Sabtu, 04 Agustus 2012

UGM Terbaik di Webometrik Juli 2012

Universitas Gadjah Mada kembali menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics. Menurut pengumuman yang dirilis pada akhir Juli 2012, UGM berada di peringkat kesembilan dalam daftar 100 besar perguruan tinggi (PT) terbaik di Asia Tenggara dan peringkat ke-379 dunia.
Menanggapi hasil peringkat UGM yang dirilis Webometrics, Kepala Humas UGM Wijayanti, SIP, MSc, mengatakan, peringkat yang dicapai UGM tersebut sebagai salah satu parameter untuk mengukur capaian dari upaya yang telah dilakukan UGM selama ini. "Artinya, penyebaran ilmu pengetahuan dan informasi menggunakan laman (website) UGM semakin membudaya," kata Wijayanti kepada wartawan, Kamis (2/8/2012). Dengan bandwith sebesar 250 mbps yang disediakan oleh PPTIK UGM, tambahnya, civitas akademika mempunyai keleluasaan untuk mengunggah karya-karyanya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Dalam daftar 100 besar PT terbaik Asia tenggara, setidaknya ada 32 PT dari Indonesia yang masuk daftar Webometrics. Selain UGM, di antaranya UI yang masuk peringkat ke-15, diikuti ITB (18), ITS (19), Universitas Pendidikan Indonesia (22), Universitas Gunadarma (24), IPB (25), Universitas Brawijaya  (29), Universitas Sebelas Maret (30), dan Universitas Diponegoro (32).          
Kriteria penilaian yang digunakan oleh Webometrics kali ini berbeda dari sebelumnya. Bila selama ini Webometrics menggunakan kriteria size, visibility, rich text, dan scholary, tetapi kali ini Webometrics menggunakan presence, impact, openness, dan excellent sebagai kriteria penilaian.
Presence adalah volume konten global yang terindeks oleh commercial search engine terbesar (Google). Impact adalah kualitas konten yang dievaluasi dari tautan eksternal dari pihak ketiga dengan data visibility-nya menggunakan dua mesin pencari, Majestic SEO dan Ahrefs. Openness adalah jumlah rich file (pdf, doc, docs, dan ppt) yang terindeks di google scholar, sedangkan excellence memperhitungkan karya akademik yang dipublikasikan di jurnal internasional yang tergolong high-impact dengan sumber datanya diambil dari Scimago.(sumber: kompas.com)

Tidak ada komentar: