-waktu, jadi siapkan jawaban Anda terlebih dulu. Aturan mainnya adalah selalu mengingat sisi positif dari pekerjaan dan perusahaan Anda yang dulu. Sebab Anda tak akan pernah tahu mungkin Anda harus kembali. Selain itu, kemungkinan Anda juga membutuhkan referensi dari bekas atasan Anda kan?

6. Apa kelemahan-kelemahan Anda?
Banyak buku mengenai karier yang membantu Anda untuk menjawab pertanyaan ini. Sebagian besar dari saran tersebut adalah mengambil satu kelebihan Anda dan mengatakannya sebagai kelemahan. Misalnya ‘Saya bekerja terlalu banyak’. Namun jawaban seperti itu bisa jadi berdampak buruk karena dapat diartikan bahwa Anda tidak bisa mengorganisasi pekerjaan Anda secara efektif atau Anda tidak bisa mengatur jadwal Anda. Sebaiknya katakan kelemahan Anda yang sebenarnya beserta upaya Anda untuk mengatasinya.

7. Apa yang memotivasi Anda?
Secara ringkas ceritakan kepada pewawancara bahwa Anda termotivasi dengan prospek mendapatkan gaji seperti pesepak bola, atau ingin mengemudikan Bentley, atau punya rumah untuk berlibur di kawasan mewah. Berikan jawaban yang konstruktif sehingga pewawancara memahami bahwa Anda akan menguntungkan perusahaan tersebut.

8. Bagaimana rekan kerja Anda di tempat lama menjelaskan tentang diri Anda?
Pertanyaan ini adalah sinyal bahwa pewawancara menyukai Anda dan benar-benar berpikir untuk mengontak atasan lama Anda untuk meminta referensi. Ini adalah waktu bagi Anda untuk memilih dengan saksama orang yang Anda harapkan bisa memberikan referensi. Jadi jawablah pertanyaan ini dengan cara yang Anda harapkan atasan Anda akan merespons. (Sumber: Tempo.co/CAREERBUILDER/ ARBA’IYAH SATRIANI)

Rabu, 25 Januari 2012

Cara Membangun Harga Diri Anak

Harga diri atau self esteem adalah pandangan keseluruhan dari individu tentang dirinya sendiri. Membangun citra diri biasanya diawali pada masa kanak-kanak dan sangat tergantung dari apa yang dia dengar tentang dirinya dari orang lain.

Jadi, jika seorang anak selama masa hidupnya mendengar pujian, motivasi, dan kritikan yang membangun, maka kemungkinan besar anak itu akan berkembang menjadi pribadi yang baik dan memiliki rasa harga diri yang tinggi.
Di sisi lain, jika anak selalu dikritik, diperlakukan kasar dan tidak pernah diberikan penghargaan atas prestasi kecil yang dia dapat, maka anak cenderung tumbuh menjadi pribadi yang kurang memiliki kepercayaan diri.

Membangun kepribadian seorang anak normalnya dimulai dari lingkungan rumah. Kepribadian individu mulai terbentuk pada masa kanak-kanak, sehingga orang tua mempunyai tanggung jawab besar dalam pembentukan self esteem sang anak.
Berikut adalah beberapa tips untuk membangun rasa harga diri yang tinggi pada anak, seperti dikutip Lifemojo :

* Jadilah pendengar yang baik: Di tengah kehidupan modern saat ini, seringkali orang tua sulit meluangkan waktu untuk anak-anak mereka. Sesibuk apa pun, wajib bagi Anda untuk membagi waktu bersama anak-anak setiap hari. Tinggalkan semua pekerjaan Anda, duduk dan bicaralah dengan anak Anda seperti halnya Anda berbicara dengan orang dewasa..
* Pujilah Anak Anda: Anak Anda mungkin datang kepada Anda untuk menunjukkan suatu keahlian atau hasil ujian yang diperolehnya di sekolah. Berikan pujian kepada anak Anda untuk karyanya, namun jangan berlebihan.
* Jangan bandingkan: Orang tua sering membandingkan satu anak dengan anak lain atau tetangga dengan maksud bahwa anak Anda dapat berubah dan menjadi seperti yang Anda harapkan. Namun, ini bukanlah cara yang benar karena dapat mengarah ke pembentukan perasaan rendah diri pada anak yang bersangkutan.
* Jangan mengkritik terlalu keras: Kritik yang keras selalu membawa hasil yang merugikan. Jika Anda ingin mengkritik, lakukan dengan kata-kata yang halus dan jangan sampai menyinggung perasaannya.
* Jadilah contoh: Anak-anak umumnya tidak terlalu bisa banyak mengingat nasihat dari orang tua mereka. Akan tetapi mereka cenderung mengamati perilaku dan sikap Anda. Jadi, berikanlah panutan yang baik pada anak-anak Anda. (Sumber: Kompas.health)

Diklat untuk Pengawas Sekolah harus Bermutu

Kompas.com melaporkan bahwa pengawas sekolah akan dilatih. Sebanyak 6.000 pengawas sekolah mulai jenjang TK sampai dengan SMA/SMK bakal segera mendapat pelatihan. Para pengawas ini perlu mendapatkan perhatian dalam peningkatan kompetensi kepengawasan dan memantau kinerja kepala sekolah. Pengawas sekolah dipilih dari guru dan kepala sekolah yang berkualitas. Para pengawas yang berasal dari latar belakang berbeda ini perlu disiapkan untuk menjadi pengawas yang mumpuni.
”Mereka seharusnya punya kemampuan yang melebihi kepala sekolah dan guru karena tugasnya mengawasi mereka,” kata Muhammad Hatta, Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di Jakarta, Selasa (24/1).
Menurut Hatta, saat ini ada sekitar 23.000 pengawas sekolah. Setiap pengawas mengawasi sekitar 10 sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMA/SMK.
Yayat Ibayati dari Seksi Bidang Peningkatan Mutu Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) mengatakan, pengawas sekolah mesti didorong untuk mau berubah. Untuk itu, penguatan kompetensi perlu dilakukan.
”Pelatihan untuk pengawas terbatas. Para pengawas sering melakukan secara mandiri lewat kelompok kerja pengawas sekolah yang bertemu seminggu sekali,” kata Yayat yang juga Ketua Kelompok Kerja Pengawas Kota Bandung.
Menurut Yayat, pengawas mesti selalu melek dengan regulasi atau kebijakan pusat dan daerah sehingga dapat membantu sekolah dalam penyesuaian dan perubahan. Rekrutmen pengawas sekolah ini harus betul-betul dan dipersiapkan secara khusus. ”Jika daerah memilih dari kepala sekolah, ya, yang harus terlihat kinerjanya selama ini baik,” kata Yayat.
Sulistiyo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), mengatakan, para pengawas sekolah  berasal dari guru dan kepala sekolah. Karena itu, penguatan profesionalisme dan kompetensi guru merupakan langkah awal untuk menyiapkan calon-calon pengawas sekolah yang mumpuni.

Siswa Indonesia Berjaya lagi di Ajang Internasional

Kompas.com melaporkan bahwa tujuh pelajar Indonesia berhasil meraih 3 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu di International Zhautykov Olympiad (IZHO).
Olimpiade di bidang Matematika, Fisika, dan Komputer ini diselenggarakan pada 15-21 Januari di Almaty, Kazakhstan. Ajang itu diikuti 343 peserta dari 54 tim yang berasal dari 18 negara.
Indonesia mengirimkan sembilan siswa yang dipimpin Anton Wardaja dan Zainul Abidin.
Peraih medali emas adalah Erwin Handoko Tanin (SMA Sutomo 1 Medan), Albert Datui (SMK Penabur Gading Serpong, Banten), dan Limiardi Eka Sancerio (SMAK Penabur Gading Sepong, Banten).
Medali perak dipersembahkan Christa Lorenzia Soesanto (SMA St Laurensia, Banten), Fransisca Susan (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, dan Peter Tirtowijoyo Young (SMAK St Louis 1, Surabaya).
Medali perunggu dipersembahkan Indhika Fauzhan Warsito (SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta). ”Hanya 50 persen dari peserta yang berhasil meraih medali,” kata Anton di Jakarta, Minggu (21/1).

Biasakan Anak Berdebat agar Masa Depan Anak Cerah

Anak yang suka berdebat bagi sebagian orang tua dianggap sebagai suatu gangguan. Namun penelitian terbaru menunjukkan fakta sebaliknya. Remaja yang suka berargumen atau berdebat dengan orang tuanya ternyata mempunyai masa depan yang cerah.

Penelitian yang dilakukan di University of Virginia, Amerika Serikat, ini menemukan bahwa para remaja yang didorong untuk mengekspresikan pendapat mereka dengan cara yang tenang dan penuh percaya diri ternyata bisa melakukan hal yang sama kepada teman-teman sebaya mereka.

Karena itu, para peneliti menyarankan orang tua untuk tidak melihat perdebatan dengan anak remaja mereka sebagai sesuatu yang harus diredam, tetapi justru menjadi ‘dasar pelatihan kritis’ bagi anak-anak mereka untuk belajar mengenai kehidupan, khususnya tentang cara untuk berbeda pendapat.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 40 persen dari mereka yang bisa mengungkapkan pendapatnya dengan baik dan percaya diri akan cenderung berkata ‘tidak’ saat mereka ditawari obat-obatan terlarang atau alkohol oleh teman-teman sebaya mereka, ketimbang mereka yang tak pernah berargumen dengan orang tuanya. Sebaliknya, para remaja yang memilih diam saat dinasihati orang tua karena menilai bahwa menjawab pernyataan orang tua adalah suatu yang tak bermanfaat, cenderung untuk menerima tawaran berbahaya dari teman sebaya.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal Child Development ini merekam 157 anak berusia 13 tahun dalam video dengan meminta mereka mengungkapkan perdebatan sengit dengan orang tua mereka. Video ini kemudian diputar ulang di depan para orang tua dan anak-anaknya.

Menurut psikolog Joseph P. Allen, yang melakukan penelitian ini, seperti dikutip Daily Mail edisi 5 Januari 2012, “Para orang tua bereaksi dengan cara yang berbeda-beda. Sebagian dari mereka tertawa tak nyaman, sebagian membelalakkan mata, dan sebagian lain merespons dengan berkata’ OK, kita bicarakan ini’.” Remaja-remaja itu kemudian diwawancarai lagi ketika mereka berusia 15-16 tahun.

Dikatakan Allen, “Adalah para orang tua yang mengatakan bahwa mereka ingin berbicara dengan cara yang benar dan kami menemukan bahwa remaja yang belajar untuk mengatasi perbedaan pendapat dengan orang tua mereka melakukan hal yang sama dengan teman sebayanya.”

“Kami meminta orang tua untuk menganggap bahwa argumentasi bukanlah gangguan, tetapi sebagai sebuah dasar untuk pelatihan kritis,” ujar dia.(Sumber: Tempo.co/DAILY MAIL/ARBA’IYAH SATRIANI)

Otak Terganggu jika Remaja Kecanduan Internet

Tempo.co melaporkan bahwa Peneliti dari Chinese Academy of Science telah mempublikasikan hasil penelitian bahwa remaja yang kecanduan Internet akan mengalami gangguan berperilaku seperti kecemasan, gangguan emosional, hubungan sosial bermasalah, dan kesulitan mengelola waktu.

Para peneliti Cina memindai penampang otak remaja yang terdeteksi menderita gangguan kecanduan Internet atau Internet addiction disorder (IAD) dan 20 penampang otak remaja biasa. Kemudian peneliti membandingkan dan menganalisis secara fisiologis penampang otak para remaja itu.

Hasilnya, remaja dengan gangguan kecanduan Internet memiliki masalah pada penampang otaknya. Para peneliti menyimpulkan bahwa otak remaja dengan IAD tidak sehat, sehingga mempengaruhi perilaku mereka.

Pada otak remaja dengan IAD ditemukan kerusakan di serabut materi putih otak yang berfungsi menghubungkan otak terhadap pengolahan emosi, perhatian, pengambilan keputusan, dan kontrol kognitif.

Meski begitu hasil penelitian ini tidak dapat diterima mentah-mentah. Sebab jumlah peserta penelitian yang kecil dan hasilnya hanya menunjukkan signifikansi yang tidak menyeluruh.

Selain itu, kecanduan Internet adalah gangguan yang relatif baru. Padahal penelitian lebih besar yang menggunakan istilah lain sudah pernah dilakukan. Namun penelitian itu tidak diakui dan tidak diterima secara universal.

Senin, 23 Januari 2012

Tips Sukses Sertifikasi Guru 2012

Inilah tips sukses Sertifikasi Guru 2012.

  1. Senantiasa mengakses situs situs yang banyak meluncurkan informasi yang berhubungan langsung dengan sertifikasi guru dengan alamat NUPTK online, dikti. Sertifikasi guru , LPMP, rayon PSG
  2. Ikuti dengan seksama, jangan malas dan ngobrol sendiri, sosialisasi sergur 2012 oleh LPMP Provinsi yang dilaksanakan di Kabupaten.
  3. Update NUPTKAnda
  4. Siapkan Surat tugas mengajar, Ijazah S1,SK Pangkat terakhir dan foto anda.
  5. Untuk sementara, acuan sergur 2012 adalah buku juknis dan rambu rambu sertifikasi guru 2011.
  6. Cari info dari teman guru yang telah mengikuti sergur 2011, materi apa saja yang telah dilakukan pada saat diklat.
  7. Lakukan tes PLPG dengan seksama.
  8. Perbanyak baca buku pendidikan dan materi inti bidang studi masing-masing
  9. Berlatihlah peerteaching agar anda tidak canggung. anda bisa memulai berlatih peerteaching dengan teman guru yang lain di pertemuan KKG.
  10. Calon setifikasi guru tidak dikenakan biaya hingga memperoleh sertifikat. Semua biaya di tanggung Negara.

Sabtu, 21 Januari 2012

SMKN 1 Kota Madiun Rakit Dua Unit Truk Mini

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Madiun, Jawa Timur, berhasil merakit dua unit mini truk sekaligus mengujicobanya di halaman sekolah, Jum’at, 20 Januari 2012.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Madiun, Sigit Dewantoro, mengatakan program perakitan ini sama dengan SMK lainnya. “Ini bagian dari progam pembelajaran untuk perakitan yang dicanangkan Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, mobil Esemka rakitan siswa SMK di Solo muncul lebih dahulu karena mereka lebih awal menerima suku cadang. SMK Negeri 1 Madiun baru menerima suku cadang akhir Desember 2011.

Beberapa SMK di Jawa Timur memang kebagian suku cadang untuk mini truk sedangkan SMK di Jawa Tengah kebagian suku cadang mobil Sport Utility Vehicle (SUV).

Mini truk yang dirakit siswa SMK Negeri 1 madiun adalah Type Esemka 1.5i bermesin 1.500 cc dengan sistim pembakaran injeksi atau Injection Control Unit (ICU). “Sistim pembakarannya tidak memakai karburator tapi melalui ICU,” kata guru yang juga Wakil Manajer Mutu perakitan mini truk Esemka SMK Negeri 1 Madiun, Setyo Budi.

Untuk merakit mini truk Type Esemka 1.5i hanya membutuhkan waktu tiga hari. Fredy, Imron dan teman-temannya di Kelas XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan secara bergantian melakukan pekerjaannya. “Kami melakukan perakitan sesuai jam produktif pembelajaran,” ucap Imron. (Sumber: Tempo.co)

Jumat, 13 Januari 2012

Mengajar dengan Ikhlas akan Panjang Usia

Benarkah mengajar dengan ikhlas akan panjang usia? Banyak orang mengatakan bahwa gurunya zaman dahulu yang sekarang masih menikmati masa tuanya rata-rata adalah guru yang saat dahulu sangat ikhlas, tabah, dan baik hati. Sebaliknya, menurut mereka, gurunya zaman dahulu yang terkenal jahat justru telah tiada alias suah meninggal.

Guru yang mudah marah akan sering membuang energi hanya untuk marah. Energi terbuang untuk membesarkan bola mata, memerahkan mata, menegangkan otot leher, dan memicu syaraf ke otak untuk dengan kencang mengalirkan darah. Energi terbuang itu tentu sia-sia bagi harta karun tubuh. Lalu, ketegangan itu, lambat-laun akan merusak sel tubuh dan mendatangan penyakit. Hasilnya, tubuh akan rentan.

Jadi, guru yang ikhlas tidak akan membuang energi seperti itu. Kegembiraan yang diwarnai senyum akan menguatkan hati dan menentramkan jiwa. Syaraf mengendur dengan keceriaan yang merenggangkan mata. Siswa juga akan senang dan sembari mendoakan akibat merasakan kenyamanan belajar.


Kamis, 12 Januari 2012

Cara Mengajar dengan Menyenangkan dan Menyehatkan

Banyak guru yang sebenarnya mengajar hanya berulang-ulang gaya sehingga menyedihkan siswa. Siswa jenuh dan penuh kepura-puraan. Walhasil, guru tersebut cepat sakit akibat terlalu banyak energi marah dikeluarkan. Kasihan juga guru seperti itu. Nah, jika ingin tetap sehat sampai tua, cobalah guru mengajar dengan menyenangkan dalam kondisi apapun.

Bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan itu? Para guru, di antaranya, dituntut untuk cekatan merespons kebutuhan siswa, selalu siap untuk berdiskusi, dab menjadi pendengar yang baik atas persoalan belajar siswa.  Tetapi, untuk melaksanakan itu semua, yang tak kalah penting adalah memberikan “aturan main” yang jelas, dan berikan kesempatan bagi siswa untuk memberikan umpan balik.

Kedengarannya memang mudah. Bagaimana mempraktikkannya? Ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu Anda untuk menciptakan komunikasi yang efektif antara pengajar dan anak didik:

1. Mulailah pada hari pertama sekolah
Pada setiap awal tahun ajaran, atau semester, carilah waktu yang tepat untuk membuat semua aturan, dan kesempatan bagi siswa untuk berkomunikasi tentang berbagai situasi, termasuk pada siswa yang ‘bermasalah’. Seorang guru harus memastikan bahwa siswa merasa didekati sejak hari pertama sekolah.

2. Jadilah proaktif
Seorang guru harus berjuang ke arah gaya mendidik yang proaktif. Selain ada keuntungan dari momen yang spontan, tapi dapat juga digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa, misalnya mengatur jadwal berdiskusi di luar jam mengajar.

3. Menjadi pendengar yang aktif
Mendengarkan secara aktif menunjukkan bahwa guru benar-benar mencoba untuk memahami secara verbal dan nonverbal pesan yang disampaikan, merasakan perasaan, dan pikiran. Menjadikan siswa yakin dan merasa dihargai bahwa apa yang mereka sampaikan mendapatkan perhatian.

4. Pastikan Anda mengatakan, "Saya mendengar Anda"
Seorang guru harus memvalidasi apa yang dikatakan oleh semua siswanya. Namun, validasi tidak berarti bahwa guru setuju atau percaya dengan segala hal yang dikatakan siswa, tetapi lebih untuk mengakui sudut pandang para siswa. Validasi membantu siswa percaya bahwa guru mendengarkan dan menghormati pendapat mereka. Misalnya, sebuah komentar seperti, "Aku senang kamu bisa berbagi pemikiran. Saya tentu tidak langsung setuju dengan perspektif Anda, tapi saya ingin mendengar lebih banyak."

5. Lakukan seperti Anda ingin diperlakukan

Seorang guru tentu ingin dan mengharapkan orang lain memperlakukan kita dengan hormat, berkomunikasi dengan jelas, dan memberikan tanggapan yang sesuai. Sikap empati dan melibatkan diri berdiskusi dengan siswa akan mengurangi sikap defensif dan memungkinkan para siswa merasa nyaman.

6. Jangan menghakimi dan menuduh
Seorang guru tentu ingin siswanya mengerti apa yang diajarkan tanpa membenci guru atau mata pelajarannyanya. Untuk itu, seorang guru sebaiknya tidak menghakimi, dan menuduh, tetapi harus memberikan pesan yang mudah ditafsirkan. Itu akan meningkatkan probabilitas siswa mendengarkan apa yang guru katakan.

7. Berkomunikasi secara jelas dan singkat
Banyak guru berusaha untuk menyampaikan banyak informasi pada satu waktu, tetapi itu akan membuat  siswa kelebihan beban informasi, kewalahan, dan sulit mencerna. Maka itu, seorang guru selaiknya melakukan komunikasi yang rutin, singkat, dan terfokus dengan siswanya. Sebab, tidak semuanya harus diselesaikan dalam satu diskusi.

8. Menjadi model kejujuran dan martabat
Siswa sangat cerdik dalam memahami kejujuran guru. Seorang guru harus mengakui jika tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan yang diajukan siswanya. Tetapi, guru harus berjanji untuk berupaya menemukan jawaban sebelum kelas berikutnya. Tidak jujur adalah kesalahan dalam mendidik.

9. Menerima pengulangan
Komunikasi adalah proses yang berkelanjutan. Siswa mungkin harus mendengarkan apa yang diajarkan berkali-kali sebelum mereka memahami dan masuk ke dalam pikirannya.

10. Ciptakan humor

Humor adalah bahan penting dalam proses komunikasi. Humor dapat meringankan, dan menjadi fasilitas yang baik ketika seorang guru tengah mengajarkan sesuatu kepada muridnya.