Sangat tidak berimbang, jika dosen bergelar doktor hanya 8,7% dibanding jumlah keseluruhan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan,
selama ini PT yang boleh menjalankan program S3 hanya yang berjenis
universitas dan institut saja. "Dalam RUU ini (Dikti, red) sekolah
tinggi dan politeknik juga boleh menjalankan program doktor," tutur
menteri asal Surabaya itu, Selasa (27/3).
Dua jenis PT ini, keragaman disiplin ilmunya lebih sedikit dibandingkan
dengan universitas atau institut. Dengan adanya perkembangan ini, Nuh
menjelaskan kelangkaan dosen bergelar doktor di Indonesia bisa teratasi.
Saat ini, jumlah dosen yang ada di Indonesia mencapai 165.331 orang.
Dari jumlah tersebut, dosen yang bergelar doktor hanya berkisar 14.542
orang atau sekitar 8,7 persen. Dengan semakin luasnya akses meraih gelar
doktor ini, Nuh mengatakan target prosentase dosen doktor tadi bisa
naik menjadi 15 persen.
Menurut mantan Menkominfo itu, kebijakan memuka luas akses meraih gelar
doktor ini menimbulkan beberapa konsekuensi. Diantaranya adalah,
Kemendikbud juga harus memperlanjar kelanjutan studi mahasiswa dari
program S1 ke S2. Jika akses mahasiswa dari program S1 ke S2 masih
seret, maka akses S3 yang dibuka luas tadi bakal percuma.
Untuk itu, Nuh mengatakan Kemendikbud sedang merancang ada beasiswa
cukup besar untuk mahasiswa lulusan S1 yang berprestasi dan berniat
melanjutkan studi ke S2. "Kan tidak bisa ujuk-ujuk (tiba-tiba, red)
studi S3, harus tetap melewati jenjang yang sudah ada," katanya.
Konsekuensi berikutnya adalah, penguatan kapasitas dosen-dosen yang ada
di kampus berjenis sekolah tinggi dan politeknik. Diantara penguatan ini
adalah, secarea bertahap menyediakan dosen-dosen bergelar doktor di
kampus itu. Jika kondisinya terbatas, untuk sementara bisa bekerjasama
dengan kampus-kampus yang memiliki stok dosen doktor melimpah. Nuh
menegaskan, intinya mahasiswa program doktor tidak bisa diajar oleh
dosen tamatan S2.
Tantangan berikutnya dalam menjalankan rencanan ini adalah, penyiapan
laboratorium dan pendanaan kampus-kampus yang baru menjalankan program
doktor. Dia menegaskan, pendidikan program S3 tetap membutuhkan
laboratorium yang berkualitas. Untuk urusan ini, Nuh berjanji
Kemendikbud tidak akan tinggal diam.
Jika program ini berjalan lancar, Nuh mengatakan kedepan bakal banyak
dosen-dosen bergelar doktor dengan rata-rata berumur 27 tahun. Sementara
untuk saat ini, umur dosen meraih gelar doctor rata-rata 36 tahun ke
atas. Percepatan regenerasi dosen bergelar doktor ini, diyakini bisa
mendongkrak kualitas pendidikan tinggi tanah air. (Sumber: JPNN/wan)
Rabu, 28 Maret 2012
Kamis, 22 Maret 2012
UN 2012: Cadangan Soal UN Tidak Dihilangkan
Siapa bilang cadangan soal UN dihilangkan? Mendikbud Muhammad menyanggah hal tersebut. Menurut dia, soal
cadangan bukan dihilangkan melainkan dikurangi jumlahnya."Selalu ada
exit (jalan keluar), jangan diartikan tidak ada soal cadangan," jelas
Nuh ketika ditemui di Hotel Sahid, kemarin (21/3).
Mantan Rektor ITS itu menuturkan, jumlah naskah cadangan soal UN tidak akan sebanyak soal aslinya. Jumlah naskah cadangan itu harus dihitung secara cermat dan matang sesuai dengan jumlah siswa yang mengikuti UN. Sebab, kata dia, naskah soal cadangan tersebut rentan disalahgunakan.
"Berapa muridnya di sekolah, kita siapkan. Kan peserta UN tidak datang secara tiba-tiba. Kita hitung secara matang sehingga lebih presisi. Karena semakin banyak naskah cadangan bisa disalah gunakan. Makanya kalau terjadi persoalan baru digunakan," jelas Nuh. (Sumber:JPNN)
Mantan Rektor ITS itu menuturkan, jumlah naskah cadangan soal UN tidak akan sebanyak soal aslinya. Jumlah naskah cadangan itu harus dihitung secara cermat dan matang sesuai dengan jumlah siswa yang mengikuti UN. Sebab, kata dia, naskah soal cadangan tersebut rentan disalahgunakan.
"Berapa muridnya di sekolah, kita siapkan. Kan peserta UN tidak datang secara tiba-tiba. Kita hitung secara matang sehingga lebih presisi. Karena semakin banyak naskah cadangan bisa disalah gunakan. Makanya kalau terjadi persoalan baru digunakan," jelas Nuh. (Sumber:JPNN)
Kota Malang Pantau Kinerja Guru Bersertifikat
Guru berseritifikat tidak boleh bersantai-santai dalam bertugas. Mereka akan dipantau kinerjanya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang menerjunkan tim
pengawas Kota Malang untuk memonitoring kinerja guru sertifikasi. Surat
penugasan sudah diberikan sejak kemarin kepada para pengawas untuk
menilai kinerja guru sebelum mendapatkan tunjangan profesi pendidik
(TPP).
”Pengawas sudah diberi tugas resmi oleh kepala Dikbud untuk melakukan monitoring guru penerima TPP,” ungkap Kabid Fungsional Tenaga Kependidikan Dikbud Kota Malang, Supriyadi.
Masing-masing pengawas kata dia sudah dibekali instrumen penilaian yang menjadi bahan saat di lapangan. Namun karena jumlah pengawas yang hanya 27 orang maka pengawasan juga akan dibantu oleh kepala sekolah.
Diharapkan para kepala sekolah bisa melaporkan kinerja masing-masing guru penerima tunjangan sertifikasi ini. Misalnya saja terkait kewajiban mengajar 24 jam dalam satu minggu hingga karakter dan perilaku guru. Hasil monitoring ini selanjutnya akan menjadi penentu apakah yang bersangkutan bisa menerima tunjangannya pada triwulan pertama tahun 2012 atau tidak.
Sebab jika tidak ada kendala pada April mendatang pengajuan SK penerima tunjangan akan dilakukan oleh masing-masing dikbud di daerah. ”Guru harus instropeksi diri, kalau memang kewajibannya sebagai penerima TPP tidak bisa dipenuhi maka tidak bisa menerima tunjangan satu kali gaji,” tegasnya.
Di Kota Malang tercatat sudah ada 3333 guru yang disertifikasi sampai tahun 2010. Sementara pada 2011 lalu ada sekitar seribu guru yang disertifikasi. Dalam perjalanan ada guru yang pensiun atau meninggal dunia. Sehingga sampai saat ini tercatat hanya ada 2465 guru pemegang sertifikat pendidik.
(Sumber: JPNN)
”Pengawas sudah diberi tugas resmi oleh kepala Dikbud untuk melakukan monitoring guru penerima TPP,” ungkap Kabid Fungsional Tenaga Kependidikan Dikbud Kota Malang, Supriyadi.
Masing-masing pengawas kata dia sudah dibekali instrumen penilaian yang menjadi bahan saat di lapangan. Namun karena jumlah pengawas yang hanya 27 orang maka pengawasan juga akan dibantu oleh kepala sekolah.
Diharapkan para kepala sekolah bisa melaporkan kinerja masing-masing guru penerima tunjangan sertifikasi ini. Misalnya saja terkait kewajiban mengajar 24 jam dalam satu minggu hingga karakter dan perilaku guru. Hasil monitoring ini selanjutnya akan menjadi penentu apakah yang bersangkutan bisa menerima tunjangannya pada triwulan pertama tahun 2012 atau tidak.
Sebab jika tidak ada kendala pada April mendatang pengajuan SK penerima tunjangan akan dilakukan oleh masing-masing dikbud di daerah. ”Guru harus instropeksi diri, kalau memang kewajibannya sebagai penerima TPP tidak bisa dipenuhi maka tidak bisa menerima tunjangan satu kali gaji,” tegasnya.
Di Kota Malang tercatat sudah ada 3333 guru yang disertifikasi sampai tahun 2010. Sementara pada 2011 lalu ada sekitar seribu guru yang disertifikasi. Dalam perjalanan ada guru yang pensiun atau meninggal dunia. Sehingga sampai saat ini tercatat hanya ada 2465 guru pemegang sertifikat pendidik.
(Sumber: JPNN)
Rabu, 21 Maret 2012
Cara Jitu Cemerlangkan Pikiran Anak
Guru sebaiknya paham bahwa kecemerlangan anak dapat dikawal dan direkayasa menjadi hebat. Kesulitan
berkonsentrasi dapat terjadi pada siapa pun, termasuk anak-anak. Saat
belajar, misalnya, ada saja yang dilakukan si anak. Tak jarang orang tua
gemas melihatnya. Berikut ini beberapa hal yang dapat membantu orang
tua mengarahkan anak agar lebih berkonsentrasi.
1. Membuat kesepakatan dan aturan yang jelas antara orang tua dan anak. Kedua pihak harus konsisten melakukan kesepakatan tersebut. Misalnya berapa jam waktu belajar, berapa jam mendengarkan guru, dan sebagainya.
2. Membuat tanda dengan alat-alat tertentu. Tujuannya agar anak tahu sampai ke mana dia telah mengerjakan suatu tugas. Misalnya, orang tua menggunakan bel atau stopwatch untuk memberi peringatan.
3. Membagi waktu belajar menjadi beberapa kali dalam sehari. Tak perlu terlalu lama, minimal anak dapat menyerap ilmu walau sedikit.
4. Batasi halaman atau referensi yang telah diberikan sehingga anak tahu bagian mana yang sudah ia pelajari.
5. Sebaiknya menggunakan simulasi tertentu seperti di sekolah. Tujuannya agar orang tua dapat menilai sejauh mana anak berkonsentrasi pada tugas dan kegiatan belajarnya.
6. Berikan nutrisi yang cukup sesuai dengan tingkatan usianya. Biasakan anak memiliki waktu tidur yang cukup pula, tidak kurang, tidak pula berlebih.
Sumber: Tempo.co
1. Membuat kesepakatan dan aturan yang jelas antara orang tua dan anak. Kedua pihak harus konsisten melakukan kesepakatan tersebut. Misalnya berapa jam waktu belajar, berapa jam mendengarkan guru, dan sebagainya.
2. Membuat tanda dengan alat-alat tertentu. Tujuannya agar anak tahu sampai ke mana dia telah mengerjakan suatu tugas. Misalnya, orang tua menggunakan bel atau stopwatch untuk memberi peringatan.
3. Membagi waktu belajar menjadi beberapa kali dalam sehari. Tak perlu terlalu lama, minimal anak dapat menyerap ilmu walau sedikit.
4. Batasi halaman atau referensi yang telah diberikan sehingga anak tahu bagian mana yang sudah ia pelajari.
5. Sebaiknya menggunakan simulasi tertentu seperti di sekolah. Tujuannya agar orang tua dapat menilai sejauh mana anak berkonsentrasi pada tugas dan kegiatan belajarnya.
6. Berikan nutrisi yang cukup sesuai dengan tingkatan usianya. Biasakan anak memiliki waktu tidur yang cukup pula, tidak kurang, tidak pula berlebih.
Sumber: Tempo.co
Sertifikasi Guru 2012: 5 Provinsi Terendah Hasil UKA
Berdasarkan hasil UKA, Inilah 5 provinsi dengan perolehan skor UKA terendah. Provinsi yang
memperoleh nilai rata-rata terendah, antara lain Maluku (34,5), Maluku
Utara (34,8), Kalimantan Barat (35,40), Kalimantan Tengah (35,5), dan
Jambi (35,7).
Nilai rendah tersebut memberikan makna bahwa guru-guru di daerah itu memerlukan bantuan peningkatan kualitas diri, pembelajaran, dan mengolah kelas dengan baik. Untuk itu, saat PLPG nanti, guru di 5 provinsi tersebut perlu mendapatkan perhatian. Bila perlu, fasilitas ditambah dengan buku-buku pendukung selain modul yang disiapkan. Bila perlu, PLPG di daerah itu dipasok asesor dari LPTK lain yang dipandang mampu.
Andai waktu PLPG sama dengan yang berskor tinggi, baik dari sisi waktu atau kemasan, dapat diprediksi bahwa hasilnya akan juga sama. Guru akan tetap berkualitas rendah. Kondisi di 5 provinsi itu memerlukan perlakuan lain dalam pelaksanaan PLPG.
Nilai rendah tersebut memberikan makna bahwa guru-guru di daerah itu memerlukan bantuan peningkatan kualitas diri, pembelajaran, dan mengolah kelas dengan baik. Untuk itu, saat PLPG nanti, guru di 5 provinsi tersebut perlu mendapatkan perhatian. Bila perlu, fasilitas ditambah dengan buku-buku pendukung selain modul yang disiapkan. Bila perlu, PLPG di daerah itu dipasok asesor dari LPTK lain yang dipandang mampu.
Andai waktu PLPG sama dengan yang berskor tinggi, baik dari sisi waktu atau kemasan, dapat diprediksi bahwa hasilnya akan juga sama. Guru akan tetap berkualitas rendah. Kondisi di 5 provinsi itu memerlukan perlakuan lain dalam pelaksanaan PLPG.
Tips Sukses Menjadi Guru Baru di Sekolah
Guru baru biasanya dianggap belum mempunyai pengalaman apa-apa dan dianggap masih bau kencur oleh guru lainnya yang berkategori guru lama. Anggapan itu tidak jadi soal karena memang begitu kondisinya. Terima saja anggapan itu. Lalu, beri kesan kepada guru senior bahwa guru baru dapat mengimbangi dengan seabrek prstasi. Caranya, mengalirlah dalam kedirian guru. Lalu ciptakan sinergi dengan rekan sejawat guru. Ini tidak sebatas agar perbedaan pendapat dapat
dihindari, tetapi juga melatih diri dan menciptakan mental untuk dapat
berpikir lebih positif. Misalnya, saat guru baru terlibat suatu konflik
dengan kawan lain sesama guru atau atasan, cara mengatasi agar mood dalam pekerjaan tidak terganggu. Sinergi yang baik akan membantu menciptakan kondisi kerja yang baik pula.
- Komunikasi dua arah
Komunikasi yang baik tidak dapat didefinisikan saat pesan tersebut sampai kepada bawahan dengan baik. Tetapi komunikasi dalam hal pekerjaan harus terjadi dua arah, antara atasan dan bawahan. Dengan komunikasi ini, guru baru dapat menyampaikan keluhan dan kendala yang terjadi pada bidang pekerjaan. Terkadang guru senior dan yunior menjadi jarak untuk kelancaran komunikasi, tetapi coba sedikit demi sedikit untuk saling mengkomunikasikan pekerjaan dengan baik.
- Memahami kepentingan
Perbedaan kepentingan sering kali menyebabkan persimpangan dalam pendapat. Biasanya guru senior dengan sendirinya terbentuk menjadi karakter yang lebih disiplin dan pekerja keras karena tanggung jawab yang diembannya untuk memajukan perusahaan atau malah sebaliknya. Pahami kepentingan guru senior itu.
- Membangun reputasi
Dalam pekerjaan, melakukan kesalahan itu hal biasa. Tetapi tidak lantas kesalahan yang sama lalu dilakukan berulang-ulang. Saat guru baru melakukan kesalahan fatal yang membuat guru senior atau atasan kesal, coba meminta maaf dengan mengakui kesalahan tersebut. Langkah selanjutnya, perbaiki diri dengan kinerja yang semakin baik.
- Fokus pada masalah
Guru baru juga harus pintar memilah saat terjadi konflik dengan guru senior atau atasan karena perbedaan pendapat. Hindari agar konflik tidak melebar, coba mencari solusi sehingga perbedaan dalam urusan pekerjaan dapat diselesaikan di lingkungan kerja saja.
- Empati
Ini perlu dilakukan saat guru baru dihadapkan dengan perbedaan dan selisih pendapat dengan guru senior atau atasan. Cobalah untuk menempatkan diri jika Anda duduk di bangku mereka.
- Jangan ragu bertanya
Sebagai guru baru, Anda juga berhak mengajukan pertanyaan. Bukan hanya menerima perintah. Tanyakan kepada guru senior atau atasan dengan cara simpatik, apa yang harus guru baru lakukan untuk kepentingan sekolah. Jika merasa menghadapi kendala di lapangan, mintalah pendapat atau solusi. Ini akan membuat guru senior atau atasan merasa lebih dihargai, dari pada hanya sekadar diam saja dan tidak tahu apa yang harus dikerjakan. (diolah dari VIVAnews)
- Komunikasi dua arah
Komunikasi yang baik tidak dapat didefinisikan saat pesan tersebut sampai kepada bawahan dengan baik. Tetapi komunikasi dalam hal pekerjaan harus terjadi dua arah, antara atasan dan bawahan. Dengan komunikasi ini, guru baru dapat menyampaikan keluhan dan kendala yang terjadi pada bidang pekerjaan. Terkadang guru senior dan yunior menjadi jarak untuk kelancaran komunikasi, tetapi coba sedikit demi sedikit untuk saling mengkomunikasikan pekerjaan dengan baik.
- Memahami kepentingan
Perbedaan kepentingan sering kali menyebabkan persimpangan dalam pendapat. Biasanya guru senior dengan sendirinya terbentuk menjadi karakter yang lebih disiplin dan pekerja keras karena tanggung jawab yang diembannya untuk memajukan perusahaan atau malah sebaliknya. Pahami kepentingan guru senior itu.
- Membangun reputasi
Dalam pekerjaan, melakukan kesalahan itu hal biasa. Tetapi tidak lantas kesalahan yang sama lalu dilakukan berulang-ulang. Saat guru baru melakukan kesalahan fatal yang membuat guru senior atau atasan kesal, coba meminta maaf dengan mengakui kesalahan tersebut. Langkah selanjutnya, perbaiki diri dengan kinerja yang semakin baik.
- Fokus pada masalah
Guru baru juga harus pintar memilah saat terjadi konflik dengan guru senior atau atasan karena perbedaan pendapat. Hindari agar konflik tidak melebar, coba mencari solusi sehingga perbedaan dalam urusan pekerjaan dapat diselesaikan di lingkungan kerja saja.
- Empati
Ini perlu dilakukan saat guru baru dihadapkan dengan perbedaan dan selisih pendapat dengan guru senior atau atasan. Cobalah untuk menempatkan diri jika Anda duduk di bangku mereka.
- Jangan ragu bertanya
Sebagai guru baru, Anda juga berhak mengajukan pertanyaan. Bukan hanya menerima perintah. Tanyakan kepada guru senior atau atasan dengan cara simpatik, apa yang harus guru baru lakukan untuk kepentingan sekolah. Jika merasa menghadapi kendala di lapangan, mintalah pendapat atau solusi. Ini akan membuat guru senior atau atasan merasa lebih dihargai, dari pada hanya sekadar diam saja dan tidak tahu apa yang harus dikerjakan. (diolah dari VIVAnews)
IQ Tinggi Berawal dari Perlakukan Asupan Sejak Bayi
Asupan menentukan tingkat kecerdasan anak. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa
bayi yang diberi susu dan makanan sesuai permintaan akan tumbuh menjadi
anak yang memiliki IQ lebih tinggi dan lebih berprestasi di sekolah. Di
usia delapan tahun, anak-anak ini memiliki IQ 4-5 poin lebih tinggi
daripada anak yang diberi makan secara terjadwal.
Ilmuwan dari Universitas Essex dan Oxford mengamati tiga kelompok ibu dan bayi. Yaitu, kelompok yang memberi makan bayi mereka secara terjadwal misalnya setiap empat jam sekali, kelompok ibu yang memberi makan tanpa jadwal serta kelompok ibu yang memberi makan anak sesuai permintaan.
Avon Longitudinal Study of Parents meneliti lebih dari 10 ribu anak yang lahir pada awal 1990-an. Temuan menunjukkan bahwa pemberian susu atau makanan sesuai permintaan dikaitkan dengan nilai IQ yang lebih tinggi pada usia delapan tahun. Prestasi anak juga lebih baik dalam pelajaran saat usia lima, tujuh, 11 dan 14 tahun.
Hal ini setelah mempertimbangkan faktor latar belakang seperti pendidikan orangtua, pendapatan keluarga, jenis kelamin dan usia anak, kesehatan ibu dan gaya pengasuhan.
Studi yang sama juga memperlihatkan pemberian makan terjadwal dilakukan para ibu muda tunggal dan cenderung kurang berpendidikan. Sementara anak-anak yang diberi makan tidak terjadwal memiliki skor yang sama dengan anak yang diberi makan saat lapar.
Dr Maria Iacovou dari Institut Riset Sosial dan Ekonomi Universitas Essex mengatakan, "Perbedaan antara jadwal dan keinginan makan anak sama baik pada bayi yang diberi ASI maupun susu botol," katanya seperti dikutip Dailymail.
Kendati lima poin IQ tidak signifikan, menurut Iacovou, ini akan memperbaiki peringkat anak di dalam kelas menjadi peringkat 11 atau 12 dibandingkan mereka yang diberi makan terjadwal pada peringkat 15 dari 30 siswa.
Studi yang dipublikasikan di European Journal of Public Health, juga menyimpulkan ibu yang memberi makan terjadwal memiliki tidur lebih berkualitas dibanding para ibu yang memberi makan sesuai permintaan anak.
(Sumber:VIVAnews)
Ilmuwan dari Universitas Essex dan Oxford mengamati tiga kelompok ibu dan bayi. Yaitu, kelompok yang memberi makan bayi mereka secara terjadwal misalnya setiap empat jam sekali, kelompok ibu yang memberi makan tanpa jadwal serta kelompok ibu yang memberi makan anak sesuai permintaan.
Avon Longitudinal Study of Parents meneliti lebih dari 10 ribu anak yang lahir pada awal 1990-an. Temuan menunjukkan bahwa pemberian susu atau makanan sesuai permintaan dikaitkan dengan nilai IQ yang lebih tinggi pada usia delapan tahun. Prestasi anak juga lebih baik dalam pelajaran saat usia lima, tujuh, 11 dan 14 tahun.
Hal ini setelah mempertimbangkan faktor latar belakang seperti pendidikan orangtua, pendapatan keluarga, jenis kelamin dan usia anak, kesehatan ibu dan gaya pengasuhan.
Studi yang sama juga memperlihatkan pemberian makan terjadwal dilakukan para ibu muda tunggal dan cenderung kurang berpendidikan. Sementara anak-anak yang diberi makan tidak terjadwal memiliki skor yang sama dengan anak yang diberi makan saat lapar.
Dr Maria Iacovou dari Institut Riset Sosial dan Ekonomi Universitas Essex mengatakan, "Perbedaan antara jadwal dan keinginan makan anak sama baik pada bayi yang diberi ASI maupun susu botol," katanya seperti dikutip Dailymail.
Kendati lima poin IQ tidak signifikan, menurut Iacovou, ini akan memperbaiki peringkat anak di dalam kelas menjadi peringkat 11 atau 12 dibandingkan mereka yang diberi makan terjadwal pada peringkat 15 dari 30 siswa.
Studi yang dipublikasikan di European Journal of Public Health, juga menyimpulkan ibu yang memberi makan terjadwal memiliki tidur lebih berkualitas dibanding para ibu yang memberi makan sesuai permintaan anak.
(Sumber:VIVAnews)
Inovasi Pembejaran: Belajar Bahasa Jawa dengan Permainan Komputer
Tampaknya, belajar simbol aksara Jawa sudah tidak susah lagi. Estu
Pitarto, guru SD Islam Al Azhar 14 Semarang ini membuat media
pembelajaran berupa CD interaktif berjudul "Ayo Sinau Aksara Jawa" untuk
membuat belajar aksara Jawa menjadi menyenangkan. Siswa akan semakin cepat dan mudah mengenali simbol aksara Jawa. Lalu, siswa dapat menulis dengan aksara Jawa itu.
Dengan metode permainan puzzle, anak-anak bisa belajar sambil bermain, khususnya mata pelajaran Aksara Jawa ini, Pada awalnya, CD interaktif ini hanya ditujukan khusus kelas 3 SD. Sehingga isi materinya masih sederhana sesuai kurikulum yang diajarkan di SD kelas 3.
Namun ternyata Estu juga memberikan pelajaran tambahan bagi siswa baru, terutama bagi siswa yang berasal dari luar Jawa. Orang luar Jawa biasanya sudah malas belajar aksara Jawa karena mereka tidak merasa sebagai bagian orang Jawa. Padahal jika memasuki sekolah di Jawa, pelajaran aksara Jawa merupakan muatan lokal yang bersifat wajib. Dengan menggunakan CD interaktif tersebut, Estu mengharap siswa-siswanya yang berasal dari luar Jawa bisa mengejar ketertinggalannya dengan anak-anak lain yang telah mempelajari aksara Jawa sebelumnya. CD interaktif yang memakai software Macromedia Flash tersebut tidak hanya untuk siswa kelas 3 SD saja, tetapi juga bisa digunakan oleh siapa saja yang ingin mempelajari aksara Jawa.
CD interaktif besutan Estu ini merupakan game interaktif yang memenangkan National Innovative Teachers Competition 2011 yang diadakan Microsoft. Game ini memenangkan dalam kategori "Most Innovative". Kegiatan National Innovative Teachers Competition tersebut merupakan agenda tahunan Microsoft yang telah dilakukan sejak 2004. Pada tahun 2011 lalu, ada sekitar lebih dari 100 guru di seluruh Indonesia yang mengikuti kompetisi ini, namun hanya sekitar 80 karya yang dinilai lolos oleh juri. Kemudian, kegiatan yang diselenggarakan oleh Microsoft Indonesia dan Badan Pengembangan SDM Indonesia dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini mengumumkan empat pemenang dari setiap kategori. (Sumber:Kompas.com)
Dengan metode permainan puzzle, anak-anak bisa belajar sambil bermain, khususnya mata pelajaran Aksara Jawa ini, Pada awalnya, CD interaktif ini hanya ditujukan khusus kelas 3 SD. Sehingga isi materinya masih sederhana sesuai kurikulum yang diajarkan di SD kelas 3.
Namun ternyata Estu juga memberikan pelajaran tambahan bagi siswa baru, terutama bagi siswa yang berasal dari luar Jawa. Orang luar Jawa biasanya sudah malas belajar aksara Jawa karena mereka tidak merasa sebagai bagian orang Jawa. Padahal jika memasuki sekolah di Jawa, pelajaran aksara Jawa merupakan muatan lokal yang bersifat wajib. Dengan menggunakan CD interaktif tersebut, Estu mengharap siswa-siswanya yang berasal dari luar Jawa bisa mengejar ketertinggalannya dengan anak-anak lain yang telah mempelajari aksara Jawa sebelumnya. CD interaktif yang memakai software Macromedia Flash tersebut tidak hanya untuk siswa kelas 3 SD saja, tetapi juga bisa digunakan oleh siapa saja yang ingin mempelajari aksara Jawa.
CD interaktif besutan Estu ini merupakan game interaktif yang memenangkan National Innovative Teachers Competition 2011 yang diadakan Microsoft. Game ini memenangkan dalam kategori "Most Innovative". Kegiatan National Innovative Teachers Competition tersebut merupakan agenda tahunan Microsoft yang telah dilakukan sejak 2004. Pada tahun 2011 lalu, ada sekitar lebih dari 100 guru di seluruh Indonesia yang mengikuti kompetisi ini, namun hanya sekitar 80 karya yang dinilai lolos oleh juri. Kemudian, kegiatan yang diselenggarakan oleh Microsoft Indonesia dan Badan Pengembangan SDM Indonesia dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini mengumumkan empat pemenang dari setiap kategori. (Sumber:Kompas.com)
Sertifikasi Guru 2012: Gara-Gara Hasil UKA Jeblok, Guru Baru Harus dari Lulusan Terbaik
Gara-gara hasil UKA jeblok, tampaknya, ke depan, guru baru harus dari lulusan terbaik di perguruan tinggi yang berstatus LPTK. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengakui
kecewa dengan hasil nilai uji kompetensi akhir (UKA) guru tahun 2012 ini
yang cukup rendah. Yakni rata-rata nasional hanya mencapai angka 42,25.
“Jika dikatakan kecewa ya mau bagaimana lagi. Kenyataannya memang seperti ini. Tapi setidaknya, saya bisa mengatakan bahwa UKA ini cukup jujur. Inilah kondisi guru-guru kita. Kita harus hadapi,” ungkap Nuh di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (16/3).
Nuh mengatakan, pemerintah akan lebih memfokuskan pada guru-guru baru dan akan menjadi prioritas pemerintah ke depannya. “Rencana pemerintah ke depannya memang ingin memasukkan lulusan yang baik. Yang sudah terlanjur disertifikasi biar saja. Tapi pastinya ke depan akan tertutup (diisi, red) dengan guru-guru yang lulusannya baik.Sehingga, akan jauh lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Namun begitu, Nuh juga mengakui cukup lega karena pemerintah akhirnya memiliki data untuk pemetaan kondisi guru di Indonesia. Data ini, lanjut Nuh, juga sebagai data pendukung data lainnya. Yakni, data pemetaan Ujian Nasional (UN) dan data kondisi fisik sekolah.
“Nanti semuanya akan disatukan semua. Sehingga pemerintah dapat memiliki data utuh mulai dari hasil UN dan nilai akademik siswa, tingkat kompetensi gurunya, dan kondisi fisik,” jelasnya. (sumber: /jpnn)
“Jika dikatakan kecewa ya mau bagaimana lagi. Kenyataannya memang seperti ini. Tapi setidaknya, saya bisa mengatakan bahwa UKA ini cukup jujur. Inilah kondisi guru-guru kita. Kita harus hadapi,” ungkap Nuh di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (16/3).
Nuh mengatakan, pemerintah akan lebih memfokuskan pada guru-guru baru dan akan menjadi prioritas pemerintah ke depannya. “Rencana pemerintah ke depannya memang ingin memasukkan lulusan yang baik. Yang sudah terlanjur disertifikasi biar saja. Tapi pastinya ke depan akan tertutup (diisi, red) dengan guru-guru yang lulusannya baik.Sehingga, akan jauh lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Namun begitu, Nuh juga mengakui cukup lega karena pemerintah akhirnya memiliki data untuk pemetaan kondisi guru di Indonesia. Data ini, lanjut Nuh, juga sebagai data pendukung data lainnya. Yakni, data pemetaan Ujian Nasional (UN) dan data kondisi fisik sekolah.
“Nanti semuanya akan disatukan semua. Sehingga pemerintah dapat memiliki data utuh mulai dari hasil UN dan nilai akademik siswa, tingkat kompetensi gurunya, dan kondisi fisik,” jelasnya. (sumber: /jpnn)
UGM Juarai Kontes Robot 2012
UGM berhasil meraih juara
kompetisi Java Robot Contest 2012 yang diadakan 3-4 Maret 2012 lalu di
Gedung Robotic ITS Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur. Tim UGM ini
terdiri dari Damar Satrio Guntoro (Jurusan Teknik Mesin dan Industri
angkatan 2009), Febry Mulia Wardhana, Septian Jamaludin Zakky, Sukma
Langgeng, Nanda Titis, Praba Kusuma, serta Fikri Meitri Makhluf
(semuanya dari Jurusan Teknik Mesin dan Industri angkatan 2010). Mereka
tergabung dalam Tim Paksima (Pusat Kreasi Mahasiswa) UGM.
Menurut koordinator Paksima UGM, Damar Satrio, UGM melalui Tim Paksima 14 berhasil menjadi juara dan Tim Paksima 16 lolos menjadi runner-up pada kategori linetracer mikro labirin. Sementara Tim Paksima 17 dalam kompetisi tersebut berhasil merebut runner-up pada kategori linetracer micro on the spot. UGM unggul dari beberapa pesaing beratnya seperti dari PENS Surabaya dan UNY. "Kecuali Paksima 15, tiga tim lainnya berhasil meraih juara satu dan dua pada kompetisi tersebut," kata Damar, di kampus UGM, Selasa (20/3/2012).
Damar mengatakan, pada kompetisi tersebut UGM mengirimkan 4 tim, yaitu Paksima 14, Paksima 15, Paksima 16 untuk kategori linetracer micro labirin, serta Paksima 17 untuk kategori linetracer micro on the spot. Dalam kompetisi yang diikuti sekitar 62 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Tim Paksima UGM berhasil menjadi juara karena robot mereka berhasil lolos melewati jalur yang ada dengan waktu tercepat dan akurat. "Pemenangnya adalah robot yang tercepat dan akurat ketika melintasi jalur yang disediakan," urainya. (Sumber:kompas.com)
Menurut koordinator Paksima UGM, Damar Satrio, UGM melalui Tim Paksima 14 berhasil menjadi juara dan Tim Paksima 16 lolos menjadi runner-up pada kategori linetracer mikro labirin. Sementara Tim Paksima 17 dalam kompetisi tersebut berhasil merebut runner-up pada kategori linetracer micro on the spot. UGM unggul dari beberapa pesaing beratnya seperti dari PENS Surabaya dan UNY. "Kecuali Paksima 15, tiga tim lainnya berhasil meraih juara satu dan dua pada kompetisi tersebut," kata Damar, di kampus UGM, Selasa (20/3/2012).
Damar mengatakan, pada kompetisi tersebut UGM mengirimkan 4 tim, yaitu Paksima 14, Paksima 15, Paksima 16 untuk kategori linetracer micro labirin, serta Paksima 17 untuk kategori linetracer micro on the spot. Dalam kompetisi yang diikuti sekitar 62 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Tim Paksima UGM berhasil menjadi juara karena robot mereka berhasil lolos melewati jalur yang ada dengan waktu tercepat dan akurat. "Pemenangnya adalah robot yang tercepat dan akurat ketika melintasi jalur yang disediakan," urainya. (Sumber:kompas.com)
Langganan:
Postingan (Atom)