Senin, 06 Agustus 2012

Mendikbud: Sudah Waktunya Belajar Fair

Melihat hasil sementara uji komptensi guru (UKG) yang jeblok, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) langsung merancang agenda pembinaan. Guru-guru peserta yang mendapatkan nilai UKG jelek, wajib mengikuti pembinaan khusus tahun depan.

Di sela safari Ramadan di Yogyakarta, Minggu (5/8) Mendikbud Mohammad Nuh mengakui jika rata-rata hasil sementara UKG yang hanya 44,5 adalah hasil cukup jelek. Nuh mengatakan para guru peserta UKG tidak perlu meratapi berlebihan hasil UKG tersebut.
 
"Dengan hasil tadi, mari kita belajar untuk mengakui hal yang sesungguhnya. Kita sudah waktunya belajar fair," ucap Nuh.

Dia mengatakan hasil rata-rata UKG yang hanya 44,5 itu harus digenjot. Dia menuturkan guru yang memperoleh nilai jelek wajib mengikuti pelatihan khusus tahun depan. Sedangkan guru yang sudah mendapatkan nilai bagus, dilepas untuk kembali mengajar.

Mantan Menkominfo itu mengatakan, jika sampai saat ini nilai ambang batas kewajaran atau standar guru harus ikut pelatihan khusus masih dalam kajian. Kemungkinan besar guru-guru yang nilainya kurang dari 50 atau 60 akan diikutkan dalam pelatihan khusus tahun depan.

Materi-materi dalam pelatihan khusus ini nantinya akan disesuaikan dengan hasil UKG masing-masing guru. Rata-rata Nuh mengatakan jika para guru kesulitan menghadapi materi soal kependidikan atau pedagogik.

Nuh mengatakan guru yang sangat jago atau menguasai mata pelajaran yang diampu saja tidak cukup. Tetapi guru itu wajib menguasai juga soal teori-teori kependidikan dan prakteknya.

Upaya Kemendikbud dalam meningkatkan kualitas dan kinerja guru tidak berhenti pada pelatihan khusus tersebut. Setelah guru-guru bernilai jelek tadi menjalani pelatihan khusus, akan dikembalikan lagi ke sekolah masing-masing untuk mengajar.

Selanjutnya guru-guru yang memperoleh nilai UKG bagus maupun jelek wajib menjalani penilaian kinerja secara berjangka. "Penilaian kinerja ini diantaranya menyangkut urusan kedisiplinan," tutur Nuh.

Dia menuturkan, penilaian kinerja ini nantinya akan mengetahui hingga detail kinerja guru dalam mengajar. Mulai dari urusan absensi mengajar, keterlambatan datang ke sekolah, dan urusan teknis lainnya.

"Ibarat dokter, profesi guru juga harus dipantau secara berkala. Tidak bisa dilepas begitu saja," katanya.

Terkait urusan keberlanjutan UKG, Nuh mengatakan UKG tahap pertama terus dijalankan hingga 12 Agustus mendatang. "Walaupun ada yang macet di beberapa tempat, jalan terus," katanya.

Untuk itu, Nuh meminta para guru yang akan menghadapi UKG untuk menyiapkan diri dengan matang. Sehingga tidak kesulitan dalam mengerjakan soal ujian. (Sumber: wan/JPNN)

Skor Guru Melalui UKG Jeblok

Skor guru dalam UKG jeblok. Mereka hanya mampu berada di rata-rata 40--50. Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) gelombang pertama yang dimulai 31 Juli lalu tetap dilanjutkan. Dari total 4.158 tempat uji kompetensi (TUK), sebanyak 2.344 TUK aktif dan 937 TUK akan mulai diaktifkan tanggal 8 Agustus mendatang, sedangkan 877 nonaktif.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, sampai dengan hari ketiga (1/8) pelaksanaan UKG telah diikuti 373.415 peserta. Dari jumalah tersebut sebanyak 243.619 peserta yang datanya sudah diolah.

“Memang ada yang ngadat, tetapi prinsipnya jalan. TUK yang tidak jalan distop, sedangkan yang normal tetap berjalan,” terangnya saat memberikan keterangan pers di Kemdikbud, Jakarta, Jumat (3/8) sore.

Nuh menyampaikan, guru-guru yang direncanakan mengikuti UKG di TUK yang dinonaktifkan tidak perlu datang. Mereka dijadwalkan ulang untuk mengikuti UKG pada gelombang kedua bulan Oktober mendatang.

Berdasarkan  data yang telah masuk di Kemdikbud, rata-rata nilai UKG adalah 44,55. Untuk nilai tertinggi mencapai  91,12 dan terendah 0. “Peta ini kalau kita lihat dengan UKA (uji kompetensi awal) tidak jauh beda, yakni 4,2. Nilai UKG sementara yang paling tinggi diraih DI Yogyakarta (DIY) yang mencapai 51.03,” jelas Nuh.

Nuh  merinci, untuk guru kelas sekolah dasar rata-ratanya 40.87, sedangkan untuk Penjaskes 42.59. Sementara mata pelajaran Bahasa Indonesia guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) rata-ratanya paling rendah dibanding mata pelajaran lain seperti IPA, IPS, dan matematika.

“Ada sesuatu yang harus kita rombak dalam kemampuan bahasa Indonesia para guru kita,” katanya.

Untuk sekolah menengah atas, mata pelajaran kimia paling rendah 37.9, sedangkan paling tinggi fisika 58,7.

Mendikbud menambahkan, penggunaan bandwith di server pusat hanya 2,34 persen, dan hambatan terjadi bukan bandwith di server, tetapi lebih banyak di terminal user. “Solusinya pendampingan pelaksanaan,” ucapnya. (Sumber: Cha/jpnn)

Buta Huruf dari Perantauan

Sekitar 59.000 anak-anak tenaga kerja Indonesia di Malaysia yang masuk dalam usia sekolah belum terlayani pendidikan sehingga terancam buta huruf. Hingga saat ini, penanganan pendidikan anak-anak TKI di Malaysia yang berusia 4-16 tahun dari Pemerintah Indonesia belum optimal.

”Anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) itu umumnya di ladang sawit. Dari data yang kami himpun, baru sekitar 14.000 anak-anak TKI di tingkat SD dan SMP yang bisa dilayani pemerintah,” kata Ahmad Rizali, Direktur Program Pendidikan Pertamina Foundation di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Ahmad, Pertamina Foundation bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) hendak membantu penanganan pendidikan anak-anak TKI di Malaysia. Selain menyalurkan buku-buku pelajaran dan alat bantu belajar jarak jauh, kerja sama ini juga meliputi pengiriman guru ke Malaysia.

Mengutip data Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu, Ahmad menyebutkan, anak-anak TKI buta huruf di Sabah, Malaysia, yang sudah tertangani 14.032 orang. Mereka terdiri dari 423 anak SD di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dan 4.548 anak di 42 di community learning center (CLC), 74 anak di SMP SIKK dan 1.201 anak di 35 CLC SMP terbuka, serta 7.796 anak di Pusat Pembelajaran LSM Humana Borneo Child Aid (kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2006).

Masih ada sekitar 40.000 anak yang belum terurus dan buta huruf di Sabah. Belum ditambah yang di Sarawak dan Semenanjung, jumlahnya diperkirakan 59.000 anak.

Sekretaris Jenderal IGI Mohammad Ihsan mengatakan, anak-anak TKI di Malaysia terkendala mengakses pendidikan formal karena ada kebijakan Pemerintah Malaysia yang melarang anak-anak warga negara asing bersekolah di sekolah milik Pemerintah Malaysia. (Sumber: ELN/kompas.com)

Sabtu, 04 Agustus 2012

UGM Terbaik di Webometrik Juli 2012

Universitas Gadjah Mada kembali menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics. Menurut pengumuman yang dirilis pada akhir Juli 2012, UGM berada di peringkat kesembilan dalam daftar 100 besar perguruan tinggi (PT) terbaik di Asia Tenggara dan peringkat ke-379 dunia.
Menanggapi hasil peringkat UGM yang dirilis Webometrics, Kepala Humas UGM Wijayanti, SIP, MSc, mengatakan, peringkat yang dicapai UGM tersebut sebagai salah satu parameter untuk mengukur capaian dari upaya yang telah dilakukan UGM selama ini. "Artinya, penyebaran ilmu pengetahuan dan informasi menggunakan laman (website) UGM semakin membudaya," kata Wijayanti kepada wartawan, Kamis (2/8/2012). Dengan bandwith sebesar 250 mbps yang disediakan oleh PPTIK UGM, tambahnya, civitas akademika mempunyai keleluasaan untuk mengunggah karya-karyanya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Dalam daftar 100 besar PT terbaik Asia tenggara, setidaknya ada 32 PT dari Indonesia yang masuk daftar Webometrics. Selain UGM, di antaranya UI yang masuk peringkat ke-15, diikuti ITB (18), ITS (19), Universitas Pendidikan Indonesia (22), Universitas Gunadarma (24), IPB (25), Universitas Brawijaya  (29), Universitas Sebelas Maret (30), dan Universitas Diponegoro (32).          
Kriteria penilaian yang digunakan oleh Webometrics kali ini berbeda dari sebelumnya. Bila selama ini Webometrics menggunakan kriteria size, visibility, rich text, dan scholary, tetapi kali ini Webometrics menggunakan presence, impact, openness, dan excellent sebagai kriteria penilaian.
Presence adalah volume konten global yang terindeks oleh commercial search engine terbesar (Google). Impact adalah kualitas konten yang dievaluasi dari tautan eksternal dari pihak ketiga dengan data visibility-nya menggunakan dua mesin pencari, Majestic SEO dan Ahrefs. Openness adalah jumlah rich file (pdf, doc, docs, dan ppt) yang terindeks di google scholar, sedangkan excellence memperhitungkan karya akademik yang dipublikasikan di jurnal internasional yang tergolong high-impact dengan sumber datanya diambil dari Scimago.(sumber: kompas.com)

Kamis, 02 Agustus 2012

Media Pembelajaran Kreatif untuk Bahasa Indonesia

Berkat bimbingan Suyatno, pengasuh www.garduguru.blogspot.com ini, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia JBSI Unesa lahirkan lebih dari 200 media pembelajaran lewat workshop kelas.



   
 
Salah satu kelemahan guru adalah mengajar tanpa media, sehingga ceramah menjadi satu-satunya metode mengajar yang dikuasai oleh guru. Saya tidak ingin mahasiswa keguruan ketika menjadi guru, mereka menjadi guru yang yang miskin media dan apa adanya, terang Pak Yatno di sela-sela pertemuan akhir mata kuliah media pembelajaran di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa.
Sejak pukul 07.00 WIB mahasiswa kelas A mulai berdatangan di Joglo Fakultas Bahasa dan Seni FBS Unesa. Mereka datang hampir bersamaan dengan membawa kotak media masing-masing. Ada yang memanggul kotak medianya, ada yang mengangkat satu kotak dua orang, dan ada pula yang mengangkut kotak medianya dengan sepeda motor.

Pagi itu suasana joglo FBS ramai dengan stand-stand mahasiswa JBSI yang siap menggelar media pembelajaran karya mereka. Setelah sebelumnya mereka menyulap joglo menjadi tempat workshop, mereka mengorganisir sendiri persiapan workshop pagi itu. Setelah PK (pemimpin kelas) A,B, dan C angkatan 2010 dibrifing oleh Pak Yatno seminggu sebelumnya.

Perkuliahan media pembelajaran di JBSI memang yang paling unik dan asyik, kuliah tidak selalu di kelas, dan hebatnya satu mahasiswa mampu menghasilkan minimal 20 media pembelajaran Bahasa Indonesia. Kuliah workshop kali ini untuk unjuk hasil karya mahasiswa setelah pada pertemuan sebelumnya Pak Yatno telah mengenalkan ragam media pembelajaran kepada mahasiswanya, mulai media elektronik sampai media kreatif.

Pada workshop ini, mahasiswa menampilkan ragam media kreatif yang telah dibuat. Pak Yatno, dengan teliti mendatangi satu per satu stand media mahasiswanya. Terjadi tanya jawab intensif antara Pak Yatno dan mahasiswanya tentang media yang dibuat, sehingga masing-masing mahasiswa mengerti betul letak kekurangan dan kelebihan media yang dibuat. Dengan demikian, para mahasiswa dapat mengevaluasi dan memperbaiki kualitas media buatannya.

Di luar dugaan, dari tiga kelas yang dibimbing Pak Yatno tercipta lebih dari 200 media kreatif Bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan sisi kreativitas mahasiswa meningkat pesat dari belum mengenal media pembelajaran sampai bisa membuat sendiri media kreatifnya. Hadir pula saat itu mahasiswa angkatan 2008, Mila panggilannya. Saat saya tanya tentang dampak perkuliahan media pembelajaran yang diterapkan Pak Yatno kepada mahasiswanya, ia menyampaikan “ Saya beruntung mengikuti kuliah media pembelajaran dengan Pak Yatno, ketika PPL semester lalu saya tidak bingung ketika masuk kelas karena saya telah siap dengan media yang saya buat ketika menempuh mata kuliah media pembelajaran, karena ada teman saya jurusan lain yang sampai menangis karena tidak mampu menghadapi siswanya”.
Di akhir workshop, Pak Yatno merefleksikan kepada mahasiswanya bahwa membuat media pembelajaran tidak boleh berhenti sampai di sini, tetapi harus selalu dikembangkan sampai para mahasiswa menjadi guru. (sumber: www.wapikweb.org)

Pembelajaran Olahraga memang Penting

Pelajaran Olahraga di sekolah teramat penting bagi tumbuh kembang anak-anak. Kompas.com melaporkan bahwa olahraga tak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan bagi orang dewasa. Selebihnya, olahraga juga punya segudang manfaat untuk anak-anak. Mulailah ajak anak untuk gemar berolahraga sedini mungkin, agar ia mendapatkan manfaatnya segera.

1. Meningkatkan kesehatan

Para peneliti di Centers for Disease Control mengungkapkan, salah satu masalah yang dialami anak-anak di Amerika adalah obesitas. Masalah kelebihan berat badan ini akan meningkatkan faktor risiko penyakit diabetes dan darah tinggi tiga kali lipat saat dewasa. Salah satu cara yang paling dianjurkan untuk mencegahnya adalah dengan berolahraga. Aktivitas fisik ini akan membantu membakar kalori yang tak dibutuhkan tubuh, dan mencegah obesitas.

2. Meningkatkan kecerdasan
Menurut para peneliti di Michigan State University's Institute, anak yang gemar berolahraga terbukti lebih cerdas dibandingkan yang tidak. Mereka mengungkapkan, olahraga bisa membantu mengajarkan anak untuk konsentrasi pada tugas, dan mengatur waktu lebih efektif.

3. Lebih sportif
Kalah dan menang merupakan hal yang biasa dalam permainan. Namun dalam olahraga, mereka diajarkan untuk bisa menghargai kalah dan menang dengan sportif. Mereka bisa berjabat tangan dengan lawannya, tidak peduli apa pun hasil pertandingannya. Ketika dewasa, sikap sportif ini akan terbawa dan membuat mereka lebih menghargai teman dan berusaha melakukan yang terbaik dan sportif.

4. Sarana sosialisasi

Olahraga bisa menjadi sebuah jaringan sosial instan bagi anak-anak. Bagi anak-anak yang cenderung tertutup dan minder, olahraga bisa jadi cara yang baik untuk meningkatkan kepercayaan diri dan pergaulan mereka. Tim olahraga menawarkan persahabatan dan kekompakan antaranggota, dan ini akan membantu anak untuk menjalin persahabatan.

5. Membangun percaya diri
Olahraga bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri anak, apalagi jika mereka bisa menghasilkan sebuah prestasi. Olahraga memberikan kesempatan anak untuk belajar, berprestasi, dan berpikir positif tentang diri sendiri melalui pengembangan keterampilan. Aktivitas fisik ini akan menumbuhkan citra diri yang sehat dan penilaian positif terhadap diri sendiri.

6. Mengajarkan kerjasama
Beberapa jenis olahraga berkelompok seperti sepakbola membutuhkan kerjasama tim yang baik. Olahraga akan membantu anak untuk bisa bekerjasama dengan anggota lain, memahami aturan, dan mendengarkan pelatih agar berprestasi. Menjadi bagian dari kelompok dan belajar melakukan apa yang terbaik untuk tim menjadi salah satu manfaat berolahraga.

7. Membantu menentukan target

Dalam olahraga, target akhir yang ingin dicapai adalah membawa pulang piala kejuaraan, memenangkan turnamen, dan mencetak skor maksimal. Namun, sebelum meraih itu semua, para pemain harus menguasai teknik dasar dan keterampilan olahraga. Melalui proses ini, olahraga memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak untuk menentukan tujuan jangka panjang dan pendek dalam hidup mereka.

8. Membina ketekunan

Anak-anak yang mengikuti berbagai kelas olahraga pasti punya kata-kata tertentu untuk menyemangati dirinya sendiri. Dan kata-kata ini biasanya  terbawa untuk menyemangati dirinya saat gagal melakukan berbagai hal. Anak yang gemar berolahraga sudah terlatih untuk menghadapi luka, kekecewaan, dan kekalahan. Mereka diajarkan untuk menghadapi kegagalan mereka dengan tenang, dan berusaha lebih tekun di pertandingan berikutnya.

9. Menghindarkan tindak kriminalitas
Kosongnya beberapa jam di sore hari tak jarang membuat anak cepat bosan. Daripada keluyuran tak jelas, sebaiknya ajak mereka berolahraga karena hal ini bisa menghindarkan mereka dari pergaulan tidak benar, dan juga tindak kriminal.

10. Memberi kebahagiaan
Bagaimanapun juga, olahraga adalah permainan. Permainan bertujuan untuk memberikan kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Sebagai langkah awal memperkenalkan olahraga pada anak, ajak mereka berlari, melompat, melempar, menangkap, menyelam, berenang, dan lain-lain. Lakukan ini agar mereka tahu bahwa olahraga itu menyenangkan, sehingga lebih mudah membuat mereka berolahraga. (Sumber: Kompas.com)

Rabu, 25 Juli 2012

Pembelajaran yang Baik Ada di Wapikweb.org

Jangan susah mencari informasi pembelajaran yang baik. Para guru dapat melacaknya di www.wapikweb.org dengan sepenuh hati. Di laman itu, terdapat berbagai macam informasi tentang praktik yang baik dalam pendidikan. Ada ratusan informasi yang dapat diunggah.

Wapik merupakan wahana aplikasi pendidikan dan informasi yang baik. Itu merupakan laman yang dikelola world bank dalam rangka mendokumentasikan, menyebarluaskan, dan mentradisikan pembelajaran yang baik. Untuk itu, jangan heran jika di laman pendidikan tersebut terdapat artikel pembelajaran, manajemen, video, dan foto tentang pembelajaran yang baik.

www.wapikweb.org terbuka untuk siapa saja yang peduli terhadap pendidikan di Indonesia. Guru dibebaskan untuk mengkopi artikel yang dipandang menarik. Guru di manapun, kapan pun, dan dalam kondisi apap pun dapat memanfaatkan isi di wapik untuk bahan pembelajaran di kelas. Memang sudah saatnya, guru berubah cara mengajarnya, dari cara klasik ke arah cara inovatif.

Sabtu, 07 Juli 2012

Ingin Bahagia> Belajarlah Senantiasa

Walaupun kadang membuat pusing, belajar ternyata membuat kehidupan seseorang lebih bahagia. Hal tersebut terungkap melalui survei Kantor Statistik Nasional AS (ONS) terhadap 15 ribu orang dari usia 16 tahun ke atas. Tim memerhatikan tingkat kecenderungan belajar partisipan berdasarkan kualifikasi pendidikannya. Seperti yang dilansir Media Indonesia.com 7 Juli 2012.

Di awal surveinya, tim ONS menyatakan ingin mencari tahu hubungan langsung antara kebahagiaan dan belajar. Dari survei tersebut, ONS menemukan bahwa orang dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi sebanding lurus dengan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari yang mereka rasakan.

Tim melakukan survei dengan tingkat indikator kebahagiaan dari yang terendah yakni 1-10. Hasilnya, hampir 81% partisipan yang memiliki kualifikasi pendidikan tinggi (A) menempatkan kebahagiaan mereka di tingkat 7 ke atas.

Sedangkan partisipan yang memiliki tingkat pendidikan di bawahnya (B) hanya 74%. Kemudian partisipan yang hanya memiliki kualifikasi pendidikan dasar memiliki tingkat persentase 62% indikator kebahagiaan 7 ke atas.

"Kami bahagia laporan ONS menyimpulkan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan kebahagiaan hidup, baik pada anak muda maupun yang sudah tua," ujar pengamat pendidikan dari Association of Teachers and Lecturers Jill Stokoe. (Telegraph/DK/OL-9/media Indonesia)

Jumat, 18 Mei 2012

Guru Inspiratif Menurut Bill Gates

Sal Khan bisa memasukkan nama Bill Gates sebagai salah satu penggemarnya. Serius, ini Bill Gates orang terkaya di dunia.
Khan bukan jawara Lembah Silikon, seperti Mark Zuckerberg yang menemukan Facebook atau Andy Rubin yang membuat Google bangkit dengan Android. Khan cuma seorang guru. Khan menghabiskan waktunya di sebuah bekas toilet mini yang ia sulap menjadi studio rekaman sekaligus perpustakaan. Ruangan berukuran 1,5 x 2 meter itu adalah think thank yang dia sebut: bgC3. Di ruang sesak inilah Khan menghabiskan waktunya bersama dua komputer, headphone di telinga, kaus tidur dan piyama, menunggu siang sambil membaca buku atau membuat video.
“Orang ini luar biasa,” kata Gates dalam surelnya. “Dia mengerjakan banyak hal dengan sumber daya yang amat terbatas.”
Mengapa Khan begitu dikagumi Bill Gates? Gates dan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun, Rory, terpana oleh video-video pendidikan bikinan Khan, dari video aljabar sampai biologi. Yang membuat kagum Gates adalah sosok Khan yang meninggalkan dunia gemerlap sebagai manajer investasi beralih menjadi guru yang mendidik jutaan orang lewat video Internet.
Di kontrakannya yang sempit di Lembah Silikon itulah dosen digital ini membikin tutorial video. Khan sebenarnya adalah lulusan MBA (master business of administration) Universitas Harvard. Dulu dia manajer keuangan. Tapi hidupnya kini dia serahkan ke dunia pendidikan, yang dia sebut Khan Academy (http://khanacademy.org). Di Khan Academy itu, dia adalah satu-satunya guru. Dia bisa mengajar apa saja, dari kalkulus, trigonometri, kimia, fisika, biologi, sampai tentang perang Napoleon, dan pelajaran ekonomi dari pabrik cupcake.
Sejauh ini, dari bekas toilet itu, dia telah menciptakan 1.630 tutorial dan ditonton oleh 70 ribu orang per hari. Angka itu nyaris dua kali lipat jumlah mahasiswa Harvard plus Universitas Sanford. “Jumlah pengunjung tertinggi mencapai 200 ribu orang,” kata Khan. Sebuah kesungguhan dan ketulusan yang membuat banyak orang iri, termasuk Bill Gates.
“Keindahan dari pengajaran Khan adalah konsistensi dia,” ujar Gates.
Seperti entrepreneur hebat lainnya, Khan terjun di dunia pendidikan tanpa sengaja. Dia lahir dan besar di New Orleans. Khan putra imigran berdarah Bangladesh dan India. Di bangku kuliah, Khan adalah bintang. Dia punya tiga gelar dari universitas ternama di Amerika Serikat: MBA dari Harvard, bachelor of science bidang matematika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), serta bachelor dan master dari MIT untuk bidang kelistrikan. Dia sempat menjadi presiden kelas di MIT.
Khan jatuh cinta kepada kegiatan mengajar setelah ia menjadi guru sukarelawan untuk anak-anak Brookline. Ini adalah anak-anak yang mengalami sindrom attention deficit disorder, yang kesulitan memusatkan fokus perhatian. Dia juga tersentuh ketika keponakannya, yang kelas VII, bertanya soal konversi berat dalam kilogram. Khan pun mulai membuat tutorial dengan menggunakan software Yahoo Doodle. Sejak itulah kecanduan mengajar dimulai.
Khan mulai membuat tutorial dengan menulis program JavaScript sendiri. Dia bekerja di sela-sela waktu istirahatnya sebagai manajer investasi, di antara waktu main bola. Lalu dia rekam dalam bentuk video dan diunggah ke YouTube.
Khan akhirnya benar-benar hidup untuk akademinya setelah mendapat pesangon US$ 1 juta (Rp 9 miliar). Uang itu dia sebut Khan Capital, yang digunakan untuk membiayai hidupnya dengan investasi. Khan berkukuh tak mau mengkomersialkan situsnya. “Saya sudah punya dua mobil Honda, istri yang cantik dan anak yang hebat, serta rumah,” katanya.
Khan tak pernah miskin dengan kebaikan. Sebab, pengusaha-pengusaha Lembah Silikon pun membanjiri dia dengan donasi. Indonesia butuh orang-orang baik budi dan tidak sombong seperti dia. Selamat hari guru, 25 November, teman. (Sumber: Blog Tempointeraktif)

Kiat Sukses Mengikuti PLPG

PLPG merupakan langkah kedua setelah guru lolos UKA. Tentunya, PLPG harus dihadapi dengan penuh suka cita oleh para guru. Ada harap dan ada cemas dalam diri guru. Jangan khawatir, PLPG merupakan sebuah kegiatan pelatihan dan pendidikan yang diakhir dengan tes. Itu berarti seperti guru ketika dahulu kuliah, prajabatan, inservice training, penataran, atau apalah namanya. Jadi, mengapa harus harap cemas. Yang penting siapkan diri lahir batin untuk bertekad mengembangkan diri menjadi guru sejati.

Nah, berikut ini ada beberapa informasi yang perlu diperhatikan. Pertama, jangan percaya kepada siapapun tentang jalan pintas atas tawaran oknum yang menjanjikan dapat meluluskan PLPG lewat jalan belakang. Percayalah, sistem PLPG tidak memungkinkan jalan belakang makanya lewat jalan depan saja alias ikuti dari awal sampai akhir.

Kedua, persiapkan diri sebaik-baiknya sehingga tidak pesimistis, grogi, dan kalah sebelum berperang. Asesor bukan hantu yang menakutkan melainkan kawan pendamping yang akan memandu sampai selesai dari hari ke hari.

Ketiga, senantiasa mengikuti perkembangan informasi dari jalur resmi, yakni situs www.sg.unesa.ac.id dari waktu ke waktu. Dalam situs itu, informasi terbaru akan selalu diunggah.

Keempat, taati ketentuan untuk peserta PLPG. Ketentuan dalam bentuk tata tertib itu sebenarnya untuk memudahkan dan berkonsentrasi peserta PLPG. Jadi, tata tertib bukan penghalang melainkan penunjang.

Kelima, bawalah buku, RPP, silabus, dan acuan tulis yang lainnya. Siapa tahu akan membantu peserta saat lokakarya di kelas.

Keenam, sebelum berangkat, pelajari denah lokasi agar tidak terlambat. PLPG Unesa bertempat di tiga lokasi, yakni STKIP PGRI Jombang di Jalan Ahmad Dahlan, dekat alun-alun Jombang. Ke lokasi itu, turun saja stasiun lalu naik becak. Lokasi berikutnya di Tuban, yakni SMPN 6 dan 7. Berikutnya di gedung PPG Unesa yang terletak di kampus lidah. Gedung PPG terlihat paling menonjol di kampus lidah soalnya gedung baru dan tertinggi (9 lantai). Dari kejauhan, gedung PPG paling kelihatan.

Ketujuh, jika ingin sukses PLPG, syarat paling pas adalah bergembiralah, senang, dan bahagia dalam mengikuti PLPG. Hilangkan pikiran negatif dan perasaan susah.

Kedelapan, pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun 2012 berbasiskan prodi LPTK penyelenggara, sehingga peserta yang mengikuti PLPG pada suatu rayon LPTK tidak hanya berasal dari daerah tempat LPTK berada, akan tetapi juga dari daerah/provinsi lain yang prodinya tidak ada pada LPTK di daerah/provinsi tersebut.