Senin, 31 Oktober 2011

Pramuka Penggalang Tetap Berjaya


Upacara peringatan Gerakan Pramuka di Gudep 0595/0596 yang berpangkalan di SMP Negeri 1 Kebonagung, Pacitan, tahun ini terasa berbeda. Upacara yang dikemas oleh Muji Astuti, S.Pd, M.Si dan dibantu adik-adik Pasoka (Paguyuban Alumni Scout Kebonagung) terasa sangat spesial. Di halaman depan sekolah, tampak berdiri gagah menara bambu setinggi 15 meter yang di atasnya tak henti-hentinya berkibar berdera Merah Putih, bendera Tunas Kelapa, dan bendera Leli. Sedangkan sepanjang jalan depan sekolah terpasang 50 bendera Tunas Kelapa. Sengaja dipasang 50 bendera Tunas Kelapa karena tahun ini tepat peringatan 50 Tahun Gerakan Pramuka.
Selain acara penyematan Tanda Penghargaan Tahunan dan Pramuka Garuda bagi beberapa siswa, upacara dilanjutkan peresmian sanggar Pramuka yang diawali dengan peluncuran Tabuh Sakral Penghapus Kebodohan yaitu tabuh/alat pemukul yang dibawa naik menara bambu oleh Rendy Adhuka siswa kelas IXC, kemudian menggunakan tali yang terikat kuat di pinggangnya, dengan lincahnya ia meluncur sambil membolak-balikkan badannya di udara seolah-olah ingin menunjukkan bahwa seorang Pramuka harus lincah dan trampil menghadapi tantangan. "Serasa berjoget di angkasa", ujar Rahmad Nur Samsu, ketua Dewan Penggalang. Pemandangan ini menbuat decak kagum para siswa juga guru. Namun, ada pula beberapa ibu guru yang was-was menyaksikan atraksi Rendy.
Sesampaikan di bawah, alat pemukul diserahkan kepada Kak Parosa, S.Pd selaku Kamabigus SMP Negeri 1 Kebonagung. Selanjutnya, diterima siswa yang sudah siap membawa nampan. Kamabigus, diikuti para guru dan Karyawan menuju Sanggar Pramuka yang terletak persis di belakang Gedung Serba Guna. Sesampai di depan gang samping gedung Serba Guna, sudah terdengar sayup-sayup lagu-lagu Pramuka yang mengiringi dibacakan narasi prosesi peresmian.
Peresmian sanggar diawali  dengan cuci tangan menggunakan air suci kembang setaman, dilanjutkan pemukulan Jun (tempat air dari tanah liat) oleh Kamabigus. Jun warna hitam dengan dindingnya dipenuhi tulisan berupa sifat-sifat jelek manusia, sebagai simbol menghancurkan sifat-sifat jelek manusia termasuk menghapus kebodohan lewat ilmu-ilmu yang ditanamkan Pramuka. Sehingga, diharapkan para anggota Pramuka Indonesia menjadi anggota Pramuka yang berkualitas, dan menjadi satu Pramuka satu Indonesia, seperti  harapan yang tertulis dan muncul tergantung menjuntai dari dalam Jun setelah Jun hancur dipukul. Aroma taburan kembang setaman dan irisan pandan, serta untaian melati yang melilit alat pemukul, menambah khidmat dan sakralnya suasana. Selanjutnya, penanaman cikal di halaman samping sanggar, dengan harapan dalam hidupnya pramuka SMP Negeri 1 Kebonagung dapat bermanfaat di masyarakat sebagaimana cikal yang mencerminkan bahwa Pramuka sangat bermanfaat dalam kehidupan di masyarakat. Terakhir, penandatanganan Prasasti sebagai tanda diresmikannya sanggar pramuka Gudep 0595/0596 pangkalan SMP Negeri 1 Kebonagung.
Kamabigus dan diikuti yang lainnya berkenan melihat hasil lomba poster tema, “Majulah Pramuka Indonesia” yang dipajang di dinding dalam dan luar sanggar. Selain itu, rombongan berkenan menyaksikan hasil lomba pioneering yang tampak berjajar rapi melatarbelakangi penanaman cikal.
“Ini baru luar biasa, saya bangga” kata Kak Parosa. “Puasa bukan halangan untuk berkarya, menyulap gudang kumuh bekas sarang burung sriti berubah menjadi sanggar pramuka yang lebih bermanfaat,” imbuhnya sebelum meninggalkan sanggar sambil menerima souvenir gantungan kunci berbentuk cikal. (Tik)


1 komentar:

Scout of Lampung mengatakan...

Jaya terus Pramuka Indonesia