Senin, 21 Juli 2008

Guru di Mata Mbok Siti (4)

Guru itu ada di mana-mana dan kapan pun. Setiap apa yang kamu dengar, lihat, rasa, pikir, dan batinkan dapat menjadi gurumu. "Asalkan, semua itu bermanfaat bagi dirimu," ujar Mbok Siti pelan saat di dapur sambil menggoreng ubi jalar untuk kudapan sore hari.

Bara api yang kita lihat itu juga dapat menjadi guru. Lihatlah, kekuatan api yang membara dapat mematangkan ubi jalar. "Jika kamu mempunyai kekuatan berpikir tentu akan mampu menghasilkan sesuatu yang dahsyat bagi diri dan orang lain", tambahnya sambil menggerakkan alat goreng untuk membalik ubi di wajan penggorengan. Jadilah bara api yang mampu mematangkan benda yang ada di dalamnya.

Bandingkan dengan api korek ini, bara itu melebihi kekuatan apinya. Korek ini menjadi pemantik bagi bara itu. Nah, pemantik juga merupakan awal pembuka terjadinya sesuatu yang lebih besar. "Cobalah menjadi pemantik bagi gagasan yang lebih besar", tambah Mbok Siti.

Tidak ada komentar: