Selasa, 10 Januari 2012

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan Buka Raimuna Nasional 2012 di Waena Papua

Menurut berita Bintang Papua, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) direncanakan  membuka  Raimuna Pramuka Juni  2012 di Buper  Waena,  Kota Jayapura, yang  direncanakan dihadiri 10.000 anggota Pramuka dari seluruh Indonesia. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua James Modouw di Kantor Gubernur  Provinsi Papua, menyebutkan bahwa kepercayaan yang  diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah  Provinsi Papua menjadi tuan rumah  perhelatan akbar perkemahan nasional  Raimuna Pramuka tahun 2012 perlu   dipersiapkan secara maksimal.

Karena  itu, tandasnya, Pemerintah dan Jajaran Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten/Kota Se- Papua diharapkan menyiapkan diri menyambut agenda nasional Raimuna Pramuka  di Tanah Papua. Dia mengatakan, untuk menghadapi Raimuna  Pramuka di Tanah Papua tahun 2012, Pemerintah sejak tahun 2010 lalu telah menyiapkan sarana fisik Bumi Perkemahan Pramuka di Buper Waena, terutama menyangkut fasilitas air minum,  listrik  serta  Mandi Cuci Kakus (MCK).

Dia  juga mengatakan,  pihaknya  menghimbau kepada semua Bupati dan Walikota Se Papua untuk bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi dan Kwarcab menyiapkan diri dan mendukung agenda nasional  Raimuna Pramuka  tersebut. Katanya, Pemerintah Provinsi Papua merencanakan membangun landasan Helikopter  di Buper Waena.

‘’ Sarana infrastruktur di bumi perkemahan Pramuka di Buper Waena, terutama menyangkut fasilitas mandi cuci kakus (MCK), lapangan parkir, lapangan futsal, stadion dan lainnya sudah mulai dikerjakan,’’ katanya.

Ia mengatakan, pembangunan fasilitas di Buper Waena, diharapkan dalam waktu tiga bulan kedepan sudah selesai, karena event nasional Pramuka di tanah Papua tahun 2012 akan dimulai bulan Juni 2012 mendatang.

Lebih lanjut James Modouw mengatakan, hari ini (Jumat-red) tim yang diketuai Pak Amos Asmuruf akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua, terkait dengan pembentukan Panitia.

Lanjutnya, Pemerintah Provinsi Papua lebih banyak menyiapkan lahan dan lokasinya saja, karena, Panitia di pusat juga akan menyiapkan fasilitas lainnya. Oleh karena itu, khusus untuk kawasan Buper, bangunan yang sudah ada, kita tinggal pembenahan saja. Karena tahun 2010 lalu juga sebagian besar sudah dilakukan renovasi. Tandasnya.

Raimuna Nasional 2012: Jangan Lupa Mampir ke Danau Sentani

Jika tidak ke Danau Sentani, rasanya rugi kalau sudah ke Papua. Danau indah ini sangat dekat dengan Bandara. Bahkan, jika peserta Raimuna Nasional 2012 via pesawat, perjalanan ke Buper Waena pasti akan melewati pinggir Danau Sentani bagian utara. Betapa indah dengan jalan mulus berkelok sedang.

Danau ini memiliki pemandangan yang indah di atas kilauan air dengan rumah penduduk yang khas. Keheningan air akan membuat peserta Raimuna Nasional merasa damai dan nyaman. Dengan merangkul Pegunungan Cyclops di sebelah utara dan tumbuhan subur sebagai latar belakang yang indah dan melindungi 24 desa yang betengger sekitar danau menjadikan danau ini sangat indah dan unik. Orang-orang di sini ramah dan kreatif, hasil kerajinan tangan mereka merupakan yang terbaik di tanah Papua. 

Jika ada waktu luang, pergilah dengan sengaja untuk menikmati danau dengan  menaiki perahu . Peserta Rainas 2012 bisa menyewa perahu bermotor di salah satu desa. Kalian akan merasakan hembusan angin membelai kulit dan rambut ketika melaju di danau, mengabadikan rumah-rumah panggung dan berkenalan dengan penduduk setempat hanya bisa didapatkan dan  diarasakan di danau ini.

Danau Sentani dan sekitarnya dahulu merupakan tempat pelatihan untuk pendaratan pesawat amfibi. Landasan ini dibangun oleh Jepang yang kemudian diambil alih oleh Angkatan Darat AS pada tahun 1944. Legenda perang Amerika, Jenderal McArthur dikatakan pernah tinggal di danau dan di 22 pulau di dalamnya.

Hidup sebagai nelayan dan lokasinya yang dekat dengan ibu kota provinsi, adalah alasan mengapa sebagian besar penduduk sekitar danau terbuka pada pengunjung. Rumah panggung dengan kolam dan jaring adalah pemandangan umum di danau. Danau ini merupakan rumah bagi setidaknya 33 jenis ikan, yang hampir separuh dari mereka adalah asli danau ini. ikan gergaji (Pristis Microdon) merupakan ikan asli danau ini, namun kini diperkirakan sudah punah. Ikan ini merupakan salah satu ornamen adat pada kerajinan kayu Sentani.

Apalagi, saat Rainas 2012, rencananya juga akan digelar Festival Danau Sentani. Tentu, akan ada unjuk kreasi budaya yang menakjubkan bagi warga Indonesia dan dunia. 

Raimuna Nasional 2012 di Papua, Ajang Pendidikan Remaja yang Sebenarnya

Raimuna Nasional 2012 di Papua tentu akan memberikan wahana pendidikan bagi remaja yang sebenarnya. Remaja tidak hanya diberi cerita tetapi dapat secara langsung menerapkan kemampuannya di lokasi yang menantang. 

Inilah kesempatan paling berharga dan berkesan bagi penegak dan pandega se-Indonesia untuk berpetualang di bumi Papua melalui kegiatan akbar Raimuna Nasional 2012.  Betapa tidak. Lokasi perkemahan di Kota Jayapura, tepatnya di Kelurahan Waena, Kecamatan Heram, selatan kota, antara Jayapura dan Abepura. Lokasi bukit yang dekat dengan pantai Yos Sudarso dengan panorama indah antara laut, bukit, hutan, dan kota. Waena dekat dengan bandara Sentani dan dekat pula dari pelabuhan dengan angkutan mikrolet yang sangat mudah ditemui dan murah. 

Jika penegak dan pandega menginginkan petualang di Kampung Sentani, perjalanan yang ditempuh cukup 30 menit dengan mikrolet arah Bandara Sentani. Dari mikrolet terlihat Danau Sentani yang menawan, alami, dan menyegarkan mata. Kalau pun akan ke pantai, peserta dapat naik mikrolet ke arah Pasar Hamadi yang dipenuhi dengan kios souvenir Papua yang murah meriah, yakni koteka, patung Asmad, lukisan kulit kayu, panah bambu, keong terompet, pakaian tari Papua, dan sebagainya. Harga sangat murah asalkan harus pandai menawar. Para pedagang souvenir rata-rata orang Bugis. 

Kalau sore, penegak dan pandega dapat berjalan-jalan ke kota dengan mikrolet kira-kira 30 menit dari lokasi Raimuna, jika tidak macet untuk melihat pasar Mama-Mama di jalan Percetakan> pasar tersebut dipenuhi oleh penjual ibu-ibu Papua dengan sistem tradisional. Mereka teramat ramah dan mudah diajak berbicara dengan bahasa Indonesia. 

Kembali ke Waena, penegak pandega jangan takut akan lokasi perkemahan kaena berada di Bukit Waena yang beriklim sedang dan dikelilingi oleh bangunan sekolah dan kantor lainnya. Jadi, bukan berkemah di tengah hutan belantara seperti yang dibayangkan kawan-kawan lain. Masalah keamanan jangan khawatir. Warga Papua sangat bersaudara dengan sesama. Mereka suka dengan kawan baru. Jika berita gencar terdapat penembakan, itu hanya masalah politik di lokasi lain yang jauh dari Jayapura. 

Apalagi, Raimuna Nasional 2012 rencananya diselenggarakan Jayapura, Provinsi Papua, akan dikombinasi dengan pesta budaya masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jayapura yakni Festival Danau Sentani (FDS) pada 19-23 Juni. Tentu, kegiatan itu akan lebih mengautkan pengalaman bagi yang turut serta. Ketua Harian Kwartir Pramuka Cabang Papua Amos Asmuruf mengatakan, penggabungan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan adat istiadat masyarakat Papua kepada seluruh peserta raimuna. "Kami berusaha agar pelaksanaan Raimuna Nasional yang diselenggarakan di sini (Papua) bersamaan FDS," katanya. 

Kebetulan pula, akhir Desember 2011, pengelola Blog ini sempat mengunjungi Waena ketika bertugas meneliti Karakter Bangsa di Jayapura. Jadi, dapat dipastikan Raimuna akan memberikan kesan menantang bagi penegak dan pandega.Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Papua mengatakan jajaran Kwartir Cabang Pramuka kabupaten se Papua  diharapkan menyiapkan diri menyambut agenda nasional Raimuna nasional di tanah Papua.Sebagai tuan rumah Raimuna nasional daerah tersebut akan  dikunjungi sekitar 10.000 anggota Pramuka dari seluruh Indonesia.
Untuk menghadapi event nasional Pramuka di tanah Papua tahun 2012 pihak Kwarda Papua sedang menyiapkan sarana fisik bumi perkemahan Pramuka di Buper Waena, terutama menyangkut fasilitas mandi cuci kakus (MCK).


Posisi Gerakan Pramuka di Sekolah

Gerakan Pramuka, yang dalam satuan terkecil disebut gugus depan, bukan milik sekolah melainkan hanya bertempat di sekolah. Sekolah hanyalah tempat pangkalan gugus depan dalam menjalankan programnya. Jadi, tidak ada istilah nama pramuka SMA X, gugus depan SMPN X, atau Gerakan Pramuka SD X. Yang ada hanyalah gugus depan yang berpangkalan di SMA X. mengapa begitu?


Awalnya, gugus depan berada di masyarakat. Namun, karena gerakan pramuka dianggap penting bagi tumbuh dan kembang anak secara sempurna, pihak sekolah juga menginginkan siswanya aktif di gugus depan dalam melatih diri lewat kepramukaan. Agar tidak jauh-jauh berlatih, pihak sekolah menginginkan agar gugus depan dapat berdiri di sekolah (bukan bagian sekolah) dengan nomor gugus depan berdasarkan registrasi kwarcab setempat. Biar semakin mantap pola tempat yang sama namun pengelolaan pendidikan berbeda karakter, depdikbud menandatangani kerjasama dengan kwarnas tentang gugus depan yang berpangkalan di sekolah.

Namun, apa yang terjadi? Banyak sekolah malah mengabaikan posisi gugus depan di sekolah dengan memasukkan gerakan pramuka di bawah OSIS. Betapa salahnya perbuatan tersebut. Gerakan Pramuka bukan bagian dari OSIS dan bukan bagian dari sekolah. Gerakan Pramuka hanya bertempat di sekolah. Jadi, gugus depan yang berpangkalan di sekolah bisa saja dikelola orang yang tidak terikat dengan sekolah. Oleh karena faslitas sekolah di bawah tanggung jawab kepala sekolah, mabigus sekaligus ya dijabat kepala sekolah. Bukan berarti, gugus depan milik sekolah.

Metode Bercerita untuk Pembelajaran di TK

Rasanya, semua orang sangat yakin kalau bercerita disukai oleh anak-anak usia TK. Bahkan, siswa TK dapat larut dan hanyut dalam cerita karena kepandaian guru dalam menyampaikannya. Oleh karena itu, guru TK sangat perlu menggunakan cerita sebagai metode penyampaian inti pembelajaran. Syaratnya, guru TK harus kreatif dalam menciptakan cerita atau mengolah cerita yang sesuai dengan alam pikir siswa.

Metode bercerita merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. Cerita yang dibawakan guru harus menarik, dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK.
Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran di Taman Kanak-kanak haruslah memperhatikan hal-hal (1) isi cerita sesuai dengan dunia kehidupan anak, (2) kegiatan bercerita  memberikan perasaan gembira, lucu, dan mendidik, (3) kegiatan bercerita memberikan pengalaman bagi anak, (4) beberapa macam teknik bercerita dapat dipergunakan (membaca langsung dari buku, menggunakan ilustrasi dari buku gambar, menggunakan papan flannel, menggunakan boneka, bermain peran dalam suatu cerita, atau bercerita dengan menggunakan jari-jari tangan), (5) bercerita dilakukan dalam kelompok kecil untuk memudahkan guru mengontrol kegiatan yang berlangsung sehingga akan berjalan lebih efektif. Selain itu tempat duduk pun harus diatur sedemikian rupa, misalnya berbentuk lingkaran sehingga akan terjalin komunikasi yang lebih efektif.

Jumat, 06 Januari 2012

Percontohan Penerapan Pendidikan Karakter di 500 Sekolah se-Indonesia

Contoh penerapan pendidikan karakter dikembangkan di 500 sekolah di 33 provinsi. Praktik-praktik pendidikan karakter yang sudah dijalankan itu, diharapkan dapat memberi insiprasi sekolah lain untuk melaksanakan dan mengembangkan pendidikan karakter yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah atau daerah masing-masing. 
Pendidikan karakter di sekolah mengambil dari kearifan lokal, selain nilai-nilai kebajikan yang umum. "Kita ingin penerapnnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah yang dapat diukur. Misalnya, kebersihan masih jadi problem banyak sekolah. Bisa dimulai dari situ, lalu dikembangkan pada karakter lain yang mudah diukur dan diterapkan," kata Erry Utomo, Kepala Bidang Kurikulum dan Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional, dalam seminar bertajuk Pendidikan Harmoni Sebagai Pendidikan Karakter Yang Kontekstual di Jakarta.

Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta, HAR Tilaar, mengkritisi pendidikan karakter yang tidak memiliki konsep yang jelas. Pendidikan karakter di Indonesia mestinya berdasarkan kebudayaan Indonesia yang multikultural. "Pendidikan karakter Indonesia semestinya dengan mengembangkan nilai-nilai yang kita sepakati bersama yang memepersatukan Indonesia. Ini akan menjadi karakter yang khas Indonesia dibanding dari negara lain, sebagai negara yang hidup dalam budaya multikultural," kata Tilaar.

Menurut Tilaar, nilai-nilai karakter Indoensia yang hendak dibangun itu ada di dalam nilai-nilai Pancasila, yang sebenarnya digali dari kebudayaan-kebudayaan daerah. Yang dibutuhkan sekarang ini, bagaimana pendidikan nasional kita dapat menerapkan pendidikan yang mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berkarakter," kata Tilaar.

Sementara itu, Tjahjono Soerjodibroto, Direktur Nasional World Vision Indonesia, mengatakan perlu dikembangkan pendidikan kontekstual yang sesuai dengan isu dan kebutuhan pengembangan wilayah setempat.
Pendidikan kontekstual merupakan pendidikan yang memberdayakan dan membangun kesadaran kritis. Pendidikan itu yang bertumpu pada kearifan dan potensi lokal, guna menyiapkan anak untuk dapat hidup utuh sepenuhnya dan memiliki karakter yang baik.

Pendidikan karakter yang kontekstual, antara lain dikembangkan World Vision Indonesia - Wahana Visi Indonesia melalui pendidikan harmoni. Di sini diajarkan nilai-nilai harmoni dengan diri sendiri, sesama, dan alam untuk dapat hidup dalam masyarakat multikultural.

Pendidikan harmoni ini sebagai salah satu model pendidikan karakter yang kontekstual yang dikembangkan di banyak sekolah di Sulawesi Tengah.
"Dengan menggali kembali warisan budaya dan kearifan lokal yang sejatinya telah mencontohkan kehidupan yang rukun dan damai, maka nilai-nilai harmoni kembali digali dari budaya setempat," kata Tjahjono. (sumber: Kompas.com)

SD 12 Bendungan Hilir Jakarta Resmi Menjadi Sekolah Berbasis Karakter

SD 12 Bendungan Hilir (Benhil) diresmikan menjadi sekolah kepemimpinan berbasis karakter pertama di Indonesia. Selasa (1/11/2011), di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Kepala SD 12 Benhil, Muryati mengatakan, peresmian sekolah yang dipimpinnya menjadi sekolah kepemimpinan berbasis karakter berangkat dari kesadaran sejumlah pihak akan pentingnya karakter kepemimpinan dalam diri anak sejak dini. Ia mengatakan, untuk membangun karakter seluruh siswa ia menggulirkan program The Leader in Me di sekolahnya tersebut. The Leader in Me merupakan suatu program dari FranklinCovey Education Solution untuk membangun karakter anak didik sejak dini melalui pengembangan karakter kepemimpinan dengan menggunakan pendekatan sekolah secara menyeluruh melalui pembentukan budaya sekolah.
"Ini sesuai dengan semangat pendidikan karakter kebangsaan yang dicanangkan oleh pemerintah," kata Muryati.
Ia menambahkan, dengan mengadopsi program The Leader in Me di sekolahnya, maka dalam kegiatan sehari-hari para anak didik akan diajak untuk menerapkan 7 habits (tujuh kebiasaan), yaitu, jadilah proaktif, mulai dengan tujuan akhir, dahulukan yang utama, berpikir menang-menang, mengerti baru dimengerti, sinergi, dan mengembangkan diri. The Leader in Me diberikan kepada seluruh siswa melalui transfer pengetahuan dari para pendidik, baik melalui materi ajar kurikulum, melalui teladan seluruh komponen sekolah, hingga praktik-praktik kepemimpinan di dalam dan luar kelas.
Muryati nenjelaskan, budaya kepemimpinan akan diselaraskan dengan sistem dan tradisi, lingkungan fisik, dan kurikulum sekolah. Program The Leader in Me ini diterapkan melalui pendekatan yang melibatkan seluruh komponen sekolah.
"Tugas kita memunculkan potensi dari diri anak, tentu akan dikombinasikan dengan kegiatan pada pelajaran yang diintegerasikan dengan kurikulum nasional," ujarnya.
Program The Leader in Me telah diterapkan di 668 sekolah di dunia. Di Indonesia, SDSN 12 Benhil merupakan sekolah negeri pertama yang menerapkan program sekolah kepemimpinan berbasis karakter.
Dipilihnya SDSN 12 Benhil untuk menerapkan program tersebut diharapkan akan menjadi sekolah percontohan pembentukan karakter yang terintegrasi di kalangan sekolah negeri lainnya. Dalam waktu enam bulan ke depan, transformasi SDSN 12 Benhil dalam mengaplikasikan pembentukan karakter di lingkungan sekolah sudah mulai terlihat.(Sumber: Kompas.com)

Rabu, 04 Januari 2012

Siswa Gemuk Lebih Cenderung Dijauhi Kawannya

Tempo.co melaporkan bahwa siswa atau remaja gemuk cenderung dijauhi kawan-kawannya. Untuk itu, guru perlu membantu siswa gemuk tersebut untuk senantiasa bersosialisasi dengan kaan-kawannya. Penelitian terbaru di amerika yang mengungkapkan bahwa anak-anak yang mempunyai kekurangan cenderung lebih susah diterima oleh teman-temannya.

Sebuah temuan terbaru menunjukkan bahwa anak-anak lebih cenderung untuk tidak menyukai teman-teman mereka yang bertubuh gemuk atau mempunyai “sifat-sifat lain yang tidak diinginkan” jika mereka yakin bahwa hal tersebut adalah kesalahan anak itu sendiri.

Riset yang melibatkan 137 pelajar kelas tiga hingga kelas tujuh meneliti mengenai respons dari para pelajar tersebut tentang anak lelaki yang dijadikan subyek penelitian yakni mereka yang miskin, atlet yang buruk, sangat kelebihan berat badan, sangat agresif, sangat pemalu, atau mempunyai gejala kekurangan perhatian atau hiperaktif.

Peneliti dari Kansas State University mengungkapkan bahwa anak lelaki subjek penelitian adalah benar ada. Anak-anak lelaki itu ditanya juga apakah mereka mencoba untuk melakukan upaya guna memperbaiki “kekurangan” mereka dan apakah usaha mereka berhasil. Jawaban anak-anak lelaki itu dengan respons dari para pelajar kemudian dibandingkan.

Hasil studi menunjukkan bahwa semakin para pelajar itu percaya bahwa “kekurangan” yang dimiliki anak-anak lelaki itu adalah akibat kesalahan anak lelaki itu sendiri, semakin mereka ingin menggoda atau membuat malu anak-anak lelaki tersebut. Hanya sedikit yang mengatakan akan membantu jika diperlukan.

Anak-anak lelaki yang kelebihan berat badan dan agresif adalah yang paling tidak disukai karena para pelajar percaya hal itu terjadi akibat kesalahan anak-anak lelaki itu sendiri. Dikatakan bahwa anak-anak lelaki itu tidak punya keinginan untuk mengubahnya.

Para peneliti juga menemukan bahwa ketimbang anak lelaki, anak-anak perempuan cenderung lebih bersahabat dengan mereka yang memiliki “kekurangan”, kecuali mereka yang kelebihan berat badan dan agresif.

“Jika para pelajar berpikir bahwa anak-anak sudah berusaha untuk mengubahnya, hal itu akan mempengaruhi secara positif bagaimana mengantisipasi interaksi sesama teman,” kata peneliti Mark Barnett, seorang profesor psikologi yang terlibat dalam riset tersebut. Hasil temuan ini akan dipublikasikan segera di the Journal of Genetic Psychology.

“Para pelajar itu benar-benar menyukai mereka yang berhasil mengatasi masalah mereka, tetapi mereka juga menyukai anak-anak yang menunjukkan usaha untuk berubah,’’ sambung Profesor Barnett. (Sumber: Tempo.co/4 Desember 2012)

Remaja Hebat Ditentukan Jadwal Rutin

Tempo.co melaporkan bahwa tumbuh dewasa tanpa kegiatan rutin harian, seperti pergi tidur pada jam tertentu dan makan pada waktunya, bisa membahayakan kesejahteraan anak-anak muda. Ini merupakan  hasil temuan terbaru sebuah lembaga sosial untuk anak muda, The Prince's Trust, terhadap lebih dari dua ribu orang berusia antara 16 hingga 25 tahun di Inggris.

Lembaga tersebut menemukan bahwa satu dari 10 orang percaya bahwa hari-hari mereka tidak memiliki struktur dan arah saat beranjak dewasa. Angka perbandingan ini meningkat menjadi satu di antara empat orang dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah.

Lebih dari satu di antara empat orang yang ditanyakan oleh The Prince’s Trust mengatakan bahwa mereka tidak pernah mendapatkan waktu yang ditetapkan khusus untuk pergi tidur saat mereka dalam masa pertumbuhan. Lembaga ini telah membantu 50 ribu anak-anak yang kurang beruntung di seluruh Inggris Raya sepanjang 2011. Studi ini juga menemukan bahwa anak-anak muda dengan pendidikan lebih rendah bahkan dua kali lebih cenderung untuk tumbuh besar tanpa waktu makan yang teratur.

Chief Executive dari The Prince’s Trust, Martina Milburn, seperti dikutip Press Association, mengatakan, “Ketiadaan struktur dan rutinitas pada kehidupan anak-anak bisa membawa dampak yang merusak. Tanpa dukungan yang benar, ketiadaan arah remaja bisa menjadikannya sebagai orang dewasa yang tak punya kualitas, tidak percaya diri, kualifikasi kurang, dan tidak punya pekerjaan.”

Laporan ini juga menemukan bahwa hampir sepertiga orang muda merasakan depresi sementara satu dari lima orang mengatakan bahwa mereka merasa “ditolak”. Ditambahkan, satu dari lima orang lainnya juga percaya bahwa mereka tidak menerima dukungan yang mereka butuhkan saat di sekolah.

Senin, 02 Januari 2012

Jatim Siap jadi Contoh Wajib Belajar 12 Tahun

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Harun mengatakan, pihaknya siap menjadi percontohan percepatan program wajib belajar 12 tahun yang dirintis Kementerian Pendidikan Nasional. Program wajib belajar ini akan dimulai pada tahun 2012 dan mengharuskan setiap anak usia sekolah wajib menamatkan SMA/SMK/MA. Menurut Harun, setidaknya, program ini sudah berjalan di Surabaya.
“Sudah kita siapkan sarana prasarana dan infrastrukturnya,” ungkap Harun.
Kesiapan yang dimaksud adalah penyediaan gedung sekolah yang terangkau. Mengingat, masalah yang krusial adalah menyangkut keterjangkauan geografis. Sebab, tidak di semua wilayah dengan mudah ditemukan SMA.
“Utamanya di daerah pedesaan. Untuk menjangkau SMA perlu transportasi. Kadang jaraknya lumayan jauh, ini yang sedang kita antisipasi,” lanjut Harun.
Dinas Pendidikan Jawa Timur juga meminta dukungan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) melalui penganggaran oleh kota dan kabupaten untuk wajib belajar 12 tahun. Namun, Dinas Pendidikan juga sudah menyiapkan anggaran secara khusus.
Pada tahun 2011 ini, Surabaya telah lebih dulu mengawali program wajib belajar 12 tahun. Anggaran sebesar Rp 1,5 triliun telah dikucurkan Dinas Pendidikan. Salah satunya, untuk Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) demi menggratiskan setiap siswa SMA/SMK negeri dan swasta hingga RSBI.(Sumber: Kompas.com)