Rabu, 28 Maret 2012

Dosen Bergelar Doktor akan Dpacu Jumlah dan Tempat Pendidikannya

Sangat tidak berimbang, jika dosen bergelar doktor hanya 8,7% dibanding jumlah keseluruhan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, selama ini PT yang boleh menjalankan program S3 hanya yang berjenis universitas dan institut saja. "Dalam RUU ini (Dikti, red) sekolah tinggi dan politeknik juga boleh menjalankan program doktor," tutur menteri asal Surabaya itu, Selasa (27/3).

Dua jenis PT ini, keragaman disiplin ilmunya lebih sedikit dibandingkan dengan universitas atau institut. Dengan adanya perkembangan ini, Nuh menjelaskan kelangkaan dosen bergelar doktor di Indonesia bisa teratasi.

Saat ini, jumlah dosen yang ada di Indonesia mencapai 165.331 orang. Dari jumlah tersebut, dosen  yang bergelar doktor hanya berkisar 14.542 orang atau sekitar 8,7 persen. Dengan semakin luasnya akses meraih gelar doktor ini, Nuh mengatakan target prosentase dosen doktor tadi bisa naik menjadi 15 persen.

Menurut mantan Menkominfo itu, kebijakan memuka luas akses meraih gelar doktor ini menimbulkan beberapa konsekuensi. Diantaranya adalah, Kemendikbud juga harus memperlanjar kelanjutan studi mahasiswa dari program S1 ke S2. Jika akses mahasiswa dari program S1 ke S2 masih seret, maka akses S3 yang dibuka luas tadi bakal percuma.

Untuk itu, Nuh mengatakan Kemendikbud sedang merancang ada beasiswa cukup besar untuk mahasiswa lulusan S1 yang berprestasi dan berniat melanjutkan studi ke S2. "Kan tidak bisa ujuk-ujuk (tiba-tiba, red) studi S3, harus tetap melewati jenjang yang sudah ada," katanya.

Konsekuensi berikutnya adalah, penguatan kapasitas dosen-dosen yang ada di kampus berjenis sekolah tinggi dan politeknik. Diantara penguatan ini adalah, secarea bertahap menyediakan dosen-dosen bergelar doktor di kampus itu. Jika kondisinya terbatas, untuk sementara bisa bekerjasama dengan kampus-kampus yang memiliki stok dosen doktor melimpah. Nuh menegaskan, intinya mahasiswa program doktor tidak bisa diajar oleh dosen tamatan S2.

Tantangan berikutnya dalam menjalankan rencanan ini adalah, penyiapan laboratorium dan pendanaan kampus-kampus yang baru menjalankan program doktor. Dia menegaskan, pendidikan program S3 tetap membutuhkan laboratorium yang berkualitas. Untuk urusan ini, Nuh berjanji Kemendikbud tidak akan tinggal diam.

Jika program ini berjalan lancar, Nuh mengatakan kedepan bakal banyak dosen-dosen bergelar doktor dengan rata-rata berumur 27 tahun. Sementara untuk saat ini, umur dosen meraih gelar doctor rata-rata 36 tahun ke atas. Percepatan regenerasi dosen bergelar doktor ini, diyakini bisa mendongkrak kualitas pendidikan tinggi tanah air. (Sumber: JPNN/wan)

Kamis, 22 Maret 2012

UN 2012: Cadangan Soal UN Tidak Dihilangkan

Siapa bilang cadangan soal UN dihilangkan? Mendikbud Muhammad menyanggah hal tersebut. Menurut dia, soal cadangan bukan dihilangkan melainkan dikurangi jumlahnya."Selalu ada exit (jalan keluar), jangan diartikan tidak ada soal cadangan," jelas Nuh ketika ditemui di Hotel Sahid, kemarin (21/3).

Mantan Rektor ITS itu menuturkan, jumlah naskah cadangan soal UN tidak akan sebanyak soal aslinya. Jumlah naskah cadangan itu harus dihitung secara cermat dan matang sesuai dengan jumlah siswa yang mengikuti UN. Sebab, kata dia, naskah soal cadangan tersebut rentan disalahgunakan.

"Berapa muridnya di sekolah, kita siapkan. Kan peserta UN tidak datang secara tiba-tiba. Kita hitung secara matang sehingga lebih presisi. Karena semakin banyak naskah cadangan bisa disalah gunakan. Makanya kalau terjadi persoalan baru digunakan," jelas Nuh. (Sumber:JPNN)


Kota Malang Pantau Kinerja Guru Bersertifikat

Guru berseritifikat tidak boleh bersantai-santai dalam bertugas. Mereka akan dipantau kinerjanya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang menerjunkan tim pengawas Kota Malang untuk memonitoring kinerja guru sertifikasi. Surat penugasan sudah diberikan sejak kemarin kepada para pengawas untuk menilai kinerja guru sebelum mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP).


”Pengawas sudah diberi tugas resmi oleh kepala Dikbud untuk melakukan monitoring guru penerima TPP,” ungkap Kabid Fungsional Tenaga Kependidikan Dikbud Kota Malang, Supriyadi.

Masing-masing pengawas kata dia sudah dibekali instrumen penilaian yang menjadi bahan saat di lapangan. Namun karena jumlah pengawas yang hanya 27 orang maka pengawasan juga akan dibantu oleh kepala sekolah.

Diharapkan para kepala sekolah bisa melaporkan kinerja masing-masing guru penerima tunjangan sertifikasi ini. Misalnya saja terkait kewajiban mengajar 24 jam dalam satu minggu hingga karakter dan perilaku guru. Hasil monitoring ini selanjutnya akan menjadi penentu apakah yang bersangkutan bisa menerima tunjangannya pada triwulan pertama tahun 2012 atau tidak.

Sebab jika tidak ada kendala pada April mendatang pengajuan SK penerima tunjangan akan dilakukan oleh masing-masing dikbud di daerah.  ”Guru harus instropeksi diri, kalau memang kewajibannya sebagai penerima TPP tidak bisa dipenuhi maka tidak bisa menerima tunjangan satu kali gaji,” tegasnya.

Di Kota Malang tercatat sudah ada 3333 guru yang disertifikasi sampai tahun 2010. Sementara pada 2011 lalu ada sekitar seribu guru yang disertifikasi. Dalam perjalanan ada guru yang pensiun atau meninggal dunia. Sehingga sampai saat ini tercatat hanya ada 2465 guru pemegang sertifikat pendidik.
(Sumber: JPNN)

Rabu, 21 Maret 2012

Cara Jitu Cemerlangkan Pikiran Anak

Guru sebaiknya paham bahwa kecemerlangan anak dapat dikawal dan direkayasa menjadi hebat. Kesulitan berkonsentrasi dapat terjadi pada siapa pun, termasuk anak-anak. Saat belajar, misalnya, ada saja yang dilakukan si anak. Tak jarang orang tua gemas melihatnya. Berikut ini beberapa hal yang dapat membantu orang tua mengarahkan anak agar lebih berkonsentrasi.

1. Membuat kesepakatan dan aturan yang jelas antara orang tua dan anak. Kedua pihak harus konsisten melakukan kesepakatan tersebut. Misalnya berapa jam waktu belajar, berapa jam mendengarkan guru, dan sebagainya.

2. Membuat tanda dengan alat-alat tertentu. Tujuannya agar anak tahu sampai ke mana dia telah mengerjakan suatu tugas. Misalnya, orang tua menggunakan bel atau stopwatch untuk memberi peringatan.

3. Membagi waktu belajar menjadi beberapa kali dalam sehari. Tak perlu terlalu lama, minimal anak dapat menyerap ilmu walau sedikit.

4. Batasi halaman atau referensi yang telah diberikan sehingga anak tahu bagian mana yang sudah ia pelajari.

5. Sebaiknya menggunakan simulasi tertentu seperti di sekolah. Tujuannya agar orang tua dapat menilai sejauh mana anak berkonsentrasi pada tugas dan kegiatan belajarnya.

6. Berikan nutrisi yang cukup sesuai dengan tingkatan usianya. Biasakan anak memiliki waktu tidur yang cukup pula, tidak kurang, tidak pula berlebih.
Sumber: Tempo.co

Sertifikasi Guru 2012: 5 Provinsi Terendah Hasil UKA

Berdasarkan hasil UKA, Inilah 5 provinsi dengan perolehan skor UKA terendah. Provinsi yang memperoleh nilai rata-rata terendah, antara lain Maluku (34,5), Maluku Utara (34,8), Kalimantan Barat (35,40), Kalimantan Tengah (35,5), dan Jambi (35,7).

Nilai rendah tersebut memberikan makna bahwa guru-guru di daerah itu memerlukan bantuan peningkatan kualitas diri, pembelajaran, dan mengolah kelas dengan baik. Untuk itu, saat PLPG nanti, guru di 5 provinsi tersebut perlu mendapatkan perhatian. Bila perlu, fasilitas ditambah dengan buku-buku pendukung selain modul yang disiapkan. Bila perlu, PLPG di daerah itu dipasok asesor dari LPTK lain yang dipandang mampu.

Andai waktu PLPG sama dengan yang berskor tinggi, baik dari sisi waktu atau kemasan, dapat diprediksi bahwa hasilnya akan juga sama. Guru akan tetap berkualitas rendah. Kondisi di 5 provinsi itu memerlukan perlakuan lain dalam pelaksanaan PLPG.

Tips Sukses Menjadi Guru Baru di Sekolah

Guru baru biasanya dianggap belum mempunyai pengalaman apa-apa dan dianggap masih bau kencur oleh guru lainnya yang berkategori guru lama. Anggapan itu tidak jadi soal karena memang begitu kondisinya. Terima saja anggapan itu. Lalu, beri kesan kepada guru senior bahwa guru baru dapat mengimbangi dengan seabrek prstasi. Caranya, mengalirlah dalam kedirian guru. Lalu ciptakan sinergi dengan rekan sejawat guru. Ini tidak sebatas agar perbedaan pendapat dapat dihindari, tetapi juga melatih diri dan menciptakan mental untuk dapat berpikir lebih positif. Misalnya, saat guru baru terlibat suatu konflik dengan kawan lain sesama guru atau atasan,  cara mengatasi agar mood dalam pekerjaan tidak terganggu. Sinergi yang baik akan membantu menciptakan kondisi kerja yang baik pula. 
 
- Komunikasi dua arah
Komunikasi yang baik tidak dapat didefinisikan saat pesan tersebut sampai kepada bawahan dengan baik. Tetapi komunikasi dalam hal pekerjaan harus terjadi dua arah, antara atasan dan bawahan. Dengan komunikasi ini, guru baru dapat menyampaikan keluhan dan kendala yang terjadi pada bidang pekerjaan. Terkadang guru senior dan yunior menjadi jarak untuk kelancaran komunikasi, tetapi coba sedikit demi sedikit untuk saling mengkomunikasikan pekerjaan dengan baik.

- Memahami kepentingan
Perbedaan kepentingan sering kali menyebabkan persimpangan dalam pendapat. Biasanya guru senior dengan sendirinya terbentuk menjadi karakter yang lebih disiplin dan pekerja keras karena tanggung jawab yang diembannya untuk memajukan perusahaan atau malah sebaliknya. Pahami kepentingan guru senior itu.



- Membangun reputasi

Dalam pekerjaan, melakukan kesalahan itu hal biasa. Tetapi tidak lantas kesalahan yang sama lalu dilakukan berulang-ulang. Saat guru baru melakukan kesalahan fatal yang membuat guru senior atau atasan kesal, coba meminta maaf dengan mengakui kesalahan tersebut. Langkah selanjutnya, perbaiki diri dengan kinerja yang semakin baik.

- Fokus pada masalah

Guru baru juga harus pintar memilah saat terjadi konflik dengan guru senior atau atasan karena perbedaan pendapat. Hindari agar konflik tidak melebar, coba mencari solusi sehingga perbedaan dalam urusan pekerjaan dapat diselesaikan di lingkungan kerja saja.

- Empati

Ini perlu dilakukan saat guru baru dihadapkan dengan perbedaan dan selisih pendapat dengan guru senior atau atasan. Cobalah untuk menempatkan diri jika Anda duduk di bangku mereka.

- Jangan ragu bertanya

Sebagai guru baru, Anda juga berhak mengajukan pertanyaan. Bukan hanya menerima perintah. Tanyakan kepada guru senior atau atasan dengan cara simpatik, apa yang harus guru baru lakukan untuk kepentingan sekolah. Jika merasa menghadapi kendala di lapangan, mintalah pendapat atau solusi. Ini akan membuat guru senior atau atasan merasa lebih dihargai, dari pada hanya sekadar diam saja dan tidak tahu apa yang harus dikerjakan. (diolah dari VIVAnews)

IQ Tinggi Berawal dari Perlakukan Asupan Sejak Bayi

Asupan menentukan tingkat kecerdasan anak. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang diberi susu dan makanan sesuai permintaan akan tumbuh menjadi anak yang memiliki IQ lebih tinggi dan lebih berprestasi di sekolah. Di usia delapan tahun, anak-anak ini memiliki IQ 4-5 poin lebih tinggi daripada anak yang diberi makan secara terjadwal.

Ilmuwan dari Universitas Essex dan Oxford mengamati tiga kelompok ibu dan bayi. Yaitu, kelompok yang memberi makan bayi mereka secara terjadwal misalnya setiap empat jam sekali, kelompok ibu yang memberi makan tanpa jadwal serta kelompok ibu yang memberi makan anak sesuai permintaan.

Avon Longitudinal Study of Parents meneliti lebih dari 10 ribu anak yang lahir pada awal 1990-an. Temuan menunjukkan bahwa pemberian susu atau makanan sesuai permintaan dikaitkan dengan nilai IQ yang lebih tinggi pada usia delapan tahun. Prestasi anak juga lebih baik dalam pelajaran saat usia lima, tujuh, 11 dan 14 tahun.

Hal ini setelah mempertimbangkan faktor latar belakang seperti pendidikan orangtua, pendapatan keluarga, jenis kelamin dan usia anak, kesehatan ibu dan gaya pengasuhan.

Studi yang sama juga memperlihatkan pemberian makan terjadwal dilakukan para ibu muda tunggal dan cenderung kurang berpendidikan. Sementara anak-anak yang diberi makan tidak terjadwal memiliki skor yang sama dengan anak yang diberi makan saat lapar.

Dr Maria Iacovou dari Institut Riset Sosial dan Ekonomi Universitas Essex mengatakan, "Perbedaan antara jadwal dan keinginan makan anak sama baik pada bayi yang diberi ASI maupun susu botol," katanya seperti dikutip Dailymail.

Kendati lima poin IQ tidak signifikan, menurut Iacovou, ini akan memperbaiki peringkat anak di dalam kelas menjadi peringkat 11 atau 12 dibandingkan mereka yang diberi makan terjadwal pada peringkat 15 dari 30 siswa.

Studi yang dipublikasikan di European Journal of Public Health, juga menyimpulkan ibu yang memberi makan terjadwal memiliki tidur lebih berkualitas dibanding para ibu yang memberi makan sesuai permintaan anak.

(Sumber:VIVAnews)

Inovasi Pembejaran: Belajar Bahasa Jawa dengan Permainan Komputer

Tampaknya, belajar simbol aksara Jawa sudah tidak susah lagi. Estu Pitarto, guru SD Islam Al Azhar 14 Semarang ini membuat media pembelajaran berupa CD interaktif berjudul "Ayo Sinau Aksara Jawa" untuk membuat belajar aksara Jawa menjadi menyenangkan. Siswa akan semakin cepat dan mudah mengenali simbol aksara Jawa. Lalu, siswa dapat menulis dengan aksara Jawa itu.

Dengan metode permainan puzzle, anak-anak bisa belajar sambil bermain, khususnya mata pelajaran Aksara Jawa ini, Pada awalnya, CD interaktif ini hanya ditujukan khusus kelas 3 SD. Sehingga isi materinya masih sederhana sesuai kurikulum yang diajarkan di SD kelas 3.

Namun ternyata Estu juga memberikan pelajaran tambahan bagi siswa baru, terutama bagi siswa yang berasal dari luar Jawa. Orang luar Jawa biasanya sudah malas belajar aksara Jawa karena mereka tidak merasa sebagai bagian orang Jawa. Padahal jika memasuki sekolah di Jawa, pelajaran aksara Jawa merupakan muatan lokal yang bersifat wajib. Dengan menggunakan CD interaktif tersebut, Estu mengharap siswa-siswanya yang berasal dari luar Jawa bisa mengejar ketertinggalannya dengan anak-anak lain yang telah mempelajari aksara Jawa sebelumnya. CD interaktif yang memakai software Macromedia Flash tersebut tidak hanya untuk siswa kelas 3 SD saja, tetapi juga bisa digunakan oleh siapa saja yang ingin mempelajari aksara Jawa.

CD interaktif besutan Estu ini merupakan game interaktif yang memenangkan National Innovative Teachers Competition 2011 yang diadakan Microsoft. Game ini memenangkan dalam kategori "Most Innovative".  Kegiatan National Innovative Teachers Competition tersebut merupakan agenda tahunan Microsoft yang telah dilakukan sejak 2004. Pada tahun 2011 lalu, ada sekitar lebih dari 100 guru di seluruh Indonesia yang mengikuti kompetisi ini, namun hanya sekitar 80 karya yang dinilai lolos oleh juri. Kemudian, kegiatan yang diselenggarakan oleh Microsoft Indonesia dan Badan Pengembangan SDM Indonesia dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini mengumumkan empat pemenang dari setiap kategori. (Sumber:Kompas.com)

Sertifikasi Guru 2012: Gara-Gara Hasil UKA Jeblok, Guru Baru Harus dari Lulusan Terbaik

Gara-gara hasil UKA jeblok, tampaknya, ke depan, guru baru harus dari lulusan terbaik di perguruan tinggi yang berstatus LPTK. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengakui kecewa dengan hasil nilai uji kompetensi akhir (UKA) guru tahun 2012 ini yang cukup rendah. Yakni rata-rata nasional hanya mencapai angka 42,25.

“Jika dikatakan kecewa ya mau bagaimana lagi. Kenyataannya memang seperti ini. Tapi setidaknya, saya bisa mengatakan bahwa UKA ini cukup jujur. Inilah kondisi guru-guru kita. Kita harus hadapi,” ungkap Nuh di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (16/3).

Nuh mengatakan, pemerintah akan lebih memfokuskan pada guru-guru baru dan akan menjadi prioritas pemerintah ke depannya. “Rencana pemerintah ke depannya memang ingin memasukkan lulusan yang baik. Yang sudah terlanjur disertifikasi biar saja. Tapi pastinya ke depan akan tertutup (diisi, red) dengan guru-guru yang lulusannya baik.Sehingga, akan jauh lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Namun begitu, Nuh juga mengakui cukup lega karena pemerintah akhirnya memiliki data untuk pemetaan kondisi guru di Indonesia. Data ini, lanjut Nuh, juga sebagai data pendukung data lainnya. Yakni, data pemetaan Ujian Nasional (UN) dan data kondisi fisik sekolah.

“Nanti semuanya akan disatukan semua. Sehingga pemerintah dapat memiliki data utuh mulai dari hasil UN dan nilai akademik siswa, tingkat kompetensi gurunya, dan kondisi fisik,” jelasnya. (sumber: /jpnn)

UGM Juarai Kontes Robot 2012

UGM berhasil meraih juara kompetisi Java Robot Contest 2012 yang diadakan 3-4 Maret 2012 lalu di Gedung Robotic ITS Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur. Tim UGM ini terdiri dari Damar Satrio Guntoro (Jurusan Teknik Mesin dan Industri angkatan 2009), Febry Mulia Wardhana, Septian Jamaludin Zakky, Sukma Langgeng, Nanda Titis, Praba Kusuma, serta Fikri Meitri Makhluf (semuanya dari Jurusan Teknik Mesin dan Industri angkatan 2010). Mereka tergabung dalam Tim Paksima (Pusat Kreasi Mahasiswa) UGM.

Menurut koordinator Paksima UGM, Damar Satrio, UGM melalui Tim Paksima 14 berhasil menjadi juara dan Tim Paksima 16 lolos menjadi runner-up pada kategori linetracer mikro labirin. Sementara Tim Paksima 17 dalam kompetisi tersebut berhasil merebut runner-up pada kategori linetracer micro on the spot. UGM unggul dari beberapa pesaing beratnya seperti dari PENS Surabaya dan UNY. "Kecuali Paksima 15, tiga tim lainnya berhasil meraih juara satu dan dua pada kompetisi tersebut," kata Damar, di kampus UGM, Selasa (20/3/2012).

Damar mengatakan, pada kompetisi tersebut UGM mengirimkan 4 tim, yaitu Paksima 14, Paksima 15, Paksima 16 untuk kategori linetracer micro labirin, serta Paksima 17 untuk kategori linetracer micro on the spot. Dalam kompetisi yang diikuti sekitar 62 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Tim Paksima UGM berhasil menjadi juara karena robot mereka berhasil lolos melewati jalur yang ada dengan waktu tercepat dan akurat. "Pemenangnya adalah robot yang tercepat dan akurat ketika melintasi jalur yang disediakan," urainya. (Sumber:kompas.com)