Sabtu, 04 Februari 2012

Guru Baru dari Unesa Mengajar di Sumba Timur NTT

Guru baru dari Unesa menyemarakkan program SM3T di Sumba Timur NTT. Mereka bermanfaat dan sangat ceria berada di daerah terpencil. Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Muchlas Samani, mengaku puas setelah melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi Program SM3T (Sarjana Mengajar di daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan) di kabupaten Sumba Timur, NTT . Kegiatan yang berlangsung selama empat hari terhitung sejak Rabu (25/1) tersebut mengunjungi 21 kecamatan penempatan guru SM3T. “Hari ini kita bergembira ternyata kehadiran SM3T betul-betul memberikan manfaat kepada warga sekolah, terlebih lagi para sarjana pendidikan yang baru tersebut sangat ceria dalam menjalankan pengabdiannya, mereka dapat memahami dan berempati dengan kondisi pendidikan di sini” ujar Muchlas di sela-sela kepulangannya kembali ke Surabaya.
Selama penelusuran monitoring  dan evaluasi di daerah tersebut, Muchlas mengaku banyak menemui para guru SM3T yang gigih dalam pengabdian, bahkan menurut Muchlas tidak sedikit dari peserta SM3T yang berniat kembali mengabdi di Sumba Timur “ Hingga saat ini paling tidak saya sudah mengantungi data 21 peserta dari 241 peserta asal  UNESA yang berniat kembali mengabdi setelah menyelesaikan program PPG (Pendidikan Profesi guru), inilah hal yang betul-betul kita harapkan” jelas Muchlas.
Program SM3T diluncurkan pada medio Desember tahun lalu di Surabaya oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh. Tujuan program ini adalah mengisi kekurangan guru pada daerah-daerah yang terkatagori terdepan, tertinggal dan terluar. Bagi Muchlas sendiri tujuan lainnya dari program ini adalah memperkenalkan pada para sarjana pendidikan yang baru saja lulus mengenai gambaran kondisi pendidikan di Indonesia, “ Dengan kedua tujuan tersebut diharapkan tumbuh sebuah harapan untuk mereka mengabdi di daerah 3T tersebut”.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, Obed Hilungara, mengungkapkan bahwa kehadiran SM3T memang diharapkan mampu melapisi kekurangan guru yang selama ini menjadi persoalan pendidikan yang paling mendasar, “Kalau kita lihat dari segi guru per mata pelajaran kita mengalami kekurangan sekitar 1030 guru dan bila dilihat dari kualifikasi akademik guru di sini baru 35% yang terkualifikasi D3,D4 atau S1 sisanya masih berpendidikan SPG setara, jadi memang program SM3T ini sangat membantu kami dalam pemenuhan kebutuhan guru tersebut ” ucap Obed. Kabupaten Sumba Timur sendiri mendapatkan lebih dari 300 guru SM3T yang terdiri dari 241 peserta asal UNESA,60 peserta asal UNM (Universitas Negeri Makassar) dan 37 peserta yang diampu oleh UNIMA (Universitas Negeri Manado).
Obed pun berharap dampak postif atas kehadirian guru SM3T ini terus berlanjut hingga di gelarnya Ujian Nasional (UN), karena tingkat kelulusan UN di NTT selama ini sangatlah rendah “ Dalam penempatanan guru-guru SM3T rata-rata kita tempatkan di Satap (sekolah satu atap) dan SMP yang memiliki kekurangan pada mata pelajaran yang di UN kan, harapan kami dengan program SM3T ini dapat mendongkrak naik lagi tingkat kelulusan di NTT”.
Tantangan pendidikan di Sumba Timur tidaklah  mudah untuk dijawab, Sindung Oki, salah satu guru SM3T yang diampu oleh UNESA, mengatakan bahwa selain kekurangan guru, sarana parasana yang terbatas menjadi kendala pendidikan di daerah tersebut “ Disini kelasanya memang terbatas, hanya ada dua kelas, maka tiap hari terjadi kelas rangkap. Kelas 1,2,3 digabung menjadi satu ruang kelas dan ruang kelas satunya lagi untuk 4,5 dan 6”. Jelas Sindung yang kini mengabdi di SDN Laitaku Paberewai.
Walaupun begitu Sindung mengakui sudah memiliki solusinya, “ Bagaimana cara mengajar 3 kelas, 3 mata pelajaran dengan 1 guru sudah kami peroleh ilmunya selama pelatihan di Surabaya” jelas Sindung sambil mengutarakan bahwa pada awalnya dirinya cukup sulit dalam membiasakan penjadwalan pada peserta didik, “ pertama kali saya ke sini tidak ada yang namanya penjadwalan mata pelajaran, jadi semuanya hanya berdasarkan keinginan guru saja”
Irman, guru SM3T asal UNM mengamin yang dikatakan oleh Sindung, menurutnya kondisi tersebut menjadikan dirinya dan Sindung selalu berdiskusi tentang mata pelajaran yang akan di sampaikan mereka besok “ setiap malam kami berdiskusi mengenai indikator pengajaran di tiap kelasnya, karena di setiap ruang kelas terdapat jenjang yang berbeda” kata Irman.
Dengan segala keterbatasan baik guru maupun sarana prasarana, mereka menyadari bahwa para peserta didik memiliki modal yang besar. “ Mereka sangat bersemangat untuk sekolah, antusiannya sangat luar biasa, tiap hari mereka harus berjalan berbukit-bukit untuk sampai sekolah dan belajar “ ucap Irman.
Antusias yang serupa ditemui pula oleh Risky Ardhayani, guru SM3T asal UNESA. Risky yang mengajar matematika untuk SMPN 1 Pabarewei mengatakan bahwa tidak sedikit dari peserta didik yang meminta tambahan jam pelajaran hingga larut malam “ mereka sangat bersemangat untuk mengikuti jam tambahan, terkadang hingga pukul 9 atau 10 malam, saya selalu khawatir ketika mereka pulang. Saya sering meminta mereka pulang lebih cepat, tetapi mereka masing ingin terus belajar” ujarnya.
Antusias dan semangat itulah yang membuat para guru SM3T ceria dalam melaksanakan pengabdiaanya, mereka pun merasa diterima oleh warga sekitar, “ saya selama ini jarang sekali potong ayam, kini hampir 5 kali dalam sebulan saya dikasih ayam oleh orang tua siswa” jelas Sindung sambil tersenyum. Irman pun merasakan hal yang sama, dirinya merasa menemukan pengalaman dan pandangan yang baru tentang dunia pendidikan, “ Di sini saya melihat bahwa tugas guru amatlah mulia, dan di sini juga saya menemukan Indonesia. Kini saya menyadari bahwa untuk membenahi pendidikan tidak cukup dengan berteriak tetapi kita harus bertindak “ . (sumber:www.dikti.go.id)

Jumat, 03 Februari 2012

Sertifikasi Guru 2012: Uji Kompetensi Awal (UKA) Jangan Jadi Hantu

Saat ini, guru yang akan ikut sertifikasi pendidik 2012 merasakan bahwa Uji Kompetensi Awal (UKA) sebelum PLPG dijadikan hantu. Mereka takut dan gundah gulana dalam menghadapinya karena kata uji. Padahal, uji kompetensi adalah hal yang biasa. Sebiasa para guru memberikan uji KD kepada siswanya.

Jangan takut dengan UKA. UKA tentu dikemas sesuai dengan kemampuan guru. Soal yang disajikan berbentuk objektif. Guru tinggal memilih mana yang benar di antara pilihan itu. Kemudian, karena UKA adalah uji dengan tes standar berarti UKA mempunyai kisi-kisi. Nah, pelajari saja kisi-kisinya. Tentu, guru akan dapat menghadapi UKA.

Pada artikel sebelumnya di garduguru ini, telah dilansir alamat kisi-kisi yang dapat diunduh para guru. Jadi, jangan jadikan UKA sebagai hantu tetapi jadikan sebagai kegiatan yang mengasyikkan dan menggembirakan karena ini merupakan kesempatan kemampuan guru dilihat senyatanya.

Kamis, 02 Februari 2012

Sertifikasi Guru 2012: Peserta Berdasarkan Urutan

Peserta sertifikasi guru 2012 terlihat tertib dan tersistem karena sejak awal daftar nama calon peserta sudah diekspos. Hebat. Ke depan, pola seperti ini perlu ditiru. Daftar calon peserta sertifikasi guru yang ditampilkan sesuai dengan data yang tersimpan dalam data NUPTK yang telah diperbaiki sampai dengan tanggal 1 Desember 2011 dan diurutkan berdasar kriteria berturut turut:
  1. Usia.Usia dihitung berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang tercantum dalam akta kelahiran atau bukti lain yang sah.
  2. Masa Kerja.Masa kerja dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru baik sebagai PNS maupun bukan PNS.
  3. GolonganPangkat/golongan adalah pangkat/golongan terakhir yang dimiliki guru saat dicalonkan sebagai peserta sertifikasi guru. Kriteria ini adalah khusus untuk guru PNS atau guru bukan PNS yang telah memiliki SK Inpassing. (sumber:www.sergur.kemendiknas.co.id)

Sertifikasi Guru 2012: Sudah Tersedia 52 Kisi-Kisi Uji Komptensi Awal sebelum ikut PLPG

Pelaksana sertifikasi guru 2012 telah menyiapkan kisi-kisi uji komptensi awal (UKA) sebanyak 52 bidang studi bagi guru yang akan mengikuti sertifikasi guru 2012. Bidang studi itu mencakup SD, SDLB, SMP, SMA, dan SMK.

calon peserta UKA agar dapat lolos mengikuti PLPG 2012 disarankan untuk mengunduh kisi-kisi tersebut di www.sergur.kemdiknas.go.id dan jangan lupa kisi tersebut dikembangkan ke dalam soal. Rasanya, guru sangat terbiasa mengembangkan kisi menjadi soal. Kalau tidak dapat meramalkan soalnya, silakan berkelompok untuk menindaklanjuti kisi-kisi tersebut.

Ini UKA yang teramat mudah karena kisi-kisi sudah tersedia dengan lengkap termasuk cakupan materi yang akan diujikan. Selamatlah, garduguru ucapkan agar Anda lolos Sertifikasi Guru 2012.

Sertifikasi Guru 2012: Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal (UKA)

Kebingungan guru yang akan mengikuti uji kompetensi awal sebelum ditentukan ikut PLPG 2012 terjawab sudah. Para guru tidak perlu ragu dan jengah karena kisi-kisi uji kompetensi awal sudah dikeluarkan oleh pemerintah melalui www.sergur.kemdiknas.go.id.

Jika kita mencermati kisi-kisi yang sudah diterbitkan untuk semua bidang studi, baik SD, SMP, maupun SMA/SMK, tampak bahwa materi kisi-kisi tidak jauh dari materi pelajaran bidang studi tersebut. Yang akan diujikan bidang studi bahasa bahasa Indonesia adalah wawancara, pidato, diskusi, surat dinas, memo, ciri karangan, dan penulisan daftar pustaka. Begitu pula bidang studi lainnya, sangat mudah materinya.

Tiap calon peserta PLPG 2012 tentu akan dengan mudah menjawab jika memang mereka guru bidang studi yang dimaksud. Agar lebih afdol, guru perlu belajar lebih giat tentang materi yang dicakup ke dalam kisi-kisi uji kompetensi awal itu. Selamat menikmati kisi-kisi UKA.

Sertifikasi Guru 2012: Inilah yang Harus Dilakukan Guru

  1. Cek dalam daftar calon peserta menggunakan tombol pencarian dengan memasukkan NUPTK
  2. Jika nama Anda termasuk dalam daftar calon peserta segera hubungi dinas pendidikan setempat untuk mendapatkan Format A0
  3. Mengoreksi dan memperbaiki data pada Format A0 (data ini tidak boleh salah karena kemudian akan digunakan sebagai acuan untuk sertifikat pendidik) Data yang dikoreksi adalah nama lengkap harus sesuai dengan dokumen lainnya (ijasah atau SK PNS); golongan (bagi PNS); tempat dan tanggal lahir; ijasah, tahun lulus, dan nama perguruan tinggi; nama sekolah tempat mengajar. Dokumen yang dijadikan acuan verifikasi nama dan tempat tanggal lahir peserta bagi guru PNS adalah SK PNS, sedangkan bagi guru bukan PNS adalah ijasah terakhir dari perguruan tinggi.
  4. Mengisi pola sertifikasi yang dipilih.
    • Pola portofolio bagi guru yang memiliki dan memenuhi skor minimal portofolio (kuota maksimal 1%).
    • Pola PLPG bagi guru yang tidak memenuhi skor minimal portofolio.
    • Pola pemberian sertifikat secara langsung (PSPL) bagi guru yang telah memenuhi syarat PSPL.
  5. Menetapkan bidang studi yang akan disertifikasi Bidang studi tersebut harus ditetapkan sendiri oleh guru yang bersangkutan sesuai dengan kompetensi yang dikuasainya. Harus disadari oleh guru bahwa bidang studi ini akan terus melekat dalam tugas mengajar yang akan dilaksanakan oleh guru selama guru tersebut mengajar. Dengan kata lain, guru harus konsisten dengan pilihannya secara profesional karena guru harus mengajarkan bidang studi atau mata pelajaran tersebut selama bertugas sebagai guru.
    Penetapan bidang studi sertifikasi mengikuti ketentuan sebagai berikut:
    • sesuai dengan program studi S-1 (linier),
    • apabila tidak sesuai (tidak linier) dengan program studi S-1, dapat menggunakan program studi D-III,
    • apabila tidak sesuai (tidak linier) dengan program studi S-1 dan program studi D-III, guru dapat menetapkan bidang studi yang serumpun dengan program studi S-1 dan D-III,
    • apabila tidak sesuai (tidak linier) dengan program studi S-1 dan program studi D-III, guru dapat menetapkan bidang studi sertifikasi sesuai dengan mata pelajaran, rumpun mata pelajaran, atau satuan pendidikan yang diampunya, dan harus memiliki masa kerja minimal sudah 5 tahun berturut-turut mengajar mata pelajaran tersebut.
  6. Mengumpulkan berkas/dokumen/portofolio ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
  7. Memantau proses penetapan peserta melalui website www.sergur.pusbangprodik.org
  8. Menerima Format A1 berisi nomor peserta sebagai bukti terdaftar sebagai peserta sertifikasi guru
  9. Mencari informasi tentang pelaksanaan uji kompetensi awal (bagi peserta PLPG) ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota masing-masing

Tips Sukses Uji Kompetensi Sertifikasi 2012

Konon, 25 Februari 2012 akan dilaksanakan uji kompetensi awal untuk syarat mengikuti PLPG 2012 bagi guru yang masuk daftar sertifikasi 2012. Entah dilaksanakan secara manual atau on-line tentu tidak masalah. Yang terpenting, uji kompetensi tersebut benar-benar untuk keberlangsungan PLPG 2012.

Hanya saja, guru yang akan ikut sertifikasi 2012, saat ini, menderita gundah gulana, was-was, dan bingung setelah mendengar kata uji kompetensi. Mereka bingung antara bisa lolos atau tidak. Pasalnya, para guru tidak mempunyai gambaran sama sekali ruang lingkup yang diujikan. Pokoknya, saat ini, guru sangat was-was seperti anak menghadapi ujian sekolah. Persis.

Mengapa harus gundah gulana? Tak perlulah, guru begitu. Guru harus percaya diri dalam menghadapi uji kompetensi karena yang diuji guru, materi uji tentang keguruan, dan dalam suasana pendidikan. Kecuali, yang diuji guru tetapi materinya tentang pertanian atau kelautan, tentu diperbolehkan gundah gulana.


Berikut ini, tips sukses uji kompetensi pra-PLPG 2012.
1. Yakin dan percaya diri kalau dapat mengerjakan soal uji kompetensi
2. Pelajari wilayah dan cakupan empat kompetensi (pedagogis, kepribadian, profesi, dan sosial).
3. Buatlah peta pikiran untuk tiap kompetensi n0. 2 tersebut.
4. Pelajari modul PLPG 2010 atau 2011 milik guru yang sudah mengikuti PLPG karena inti materi terdapat dalam modul tersebut.
5.  Belajarlah secara kelompok untuk pendalaman dengan kawan lain yang juga akan ikut PLPG.
6. Jangan bingung sendiri tetapi mulai arahkan diri anda untuk ikut uji kompetensi.
7. Yakinlah soal tidak jauh dari materi keguruan.




Rabu, 01 Februari 2012

Metode Bermain untuk PAUD

Profesor Sandralyn Byrnes dari Australia menjelaskan bahwa di masa usia dini, anak sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini. Untuk itu, anak-anak sudah diajarkan dasar-dasar cara belajar.

Pernyataan Byrnes tersebut tentu memberikan penguatan bagi pembelajaran PAUD. Salah satu metode yang tepat untuk menjawab pernyataan tersebut adalah metode bermain. Dalam pertumbuhannya, anak perlu bermain tetapi bukan sekadar bermain, melainkan bermain yang diarahkan. Lewat bermain yang diarahkan, mereka bisa belajar banyak; cara bersosialisasi, problem solving, negosiasi, manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam grup besar/kecil, kewajiban sosial, serta 1-3 bahasa.

Tentunya cara bermain pun tidak bisa asal, harus yang diarahkan dan ini butuh tenaga yang memiliki kemampuan dan cara mengajarkan yang tepat. Kelas harusnya berisi kesenangan, antusiasme, dan rasa penasaran. Bukan menjadi ajang tarik-ulur kekuatan antara murid-guru. Seharusnya terbangun sikap anak yang semangat untuk belajar. Karena lewat bermain, anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain, otak anak berada dalam keadaan yang tenang. Saat tenang itu, pendidikan pun bisa masuk dan tertanam.

Contoh, bermain peran sebagai pemadam kebakaran, anak tidak akan mendapat apa-apa jika ia hanya disuruh mengenakan busana dan berlarian membawa selang. Tetapi, guru yang mengerti harus bisa mengajak anak menggunakan otaknya saat si anak berperan sebagai pemadam kebakaran, "Apa yang digunakan oleh pemadam kebakaran, Nak? Bagaimana suara truk pemadam kebakaran yang benar? Apa yang dilakukan pemadam kebakaran? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan ditanyakan untuk memancing daya pikir si anak," contoh Byrnes.

Selama 7 tahun meneliti pendidikan anak usia dini di Indonesia, Byrnes juga menemukan sebagian orangtua memiliki konsep bahwa anak-anak di usia itu sudah bisa berpikir. "Anak-anak usia dini belum bisa berpikir dengan sempurna seperti orang dewasa. Anak-anak usia tersebut harus dipandu cara berpikir secara besar, cara mencerna, dan berdaya nalar. Sayangnya, beberapa lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia belum mengajarkan mengenai multiple intelligences. Ini kembali ke perkembangan latar belakang ahli didiknya," ungkap Byrnes.

Apa perbedaan anak-anak yang belajar di lembaga pendidikan usia dini berkualitas dengan anak-anak yang tidak belajar? "Di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar. Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan cukup di usia dini, akan lamban menerima sesuatu," terang Byrnes yang pernah mendapat gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia. "Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadi lamban. Menurut saya, pendidikan anak sudah bisa dimulai sejak ia 18 bulan," tutup Byrnes. (Sumber: Kompas Female)

Raja Swedia Sukai Pramuka Indonesia

Inilah raja yang turut mencermati perkembangan kepramukaan di Indonesia. Dia adalah Raja Swedia Carl XVI Gustaf, yang datang langsung ke Indonesia untuk melihat kiprah kepramukaan di Indonesia dan memberikan sumbangan sebesar 50.000 USD. Gustaf akan mengunjungi aktivitas kepramukaan di Jogjakarta.

Indonesia mengucapkan terima kasih atas apresiasi tersebut. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan Lencana Tunas Kencana kepada Raja Swedia Carl XVI Gustaf. Presiden SBY pun memuji kontribusi Raja Swedia di bidang kepramukaan. Raja Carl XVI, menurut SBY, selama ini telah memberikan kontribusi yang sangat besar untuk memberdayakan organisasi pramuka di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"Pengabdian Anda di bidang gerakan kepramukaan menjadi inspirasi, tak hanya di Swedia, tetapi juga di Indonesia," kata Presiden SBY di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (31/1/2012).

SBY juga bangga atas partisipasi pramuka Indonesia pada program Duta Perdamaian (Messenger of Peace) yang digagas oleh Raja Swedia Carl XVI dan Raja Arab Abdullah. "Saya bangga Gerakan Pramuka Indonesia telah mengambil peran aktif dalam program Duta Perdamaian yang digagas World Scout Foundation," terang SBY.

Penghargaan Lencana Tunas Kencana adalah tanda penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka yang pernah diberikan kepada tokoh-tokoh gerakan pramuka, antara lain Bapak Pramuka Indonesia Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Presiden pertama RI Soekarno, dan juga Presiden Yudhoyono.

Pelatih Pembina Pramuka Jawa Timur Ikuti Karang Pamitran

Sebanyak 110 pelatih se-Jatim ikuti Karang Pamitran di Pusdiklatda Kepramukaan Jawa Timur, Balongbendo, 28--29 Januari 2012 yang lalu. Mereka membedah persiapan akreditasi pusdiklatcab, sertifikasi pembina, bedah buku panduan pembina, dan mendiskusikan PP Sisdiklat no 202 2011. Acara Karang Pamitran berjalan dengan lancar. "Banyak masukan yang berharga dari peserta," kata Suyatno, selaku kapusdiklatda kepramukaan Jawa Timur.

Ke depan, laju kerpamukaan di Jawa Timur akan menemukan kemajuan setelah muncul kesadaran para andalan cabang yang membidangi pelatihan, orang dewasa, dan pembinaan anggota muda berkumpul bersama untuk menguatkan kepramukaan di cabang masing-masing. Itulah yang tampak dari acara karang pamitran selama dua hari itu.

Kak Bambang SW, selaku waka Binawasa Kwarda Jawa Timur turut mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. "Ini awal yang bagus di tahun 2012 dalam melakukan pembinaan kepramukaan," selorohnya. Tampak pula, beberapa pelatih seperti Boedi Oetomo, Purbo Santoso, dan Nurhayati mendampingi peserta Karang Pamitran.