Rabu, 04 Januari 2012

Siswa Gemuk Lebih Cenderung Dijauhi Kawannya

Tempo.co melaporkan bahwa siswa atau remaja gemuk cenderung dijauhi kawan-kawannya. Untuk itu, guru perlu membantu siswa gemuk tersebut untuk senantiasa bersosialisasi dengan kaan-kawannya. Penelitian terbaru di amerika yang mengungkapkan bahwa anak-anak yang mempunyai kekurangan cenderung lebih susah diterima oleh teman-temannya.

Sebuah temuan terbaru menunjukkan bahwa anak-anak lebih cenderung untuk tidak menyukai teman-teman mereka yang bertubuh gemuk atau mempunyai “sifat-sifat lain yang tidak diinginkan” jika mereka yakin bahwa hal tersebut adalah kesalahan anak itu sendiri.

Riset yang melibatkan 137 pelajar kelas tiga hingga kelas tujuh meneliti mengenai respons dari para pelajar tersebut tentang anak lelaki yang dijadikan subyek penelitian yakni mereka yang miskin, atlet yang buruk, sangat kelebihan berat badan, sangat agresif, sangat pemalu, atau mempunyai gejala kekurangan perhatian atau hiperaktif.

Peneliti dari Kansas State University mengungkapkan bahwa anak lelaki subjek penelitian adalah benar ada. Anak-anak lelaki itu ditanya juga apakah mereka mencoba untuk melakukan upaya guna memperbaiki “kekurangan” mereka dan apakah usaha mereka berhasil. Jawaban anak-anak lelaki itu dengan respons dari para pelajar kemudian dibandingkan.

Hasil studi menunjukkan bahwa semakin para pelajar itu percaya bahwa “kekurangan” yang dimiliki anak-anak lelaki itu adalah akibat kesalahan anak lelaki itu sendiri, semakin mereka ingin menggoda atau membuat malu anak-anak lelaki tersebut. Hanya sedikit yang mengatakan akan membantu jika diperlukan.

Anak-anak lelaki yang kelebihan berat badan dan agresif adalah yang paling tidak disukai karena para pelajar percaya hal itu terjadi akibat kesalahan anak-anak lelaki itu sendiri. Dikatakan bahwa anak-anak lelaki itu tidak punya keinginan untuk mengubahnya.

Para peneliti juga menemukan bahwa ketimbang anak lelaki, anak-anak perempuan cenderung lebih bersahabat dengan mereka yang memiliki “kekurangan”, kecuali mereka yang kelebihan berat badan dan agresif.

“Jika para pelajar berpikir bahwa anak-anak sudah berusaha untuk mengubahnya, hal itu akan mempengaruhi secara positif bagaimana mengantisipasi interaksi sesama teman,” kata peneliti Mark Barnett, seorang profesor psikologi yang terlibat dalam riset tersebut. Hasil temuan ini akan dipublikasikan segera di the Journal of Genetic Psychology.

“Para pelajar itu benar-benar menyukai mereka yang berhasil mengatasi masalah mereka, tetapi mereka juga menyukai anak-anak yang menunjukkan usaha untuk berubah,’’ sambung Profesor Barnett. (Sumber: Tempo.co/4 Desember 2012)

Tidak ada komentar: